Kapan Tanaman Harus Disiram setelah Hujan Deras?

Saat musim hujan, tanaman akan mendapatkan air dalam jumlah banyak

1 November 2021

Kapan Tanaman Harus Disiram setelah Hujan Deras
Unsplash/Yngprmtv

Air telah menjadi salah satu komponen utama bagi tanaman untuk bertahan hidup. Apabila tanaman tidak mendapatkan cukup air, maka tanaman akan mati. Begitu juga sebaliknya, jika tanaman mendapatkan terlalu banyak air, tanaman akan layu dan mati. 

Itulah sebabnya, Mama perlu memahami kapan tanaman membutuhkan air dan waktu yang tepat untuk menyiramnya. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang, tanaman akan mendapatkan air lebih banyak dibanding hari-hari sebelumnya. 

Lantas, kapan Mama perlu menyiram tanaman setelah hujan deras? Berikut penjelasan yang dirangkum Popmama.com mengenai perhitungan waktu yang tepat untuk menyiram tanaman saat musim hujan. 

Perhatikan lima hal ini yuk, Ma!

1. Jangan biarkan air hujan menggenangi tanah

1. Jangan biarkan air hujan menggenangi tanah
Unsplash/Trung18tuoi

Sebelum membahas lebih lanjut tentang waktu penyiraman tanaman, Mama sebaiknya memperhatikan air hujan yang menggenangi tanah. Air hujan memang baik untuk pertumbuhan tanaman, namun jumlah air yang terlalu banyak bisa memperburuk kondisi tanaman. 

Oleh karena itu, setelah hujan deras, pastikan tidak ada air yang menggenang pada tanah tanaman. Saat membuang air yang menggenangi tanaman, pastikan untuk dilakukan secara hati-hati agar tanaman tidak rusak. 

Editors' Picks

2. Waktu yang tepat untuk menyiram tanaman

2. Waktu tepat menyiram tanaman
Unsplash/Jupp

Dilansir dari Home GUides SFgate, tidak ada aturan baku mengenai waktu yang tepat untuk menyiram tanaman saat musim hujan.

Mama perlu memahami jenis tanaman dan rutin memeriksa tanah tanaman. Sebab, ada beberapa jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak air seperti sukulen yang termasuk tanaman gurun. 

Jika hujan deras turun dalam beberapa hari terakhir, maka tanah kemungkinan akan tetap lembap. Selama tanah lembap, Mama sebaiknya tidak perlu menyiram tanaman terlebih dahulu. Sebab, tanaman telah menyimpan air pada dahulu dan batangnya untuk bertahan hidup. 

Apabila cuaca mulai berubah menjadi panas dan kering, maka tanah juga akan mengering. Maka, itulah saatnya untuk menyiram tanaman kembali. 

3. Bibit tanaman membutuhkan lebih banyak air

3. Bibit tanaman membutuhkan lebih banyak air
Unsplash/Dirtjoy

Bibit yang baru ditanam belum bisa mengembangkan sistem akarnya dengan baik. Oleh karena itu, tanaman hanya bisa mengakses kelembapan pada bagian atas tanah yang lembap. 

Apabila Mama menanam bibit tanaman, maka Mama boleh menyiram tanaman setelah hujan deras. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah, sehingga bibit tanaman mendapat cukup air untuk bertahan hidup. 

4. Siram tanaman jika daun mulai layu

4. Siram tanaman jika daun mulai layu
Unsplash/United_2208

Mama juga perlu menyiram tanaman apabila daun mulai layu. Meski tanah tanaman masih tampak lembap, Mama sebaiknya menyiram tanaman dengan sedikit air. 

Daun layu menunjukkan tanaman sedang membutuhkan air. Dalam beberapa kondisi, permukaan tanah bisa tampak lembap, namun terasa kering saat digali beberapa inci.

5. Teknik penyiraman tanaman

5. Teknik penyiraman tanaman
Unsplash/Tonyphamvn

Apabila cuaca berubah menjadi panas dan kering, hindari menyiram tanaman pada siang hari yang terik. Sebab, air akan menguap di bawah sinar matahari dan tidak terserap oleh akar tanaman. 

Waktu terbaik untuk menyiram tanaman, yakni di pagi hari. Waktu tersebut bisa memaksimalkan penyerapan air oleh akar tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh dan berkembang. 

Itulah informasi singkat seputar teknik penyiraman tanaman setelah hujan deras. Hal terpenting yang perlu diperhatikan, yakni Mama perlu membuang air yang menggenangi tanah tanaman dan rutin memeriksa tanah untuk mengukur kelembapan tanah. 

Semoga informasi ini bisa membantu ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.