Pasca Melahirkan Normal, Kapan Boleh Berhubungan Intim?

Bolehkah cepat-cepat melakukan hubungan suami istri lagi setelah melahirkan normal?

16 Januari 2020

Pasca Melahirkan Normal, Kapan Boleh Berhubungan Intim
freepik.com/freepik

Berhubungan intim dengan pasangan memang menjadi salah satu cara untuk merekatkan hubungan antara suami dan istri. Namun, suami sering kali menemui hambatan, seperti saat istri yang baru saja melahirkan.

Kondisi pasca persalinan memang sering sekali menghilangkan gairah kita untuk melakukan seks. Bahkan, beberapa perempuan tidak berhubungan intim setelah melahirkan normal karena takut akan terjadi hal yang membahayakan.

Takut merasakan sakitnya, atau ada kekhawatiran karena baru saja mengalami jahitan saat proses melahirkan. Sebagian dari kita mungkin bingung apakah sebenarnya boleh melakukan hubungan seks pasca melahirkan?

Apa ada dampak dari hal tersebut? Berikut Popmama.com bagikan ulasannya!

1. Bolehkan berhubungan intim setelah melahirkan?

1. Bolehkan berhubungan intim setelah melahirkan
dailyfamily.ng

Banyak orang yang pada umumnya menghindari hubungan seks pasca melahirkan karena takut terjadi hal yang membahayakan kesehatan. Namun, sebagian besar orang enggan untuk berhubungan seks pasca persalinan karena adanya rasa sakit dan lelah yang dialami Mama.

Sebagai perempuan yang habis melahirkan, wajar memang jika Mama merasa enggan berhubungan seks karena rasa lelah, sakit pada luka  operasi, atau kurangnya istirahat karena menjaga si Kecil. Selain itu, adanya produksi ASI juga ternyata mampu mengurangi gairah seks Mama dalam berhubungan intim.

Pada umumnya, berhubungan intim setelah melahirkan sebenarnya sah-sah saja jika dilakukan setelah masa nifas habis. Hal ini penting karena luka pada rahim membutuhkan waktu untuk pulih kembali.

Pada umumnya, masa nifas menghabiskan waktu sekitar kurang lebih 3 minggu. Pasalnya, jika dipaksakan, hubungan seks bisa menimbulkan rasa sakit pada Mama serta infeksi rahim atau kelamin. Jadi, jika Papa sayang istri, pastikan Mama dalam kondisi yang memungkinkan dan siap untuk melakukan hubungan seks kembali.

Editors' Picks

2. Hubungan intim pasca melahirkan normal dan caesar

2. Hubungan intim pasca melahirkan normal caesar
huffingtonpost.com

Pada umumnya dokter melarang perempuan berhubungan intim setelah melahirkan hingga 4 atau 6 minggu. Hal ini dikarenakan waktu tersebut merupakan waktu yang dibutuhkan perempuan untuk pulih pasca melahirkan.

Namun, bagi perempuan yang melahirkan dengan proses operasi caesar, episiotomi, atau yang lainnya, mereka umumnya akan membutuhkan waktu pulih yang lebih lama.

Bahkan, setelah 6 minggu pun mereka masih sering merasakan rasa sakit atau tidak nyaman saat berhubungan seks.

Oleh karena itu, agar hubungan seks bisa terasa nyaman, Papa dan Mama harus pastikan bahwa keduanya sama-sama siap. Untuk suami, sebaiknya tidak melakukan hubungan seks ketika istri belum pulih seutuhnya.

Sambil menunggu masa pulih, Mama bisa lakukan beberapa gerakan senam kegel guna melatih otot vagina dan panggul.

Selain itu, pastikan Mama memiliki energi yang cukup agar proses pemulihan tidak memakan banyak waktu.

Ketika ingin melakukan hubungan intim, ada baiknya untuk menghindari pemberian seks oral kepada istri, terlebih jika Papa melakukannya di bulan pertama setelah melahirkan.

Hal ini sangat berbahaya karena dapat membuat rahim serta vagina terinfeksi.

Selain itu, adanya bakteri juga mampu menyebabkan penyakit serius yang berujung kematian.

Pasalnya, saat melakukan seks oral, terkadang ada udara yang masuk ke pembuluh darah bagian rahim, sehingga menyebabkan emboli udara.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Mama Papa ketahui tentang berhubungan intim setelah melahirkan. Ketika melakukan hubungan seks, tentunya akan ada banyak perubahan pada tubuh istri, seperti payudara.

Payudara istri mengeluarkan cairan ASI

Payudara istri mengeluarkan cairan ASI
Freepik

Pada payudara istri, jangan kaget jika sewaktu berhubungan seks setelah melahirkan akan ada ASI yang keluar. 

Kondisi ini normal terjadi dan sebaiknya Mama memeras ASI terlebih dahulu sebelum berhubungan seks. 

Selain itu, dikarenakan saat menyusui Mama terkadang tidak bergairah untuk melakukan seks, Papa bisa siasati dengan menggunakan cairan pelumas. Dengan begitu, hubungan seks bisa dilakukan dengan nyaman. 

Cara lain yang bisa Papa lakukan adalah merangsang istri dengan tahapan foreplay yang benar. 

Bacajuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!