5 Kesalahan Fatal saat Menanam Cabai di Rumah

Cabai termasuk tanaman yang membutuhkan perawatan khusus

7 Juli 2024

5 Kesalahan Fatal saat Menanam Cabai Rumah
Unsplash/Steve_j

Mama tentu tidak asing lagi dengan cabai. Makanan khas Indonesia yang pedas ini kerap dijadikan bumbu masakan. Cabai mengandung banyak nutrisi seperti vitamin A, B, C, E, kalsium, folat, antioksidan, dan protein. 

Oleh karena itu, tidak heran jika harga cabai sering mengalami kenaikan karena permintaannya yang terus meningkat. Apabila harga cabai meningkat, tak ada salahnya untuk mencoba menanam cabai di rumah. 

Pasalnya, cabai merupakan salah satu tanaman yang bisa dikembang biakkan sendiri di rumah. Meski terlihat mudah untuk menanamnya, namun cabai termasuk tanaman yang membutuhkan perawatan khusus. 

Bagi Mama yang tergolong pemula, sebaiknya ketahui terlebih dahulu beberapa kesalahan yang kerap dilakukan ketika menanam cabai. Berikut Popmama.com rangkum beberapa kesalahan saat menanam cabai di rumah.

Deretan Kesalahan Fatal saat Menanam Cabai di Rumah

1. Kurang paparan sinar matahari

1. Kurang paparan sinar matahari
Unsplash/Tobben63

Kesalahan pertama, yakni penempatan tanaman cabai. Pasalnya, tanaman cabai yang kurang mendapatkan sinar matahari akan tumbuh layu dan mati. 

Bibit cabai membutuhkan banyak cahaya matahari untuk tumbuh kokoh dan sehat. Oleh karena itu, Mama perlu menempatkan tanaman cabai di area yang terkena paparan sinar matahari yang cukup. 

Jika Mama menanam cabai di dalam ruangan, maka bisa menggunakan cahaya buatan untuk menerangi tanaman di malam hari. Saat ini, sudah terjual lampu khusus untuk tanaman agar lebih ekonomis dan mampu menunjang pertumbuhan tanaman. 

Editors' Pick

2. Teknik penyiraman yang salah

2. Teknik penyiraman salah
Unsplash/Hari_470

Semakin sering Mama menyiram tanaman cabai, maka hal itu justru menghancurkan pertumbuhan bibit cabai.

Penyiraman menjadi salah satu aspek terpenting untuk menunjang pertumbuhan cabai. Semakin banyak air yang Mama siram, maka semakin hancur pula bibit cabai yang ditanam.

Mama hanya perlu menyiram tanaman 1-2 kali dalam sehari. Pastikan tanah tetap lembap, tetapi tidak basah agar tanaman cabai bisa tumbuh dengan baik. 

3. Menanam bibit cabai terlalu dalam

3. Menanam bibit cabai terlalu dalam
Unsplash/Pickledstardust

Telah disinggung sebelumnya jika cabai tergolong tanaman yang membutuhkan cahaya matahari untuk tumbuh. Itulah sebabnya, hindari menanam bibit cabai terlalu dalam hingga tidak ada cahaya untuk berkecambah. 

Menentukan kedalaman untuk menanam bibit cabai bisa menjadi tantangan tersendiri. Apabila Mama menanam cabai menggunakan paket benih, maka Mama hanya perlu memperhatikan kedalaman penanaman pada kemasannya. 

Apabila tidak ada informasi mengenai kedalaman penanaman, maka pastikan benih bersentuhan dengan tanah namun tidak tertutup sepenuhnya.

Tekan tanah dengan lembut untuk membuat permukaan yang kokoh, kemudian taburkan benih di atas tanah dan tekan perlahan. Pastikan benih masih terbuka dan terpapar sinar matahari. 

4. Terlalu cepat menabur benih

4. Terlalu cepat menabur benih
Unsplash/Grfxman

Menanam cabai tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Mama perlu memerhatikan suhu ruangan maupun suhu lingkungan. Tanaman cabai tidak tahan terhadap suhu dingin, sehingga menaburkan bibit saat udara dingin tentu membuat tanaman menjadi stres. 

Tanaman yang stres lebih rentan terhadap hama atau penyakit. Akibatnya, tanaman akan mudah layu dan mati. 

5. Menabur banyak benih secara bersamaan

5. Menabur banyak benih secara bersamaan
Unsplash/Shubhangigambhir

Mama tentu ingin memiliki tanaman cabai yang tumbuh lebat. Meski begitu, mama tidak diperbolehkan menabur benih cabai dalam jumlah banyak secara bersamaan. Hal itu justru mempersulit tanaman cabai untuk tumbuh. 

Taburkan sedikit demi sedikit benih cabai, lalu tunggu benih tumbuh terlebih dahulu. Setelah benih berkecambah, Mama bisa menaburkan benih ke media tanam lainnya. 

Itulah beberapa kesalahan yang kerap dilakukan ketika menanam cabai di rumah. Bercocok tanam cabai memang tidak mudah karena Mama perlu memperhatikan media tanam, suhu lingkungan, ataupun paparan sinar matahari.

Semoga informasi terkait beberapa kesalahan fatal saat menanam cabai ini bisa menjadi pengetahuan baru ya, Ma. 

Baca juga:

The Latest