Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Agar Leher Bayi Cepat Tegak dan Kuat, Begini Stimulasinya!
Potret ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Leher bayi belum kuat pada bulan-bulan awal, tetapi umumnya mulai berkembang sekitar usia tiga bulan dan mampu mengangkat kepala hingga 45 derajat.

  • Stimulasi utama meliputi tummy time rutin, menggendong tegak, serta menengkurapkan bayi di dada orang tua untuk memperkuat otot leher, bahu, punggung, dan kontrol kepala.

  • Orang tua dapat menambah pijat lembut, stimulasi menoleh, duduk tegak sesuai usia, serta menyusui tengkurap secara bertahap sambil tetap berhati-hati.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Stimulasi untuk membantu memperkuat otot leher dan kontrol kepala bayi, meliputi tummy time, gendong tegak, tengkurap di dada orangtua, pijat lembut, latihan menoleh, duduk tegak di pangkuan, dan menyusui tengkurap.
  • Who?
    Bayi baru lahir hingga beberapa bulan pertama serta orangtua yang melakukan stimulasi dan menjaga posisi kepala serta leher bayi.
  • Where?
    Stimulasi dapat dilakukan di rumah, termasuk saat bayi berada di lantai untuk tummy time, di dada orangtua, dalam gendongan, pangkuan, atau ketika menyusu.
  • When?
    Leher bayi mulai berkembang pada beberapa bulan pertama dan umumnya mampu mengangkat kepala hingga 45 derajat sekitar usia tiga bulan. Posisi tengkurap di dada orangtua dapat dilakukan sejak minggu pertama kelahiran.
  • Why?
    Leher bayi belum cukup kuat sejak lahir sehingga perlu ditopang saat digendong. Stimulasi ditujukan membantu menguatkan otot leher, bahu, punggung atas, kontrol kepala, dan perkembangan motorik.
  • How?
    Latihan dilakukan secara lembut dan bertahap sesuai usia serta kemampuan bayi, dengan menopang tubuh saat menggendong dan mengamati respons bayi ketika mengangkat atau memutar kepala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Leher bayi yang baru lahir masih lemah. Mama dan Papa harus hati-hati saat menggendongnya. Leher bayi biasanya mulai lebih kuat saat usia tiga bulan. Bayi bisa dilatih pelan-pelan dengan tengkurap, digendong tegak, menoleh ke suara atau mainan, dan dipijat lembut. Semua latihan harus sesuai umur bayi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perkembangan kekuatan leher bayi dapat didukung melalui interaksi harian yang lembut dan bertahap, mulai dari tummy time hingga posisi di dada orang tua. Beragam stimulasi ini tidak hanya melibatkan otot leher, bahu, dan punggung, tetapi juga memberi ruang bagi bayi untuk melatih gerakan kepala serta kemampuan motoriknya sesuai tahap perkembangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Leher bayi biasanya belum cukup kuat saat baru lahir hingga beberapa bulan pertama. Untuk itu, perlu hati-hati saat menggendong si Kecil agar lehernya tidak cedera.

Biasanya perkembangan bayi akan semakin berkembang setelah memasuki usia tiga bulan. Pada tahap ini, leher bayi juga akan semakin berkembang dan mulai kuat untuk mengangkat kepala hingga 45 derajat.

Agar leher bayi cepat tegak dan semakin kuat, tentu Mama perlu melatih kemampuan motoriknya dengan stimulasi atau latihan yang tepat. Sudah tahu caranya, Ma?

Simak 7 cara agar leher bayi cepat tegak yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama. Yuk disimak!

1. Rutin melakukan tummy time

ilustrasi tummy time (pexels.com/Craig Adderley)

Leher bayi dapat lebih cepat tegak jika orangtua memberikan berbagai stimulasi selama masa tumbuh kembangnya. Salah satu yang dapat dilakukan dengan rutin adalah tummy time.

Mengutip dari The Royal Children’s Hospital Melbourne, tummy time dapat membantu mengembangkan kontrol kepala bayi, termasuk memperkuat otot leher. Tak hanya itu, tummy time juga berperan untuk menguatkan otot yang digunakan bayi untuk berguling, duduk, hingga merangkak. 

2. Gendong bayi dengan posisi tegak

Gendong Bayi (freepik.com/freepik)

Leher bayi semakin lama akan semakin kuat, bayi juga dapat menopang kepalanya sendiri setelah dua hingga tiga bulan setelah kelahiran.

Untuk memaksimalkan tumbuh kembang bayi agar lehernya lebih kuat dan cepat tegak, sebaiknya biasakan menggendong bayi dengan posisi tegak. 

Mama dapat menggendong dengan satu tangan terbuka di dada bagian atas dan satu tangan terbuka di punggung, kemudian lihat berapa lama si Kecil bisa mengangkat kepalanya. 

3. Atur posisi bayi tengkurap di dada orangtua

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat berbaring tengkurap di dada orang tua, bayi secara alami akan berusaha menengadah dan menggerakkan kepalanya untuk melihat wajah serta mendengarkan suara orang tuanya. Dorongan alami ini menstimulasi otot-otot di sepanjang leher, bahu, serta punggung atas.

Mengutip dari NHS, chest to chest ini merupakan cara yang aman, lembut, dan efektif untuk membantu bayi baru lahir mengembangkan kekuatan leher, bahu, dan juga kekuatan inti mereka. Posisi ini dianjurkan untuk dilakukan sejak minggu pertama kelahiran bayi, Ma.

4. Pijat leher bayi dengan lembut

ilustrasi bayi tengkurap (unsplash.com/Khoa Pham)

Pijat bayi yang dilakukan dengan lembut dan teknik yang tepat pada area leher serta bahu menjadi stimulasi yang membantu menguatkan dan mempercepat leher bayi berdiri tegak. 

Melansir PubMed Central, terapi sentuhan atau pijat bayi juga berpengaruh terhadap perkembangan neuromuscular dan kontrol tonus otot pada bayi.

Memijat leher, punggung, hingga bokong bayi dengan lembut dapat membantu menguatkan kondisi fisik dan menstimulasi motoriknya, sehingga leher bayi akan semakin tegak.

5. Stimulasi putar kepala bayi dengan menoleh

ilustrasi ibu dan bayi (pexels.com/RDNE Stock project)

Melatih kepala bayi untuk berputar atau menoleh juga menjadi cara yang dapat orangtua lakukan agar leher bayi lebih tegak dan kuat. Pada beberapa bulan pertama, Mama dapat mengubah posisi kepala bayi secara teratur agar lehernya kuat dan menghindari tortikolis.  

Setelah bayi memasuki usia dua bulan, Mama dapat melatih bayi untuk memutar kepalanya sendiri, bisa dengan memanggil namanya, membuat bunyi-bunyian, atau menarik perhatiannya dengan mainan. 

Menurut Mayo Clinic, stimulasi visual dan suara sangat penting bagi bayi berusia 1-3 bulan untuk merangsang gerakan kepala dan kontrol lehernya.

6. Pangku bayi dengan posisi duduk tegak

Ibu dan Bayi (freepik)

Memangku bayi dalam posisi duduk tegak merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang sangat efektif untuk mempercepat pematangan otot leher dan kontrol kepala. Posisi ini menantang bayi untuk secara mandiri menahan beban kepalanya. 

Mengutip dari American Academy of Pediatrics, latihan fisik pada bayi seperti posisi duduk tegak dapat membantu mempercepat perkembangan motorik kasar bayi, Ma. Namun, latihan ini tetap harus dilakukan sesuai dengan kemampuan dan usia bayi, sehingga tidak disarankan untuk dilakukan pada awal kelahiran bayi. 

7. Menyusui dengan posisi tengkurap

ilustrasi ibu menyusui (pexels.com/RDNE Stock project)

Posisi menyusui juga dapat berpengaruh untuk memperkuat leher bayi, Ma. Setelah bayi banyak menyusui dengan posisi tengkurap, Mama dapat meningkatkan intensitasnya secara bertahap, sebab bayi biasanya sudah mulai bisa menegakkan lehernya.

Mama dapat membantu mengembangkan kemampuan bayi dalam menegakkan lehernya lewat posisi tengkurap saat menyusui.

Melansir dari The Ohio State University Medical Center, membiarkan bayi tengkurap selama beberapa waktu dapat membantu menguatkan otot lehernya.

Demikian penjelasan mengenai 7 cara agar leher bayi cepat tegak yang dapat Mama lakukan di rumah. Tetap berhati-hati dan lakukan stimulasi di atas secara bertahap, ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article