Pernahkah Mama mendengar tentang penggunaan N-acetylcysteine (NAC) dalam penanganan Polycystic Ovary Syndrome (PMOS) atau yang dulu lebih dikenal dengan sebutan PCOS? Banyak Mama mungkin merasa bingung saat dokter meresepkan NAC, karena obat ini selama ini lebih dikenal sebagai obat pengencer dahak atau obat batuk. Ternyata, kegunaan NAC jauh lebih luas dari sekadar meredakan batuk, lho.
Melansir melalui akun Instagram @dr.upik, penggunaan NAC untuk PMOS memang dimungkinkan karena sifatnya sebagai antioksidan yang sangat kuat. NAC bekerja dengan cara melawan reaksi oksidatif di dalam tubuh serta membantu produksi glutathione. Meski bukan merupakan terapi utama untuk PMOS, NAC memiliki mekanisme kerja yang cukup menarik untuk mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Secara medis, NAC bekerja dengan memperbaiki beberapa masalah utama yang sering dialami oleh Mama dengan kondisi PMOS. Pertama, ia membantu menurunkan resistensi insulin yang sering menjadi akar masalah dari PMOS itu sendiri. Selain itu, NAC berperan dalam melawan stres oksidatif yang menghambat keseimbangan hormon, serta dalam beberapa studi disebut dapat membantu memperbaiki proses ovulasi. Berikut Popmama.com bagikan efektivitas NAC dalam mengatasi PMOS.
