Abu vulkanik yang menyebar setelah aktivitas gunung berapi dapat membuat kualitas udara di sekitar Mama berubah. Kondisi ini tentu perlu diperhatikan, terutama bagi ibu hamil yang berada di wilayah terdampak.
Berbeda dari debu yang biasa ditemukan sehari-hari, abu vulkanik dapat membawa partikel halus dan berbagai gas, seperti sulfur dioksida. Saat berada di udara, partikel tersebut bisa terhirup dan masuk melalui saluran pernapasan.
Paparan abu vulkanik juga dapat membuat Mama mengalami beberapa keluhan, mulai dari gangguan pernapasan hingga iritasi pada mata dan kulit. Oleh karena itu, penting untuk membatasi paparan dan memperhatikan kondisi tubuh selama berada di wilayah yang terdampak.
Lalu, apakah abu vulkanik berdampak pada janin? Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasannya untuk Mama.
