Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

6 Perubahan pada Otak Perempuan saat Hamil, Bukan Sekadar Mom Brain

6 Perubahan pada Otak Perempuan saat Hamil, Bukan Sekadar Mom Brain
  • Kehamilan memicu perubahan struktural otak sejak trimester pertama, termasuk penurunan hingga hampir 5% gray matter yang dikaitkan dengan proses adaptasi jaringan saraf.

  • Perubahan pada jaringan otak dapat meningkatkan fokus ibu terhadap kebutuhan bayi dimana perubahan gray matter yang lebih besar pernah dikaitkan dengan ikatan pascamelahirkan yang lebih kuat.

  • Sebagian perubahan otak pulih setelah persalinan, tetapi jejaknya dapat bertahan hingga enam tahun. Perubahan ini bukan tanda kecerdasan menurun, melainkan neuroplastisitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan membawa banyak perubahan pada tubuh perempuan, mulai dari perubahan hormon, bentuk tubuh, hingga kondisi emosional. Namun, ternyata perubahan tersebut juga terjadi ke otak, lho!

Otak perempuan mengalami perubahan selama kehamilan dan setelah melahirkan. Dikutip dari The Economist, dijelaskan bahwa menjadi seorang ibu dapat membuat otak mengalami perubahan struktural. Perubahan tersebut bahkan dapat dimulai sejak trimester pertama kehamilan dan sebagian jejaknya masih dapat terlihat bertahun-tahun setelah melahirkan.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada otak perempuan selama kehamilan? Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!

  1. 1. Gray matter pada otak mengalami perubahan saat perempuan hamil

    Gray matter pada otak mengalami perubahan saat perempuan hamil
    simplypsychology.org

    Salah satu perubahan yang paling menarik adalah perubahan pada gray matter atau materi abu-abu di otak. Gray matter merupakan bagian otak yang berkaitan dengan berbagai fungsi, termasuk pergerakan, emosi, memori, serta kemampuan memproses informasi.

    Volume gray matter pada perempuan yang hamil dapat berkurang hampir 5 persen. Namun, kondisi ini bukan berarti otak mengalami kerusakan atau kemampuan berpikir perempuan menjadi menurun.

    Peneliti justru menduga perubahan tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi otak yang dikenal sebagai synaptic pruning. Dalam proses ini, otak mengurangi koneksi saraf tertentu yang dianggap tidak lagi diperlukan sehingga jaringan saraf dapat bekerja dengan lebih efisien.

    Penelitian yang diterbitkan di Nature Neuroscience juga menemukan bahwa kehamilan menyebabkan perubahan signifikan pada struktur otak, terutama berupa penurunan volume gray matter pada area yang berkaitan dengan kemampuan memahami kondisi sosial. 

    Perubahan tersebut diperkirakan membantu perempuan beradaptasi dengan peran sebagai ibu.

  2. 2. Otak menjadi lebih fokus terhadap kebutuhan bayi

    Otak menjadi lebih fokus terhadap kebutuhan bayi
    Pexels/Ivan S

    Salah satu perubahan terbesar disebut terjadi pada default mode network, yaitu jaringan otak yang berkaitan dengan aktivitas seperti melamun dan pikiran yang mengembara. Perubahan pada area tersebut diduga membuat otak ibu menjadi lebih terfokus terhadap lingkungan dan kebutuhan bayinya.

    Menariknya, penelitian sebelumnya menemukan bahwa perempuan yang mengalami perubahan volume gray matter lebih besar juga menunjukkan ikatan yang lebih kuat dengan bayinya setelah melahirkan.

    Dengan kata lain, perubahan pada otak bukan semata-mata sesuatu yang negatif. Justru, perubahan tersebut menjadi salah satu cara otak beradaptasi dengan tuntutan baru ketika seseorang memasuki fase menjadi ibu.

  3. 3. Perubahan otak bisa bertahan setelah melahirkan

    Perubahan otak bisa bertahan setelah melahirkan
    Pexels/Saúl Sigüenza

    Mungkin banyak yang mengira perubahan pada otak akan langsung kembali seperti sebelum hamil setelah bayi lahir.

    Ternyata, tidak selalu demikian.

    Sebagian gray matter yang berkurang selama kehamilan memang dapat kembali setelah melahirkan. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian perubahan masih dapat ditemukan hingga enam tahun setelah melahirkan.

    Penelitian yang lebih baru juga menunjukkan bahwa perubahan struktur otak dapat terjadi secara luas selama kehamilan. 

    Dalam sebuah studi yang memantau otak seorang perempuan melalui 26 kali pemindaian MRI sejak sebelum hamil hingga dua tahun setelah melahirkan, volume gray matter dan ketebalan korteks menurun selama kehamilan, kemudian sebagian kembali setelah persalinan.

  4. 4. Kehamilan kedua juga dapat mengubah otak

    Kehamilan kedua juga dapat mengubah otak
    Pexels/AI25.Studio Studio

    Perubahan otak tidak selalu terjadi dengan pola yang sama pada setiap kehamilan. The Economist dalam artikelnya menjelaskan bahwa pada kehamilan berikutnya, perubahan pada beberapa area otak yang sudah terdampak selama kehamilan pertama dapat menjadi lebih kecil.

    Namun, terdapat jaringan otak lain yang justru menunjukkan perubahan struktural yang kuat pada kehamilan kedua, termasuk dorsal attention network dan somatomotor network.

    Kedua jaringan tersebut berkaitan dengan perhatian dan kemampuan merespons lingkungan.

    Salah satu dugaan peneliti adalah perubahan ini mungkin berhubungan dengan tuntutan yang berbeda pada kehamilan kedua, ketika perempuan tidak hanya menjalani kehamilan tetapi juga harus mengasuh anak yang sudah dimiliki.

  5. 5. Ibu yang tidak mengandung juga bisa mengalami perubahan otak

    Ibu yang tidak mengandung juga mengalami perubahan otak ketikan menjadi orangtua
    Pexels/Katya Puzanova

    Menariknya, perubahan otak yang berkaitan dengan menjadi orangtua ternyata tidak hanya terjadi pada perempuan yang mengalami kehamilan. Perempuan yang menjadi ibu tetapi tidak mengandung bayinya tidak menunjukkan penurunan gray matter seperti perempuan yang menjalani kehamilan. Namun, otaknya tetap dapat mengalami perubahan yang berkaitan dengan proses bonding dan pengasuhan.

    Kadar oksitosin pada ibu yang tidak mengandung bayi juga dapat meningkat. Hormon ini berperan dalam membangun ikatan antara orangtua dan bayi. 

    Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas pada area otak yang berkaitan dengan motivasi dan sistem reward. Perubahan ini dapat membantu membuat aktivitas merawat bayi terasa lebih menyenangkan dan memberikan rasa penghargaan.

  6. 6. Perubahan otak pada ibu hamil bukan berarti menjadi lebih bodoh

    Perubahan otak pada ibu hamil bukan berarti menjadi lebih bodoh
    Magnific/valeria_aksakova

    Mendengar bahwa volume gray matter berkurang mungkin terdengar mengkhawatirkan.

    Namun, penting untuk memahami bahwa berkurangnya volume gray matter tidak sama dengan berkurangnya kecerdasan atau fungsi otak.

    Para peneliti justru melihat perubahan tersebut sebagai bentuk reorganisasi atau penyesuaian otak untuk menghadapi tuntutan baru selama kehamilan dan menjadi orangtua.

    Penelitian mengenai perubahan otak selama kehamilan bahkan menunjukkan adanya perubahan pada white matter yang membantu koneksi antar bagiannya menjadi lebih baik selama periode tertentu. Secara keseluruhan, perubahan tersebut dipandang sebagai bagian dari neuroplastisitas atau kemampuan otak untuk beradaptasi.

    Jadi, ketika merasa otak terasa berbeda setelah hamil atau melahirkan, hal tersebut tidak selalu berarti kemampuan otak menurun. Kehamilan memang dapat menjadi salah satu periode kehidupan yang menyebabkan perubahan besar pada otak perempuan.

    Otak pun ikut beradaptasi untuk menghadapi peran baru: mengenali, merespons, dan merawat bayi.

    Itulah tadi deretan perubahan pada otak perempuan karena hamil, bukan berarti menjadi lebih ‘lemot’ seperti kebanyakan anggapan. Ini adalah respons tubuh yang luar biasa untuk menyesuaikan peran perempuan yang menjadi ibu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More