Rutin Dialami Setiap Bulan, Begini Proses Menstruasi Perempuan

Ketahui juga fase-fase menstruasi yang kamu lalui selama ini!

6 Maret 2019

Rutin Dialami Setiap Bulan, Begini Proses Menstruasi Perempuan
ahchealthenews.com

Proses menstruasi pada perempuan berlangsung setiap bulan, dengan siklus yang berbeda-beda. Menstruasi terjadi karena meluruhnya penebalan pada dinding rahim yang dipersiapkan untuk kehamilan.

Selain darah, cairan menstruasi juga mengandung lendir dan sel-sel lapisan dalam rahim. Siklus menstruasi terjadi selama 28 hari, dihitung dari hari pertama periode haid saat ini sampai dengan hari pertama pada periode haid selanjutnya.

Meski begitu, tidak semua perempuan memiliki panjang siklus menstruasi yang sama. Siklus ini terkadang bisa datang lebih cepat atau justru lebih lambat, tergantung kondisi masing-masing.

Mengetahui bahwa menstruasi terjadi pada setiap perempuan di setiap bulannya, maka berikut Popmama.com telah merangkum beberapa proses menstruasi yang biasa kamu jalani.

1. Bagaimana proses terjadinya menstruasi perempuan?

1. Bagaimana proses terjadi menstruasi perempuan
Freepik

Proses menstruasi perempuan dimulai ketika seorang anak perempuan menginjak masa pubertas. Pada beberapa orang, pubertas bisa terjadi ketika usia 10 tahun, namun ada pula yang baru mengalaminya saat berumur 16 tahun dan setelah terjadi perubahan rangkaian hormon dalam tubuh seorang perempuan.

Tapi tenang, semua ini masih tergolong normal. Selama masa puber berlangsung, tubuh mulai menghasilkan rangkaian hormon baru.

Hormon reproduksi inilah yang mengirimkan berbagai sinyal ke tubuh, dan beberapa di antaranya menegaskan bahwa tubuh sedang mempersiapkan kehamilan setiap bulannya yang ditandai dengan menstruasi.

Siklus haid atau menstruasi merupakan proses alami yang selalu berulang setiap bulannya. Dalam satu siklus, kadar hormon dalam tubuh bisa naik-turun, tergantung dari fasenya.

Perubahan kadar hormon tadi juga berdampak pada mood atau suasana perasaan serta energi tubuh yang berampak pada kesehatan.

Lama siklus haid setiap perempuan juga bervariasi antara 23-35 hari, umumnya setiap 28 hari. Hal ini sangat tergantung dari kondisi tubuh masing-masing, dan tak semua siklus haid pasti rutin.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Subur Perempuan dengan Siklus Haid Teratur

Editors' Picks

2. Fase-fase menstruasi

2. Fase-fase menstruasi
healthvows.org
Jika mama mengalami gangguan menstruasi, waspadalah dan konsultasikan ke dokter.

Proses menstruasi dibagi ke dalam empat fase, yaitu:

  • Fase menstruasi

Pada fase ini, lapisan dinding dalam rahim (endometrium) yang mengandung darah, sel-sel dinding rahim, dan lendir, akan luruh dan keluar melalui vagina.

Fase ini dimulai sejak hari pertama siklus menstruasi dimulai dan bisa berlangsung selama 4 sampai 6 hari.

Pada fase ini, perempuan biasanya akan merasakan nyeri di perut bawah dan punggung karena rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.

  • Fase folikular

Fase ini berlangsung sejak hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Pada fase ini, ovarium akan memproduksi folikel yang berisi sel telur.

Pertumbuhan folikel ovarium menyebabkan endometrium menebal. Fase ini biasanya terjadi pada hari ke-10 dari 28 hari dalam sebuah siklus menstruasi.

Durasi waktu yang dihabiskan pada fase ini menentukan berapa lama siklus menstruasi seorang perempuan berlangsung.

  • Fase ovulasi

Pada fase ovulasi, folikel yang diproduksi ovarium akan melepaskan sel telur untuk dibuahi. Sel telur yang telah matang akan bergerak ke tuba fallopi dan menempel di rahim.

Sel telur ini hanya bertahan selama 24 jam. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mati. Namun jika sel telur bertemu dengan sperma dan dibuahi, akan terjadi fase ovulasi menandai masa subur perempuan.

Ovulasi biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum siklus menstruasi berikutnya dimulai.

  • Fase luteal

Setelah fase ovulasi, folikel yang telah pecah dan mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum pada fase ini.

Korpus luteum akan memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim.

Fase ini juga dikenal sebagai fase pramenstruasi. Fase ini umumnya ditandai sejumlah gejala, seperti payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, menjadi mudah marah atau emosional.

Proses menstruasi ini terus berputar, hingga berakhir ketika seorang perempuan sudah memasuki masa menopause. Biasanya terjadi saat perempuan berusia 40 tahun ke atas.

3. Hormon menstruasi yang memengaruhi

3. Hormon menstruasi memengaruhi
Freepik/Dragana_Gordic

Proses menstruasi dipengaruhi oleh beberapa hormon, antara lain:

  • Estrogen

Hormon estrogen berperan penting dalam pembentukan fisik dan organ reproduksi perempuan, misalnya dalam pertumbuhan payudara, rambut di sekitar organ intim, memproduksi sel telur di dalam ovarium, serta mengatur siklus menstruasi.

Estrogen akan meningkat pada fase ovulasi dan menurun pada fase luteal.

  • Progesteron

Salah satu fungsi hormon progesteron adalah merangsang lapisan dinding rahim untuk menebal dan menerima sel telur yang siap dibuahi.

Kadar hormon ini sangat rendah pada fase folikular dan akan mengalami peningkatan pada fase luteal. Hormon ini diproduksi setelah melewati fase ovulasi.

  • Hormon pelepas gonadotropin (gonadotrophin-releasing hormone/GnRh)

Hormon ini diproduksi di dalam otak dan berfungsi merangsang tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutein.

  • Hormon perangsang folikel (follicle stimulating hormone/FSH)

Hormon ini berperan dalam produksi sel telur. Dalam siklus menstruasi, kadar hormon ini akan meningkat sebelum fase ovulasi.

  • Hormon pelutein (luteinizing hormone/LH)

Hormon ini berfungsi merangsang ovarium untuk melepaskan sel telur selama ovulasi. Jika sel telur bertemu sperma dan dibuahi, hormon ini akan merangsang korpus luteum untuk memproduksi progesteron.

Nah, itulah beberapa proses menstruasi yang dilalui oleh setiap perempuan di setiap bulannya.
Proses menstruasi yang normal akan terjadi secara alami.

Jika kamu mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, yakni menstruasi lebih dari 7 hari, atau tidak mengalami menstruasi selama 3 bulan secara berturut-turut, segeralah konsultasikan kepada dokter.

Dengan begitu, dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisimu dan dapat segera mendetekasi kejanggalan yang muncul agar dapat ditangani dengan tepat.

Baca juga: