“Muncul ruam atau gatal saat hamil belum tentu berarti alergi, lho. Perubahan hormon selama kehamilan bisa membuat kulit jadi lebih sensitif. Selain itu, ada juga kondisi kulit tertentu yang memang bisa muncul selama kehamilan, seperti PUPPP yang biasanya menimbulkan bentol atau ruam merah dan terasa gatal,” jelas dr. Keven melalui kontennya.
Muncul Alergi saat Hamil, Apakah Berbahaya untuk Janin?

- Ruam dan gatal saat hamil tidak selalu alergi; perubahan hormon, kulit meregang, serta kondisi seperti PUPPP dapat memicu keluhan sehingga penyebabnya perlu diperiksa.
- Reaksi alergi atau kondisi kulit ringan umumnya tidak langsung membahayakan janin, tetapi penggunaan obat maupun krim harus dikonsultasikan karena keamanan terapi bergantung pada kondisi dan usia kehamilan.
- Segera cari pertolongan medis jika ruam menyebar, gatal berat, muncul lepuhan, bengkak pada wajah atau bibir, sulit bernapas, atau gatal hebat di telapak tangan dan kaki.
Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh, termasuk pada kondisi kulit. Sebagian ibu hamil mungkin tiba-tiba mengalami bentol-bentol merah, ruam, atau rasa gatal yang membuat khawatir. Tak sedikit pula yang bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut merupakan alergi dan bisa berdampak pada janin?
Sebenarnya, munculnya ruam dan gatal saat hamil tidak selalu disebabkan oleh alergi. Perubahan hormon, kulit yang meregang, hingga kondisi kulit tertentu yang berkaitan dengan kehamilan juga bisa menjadi penyebabnya.
Lantas, apakah alergi saat hamil berbahaya untuk janin? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
Table of Content
1. Ruam dan gatal saat hamil belum tentu karena alergi

Freepik Perubahan yang terjadi selama kehamilan dapat memengaruhi kondisi kulit. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ada beberapa kondisi kulit yang dapat muncul selama kehamilan, termasuk pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPPP), prurigo kehamilan, pemphigoid gestationis, hingga intrahepatic cholestasis of pregnancy (ICP).
PUPPP merupakan salah satu kondisi kulit yang dapat menyebabkan munculnya bentol atau ruam merah yang terasa sangat gatal. Kondisi ini umumnya muncul saat hamil dan dapat dimulai dari area perut sebelum menyebar ke bagian tubuh lainnya.
dr. Keven Tali, Sp.OG, melalui Instagramnya @dokterkeven menjelaskan bahwa ibu hamil tidak perlu langsung menganggap setiap ruam sebagai reaksi alergi.
Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan bentuk ruam, lokasi munculnya keluhan, serta gejala lain yang menyertainya. Pemeriksaan dokter dapat membantu menentukan penyebabnya dengan lebih tepat.
2. Apakah alergi saat hamil bisa membahayakan janin?

Freepik Pada umumnya, reaksi alergi atau kondisi kulit ringan yang dialami ibu hamil tidak serta-merta membahayakan janin. Namun, dampaknya bisa berbeda tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi yang dialami.
Menurut dr. Keven, kondisi kulit yang ringan umumnya tidak langsung memberikan dampak buruk pada janin. Meski demikian, ibu hamil tetap tidak disarankan mengabaikan keluhan yang muncul atau melakukan pengobatan tanpa arahan tenaga medis.
“Kalau penyebabnya memang reaksi alergi atau kondisi kulit yang ringan, biasanya tidak langsung membahayakan janin. Tapi jangan asal mengobati sendiri ya. Obat atau krim yang aman sebelum hamil belum tentu cocok digunakan selama kehamilan, jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter,” jelasnya.
Hal serupa juga ditekankan oleh American Academy of Dermatology. Beberapa pengobatan kulit dapat digunakan selama kehamilan, tetapi ada pula obat atau bahan tertentu yang perlu dihindari. Karena itu, keamanan pengobatan perlu disesuaikan dengan kondisi dan usia kehamilan.
3. Kenali kondisi kulit yang bisa terjadi selama kehamilan

Freepik Selain alergi, terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan rasa gatal dan ruam selama kehamilan. Salah satunya adalah PUPPP yang ditandai dengan bentol-bentol kecil berwarna merah dan dapat membentuk area ruam yang lebih luas serta terasa sangat gatal.
Menurut ACOG, PUPPP umumnya muncul pada akhir kehamilan dan sering kali berawal dari area perut. Kondisi ini biasanya membaik setelah persalinan.
Namun, rasa gatal saat hamil juga perlu diperhatikan karena dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda kondisi lain yang membutuhkan penanganan. Salah satunya adalah ICP atau kolestasis intrahepatik pada kehamilan, yaitu kondisi yang berkaitan dengan gangguan fungsi hati.
Gatal yang sangat hebat, terutama jika terasa di telapak tangan atau telapak kaki dan memburuk pada malam hari, sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter atau tenaga kesehatan.
4. Jangan sembarangan menggunakan obat saat hamil

Magnific Saat mengalami gatal atau ruam, keinginan untuk segera menggunakan obat atau krim mungkin sulit dihindari. Namun, ibu hamil sebaiknya tidak sembarangan menggunakan produk obat tanpa memastikan keamanannya terlebih dahulu.
Beberapa obat dan bahan perawatan kulit memiliki pertimbangan khusus selama kehamilan. Bahkan, produk yang sebelumnya biasa digunakan belum tentu direkomendasikan untuk digunakan ketika sedang mengandung.
Dokter dapat membantu mencari tahu penyebab keluhan sekaligus menentukan pilihan penanganan yang sesuai. Dengan begitu, gejala yang dialami dapat ditangani tanpa mengabaikan keamanan kehamilan.
5. Kapan ruam dan gatal saat hamil perlu segera diperiksakan?

Freepik Tidak semua ruam dan gatal merupakan kondisi darurat. Namun, ada beberapa tanda yang perlu membuat ibu hamil lebih waspada. Dalam unggahan itu, dr. Keven mengingatkan untuk segera mencari pertolongan medis apabila ruam menyebar atau disertai gejala yang lebih berat.
“Nah, kapan harus lebih waspada? Kalau ruamnya menyebar, gatalnya sangat berat, muncul lepuhan, atau disertai bengkak pada bibir dan wajah sampai sulit bernapas, segera cari pertolongan medis. Jadi, kalau tiba-tiba muncul ruam atau gatal saat hamil, jangan langsung panik, tapi jangan juga diabaikan. Cari tahu dulu penyebabnya supaya penanganannya tepat dan kehamilan tetap ama,” pungkas dr. Keven.
Pembengkakan pada bibir, mulut, atau tenggorokan yang disertai kesulitan bernapas dapat menjadi tanda reaksi alergi serius atau anafilaksis dan memerlukan pertolongan medis segera.
Selain itu, rasa gatal yang sangat berat atau terus-menerus selama kehamilan juga sebaiknya tidak dianggap sepele. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan bahwa keluhan tersebut bukan tanda dari kondisi lain yang membutuhkan penanganan khusus.
Itulah tadi informasi mengenai muncul alergi saat hamil, apakah berbahaya untuk janin dan faktanya. Semoga membantu ibu hamil yang bingung mengenai hal ini!

-stVSH7VFAtX81I3jCCMs5COdXNJCsY6z.jpg)



















