Merawat bayi bukanlah hal yang mudah, terutama bayi yang baru lahir. Hal ini yang menjadikan tanggung jawab orangtua dalam merawat bayi sangat besar.
Perhatikan, Ini Kesalahan Perawatan Bayi Baru Lahir Menurut Dokter

- Bayi baru lahir perlu mendapat ASI teratur; bila ASI tidak lancar, konsultasikan ke dokter. Berat badan idealnya kembali ke berat lahir pada usia tujuh hari agar risiko gizi buruk dicegah.
- Penggunaan gurita pada perut bayi tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sesak napas, ruam, gangguan pencernaan, hingga risiko kematian mendadak.
- Mitos tidak memandikan bayi sejak lahir perlu ditinggalkan. Mandikan dengan air hangat, bersih, dan produk khusus bayi; konsultasikan perawatan kepada dokter, bukan hanya mengikuti kepercayaan lama.
Perlu tingkat kehati-hatian yang ekstra dalam merawat bayi baru lahir karena kondisinya masih cukup sensitif dan rentan. Untuk itu Mama dan Papa tidak boleh lalai atau melakukan kesalahan dalam merawat bayi baru lahir sebab dapat berakibat fatal.
Beberapa hal yang kerap diyakini benar dalam merawat bayi bisa saja salah dalam sudut pandang medis, lho, Ma. Lantas, apa saja yang seharusnya tidak boleh dilakukan dalam merawat bayi baru lahir?
Untuk mengetahuinya, berikut ini Popmama.com telah merangkum kesalahan perawatan bayi baru lahir menurut dokter. Simak, yuk, Ma!
Table of Content
1. Bayi kurang konsumsi ASI

Freepik/freepik Bayi yang baru lahir perlu diberi ASI secara teratur sebab asupan gizinya hanya bisa didapat dari ASI. Jika ASI Mama tidak lancar, bayi bisa diberi susu formula sesuai anjuran dokter.
Namun hal ini ternyata kerap diabaikan oleh beberapa orangtua sehingga berat badan bayi terus menurun bahkan menjadi gizi buruk.
Mengutip penjelasan dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med Sc, Sp.A dalam Instagram pribadinya, bayi baru lahir yang berusia 7 hari seharusnya berat badannya kembali normal ke berat lahir.
Namun tak jarang bayi baru lahir berat badannya terus menurun hingga satu bulan pertama. Hal ini tentu jadi perhatian sebab jika dibiarkan, bayi akan mengalami gizi buruk.
Ingat, makanan yang Mama konsumsi sangat berpengaruh terhadap ASI. Jadi, jika Mama makan dengan benar maka besar kemungkinan ASI juga lancar, begitupun sebaliknya.
Jika ASI Mama tetap tidak lancar sehingga bayi tidak bisa minum ASI dengan benar, sebaiknya segera periksakan kondisi si Kecil ke dokter agar mendapat penanganan kesehatan lain.
2. Menggunakan gurita pada perut bayi

Pexels/Laura Garcia: Gurita merupakan kain yang kerap digunakan untuk melilit perut bayi baru lahir. Biasanya kain gurita ini digunakan dengan maksud mencegah perut besar dan pusar bodong pada bayi baru lahir.
Penggunaan kain gurita ini memang banyak digunakan oleh para orangtua terdahulu. Namun ternyata kegunaan kain gurita ini tidak lagi efektif terutama di masa sekarang.
"Gurita itu jaman dulu dipercaya untuk mengurangi udel yang bodong, nah tapi ternyata penelitian-penelitian terbaru itu mengatakan bahwa gurita malah bikin bayinya sesak napas," jelas Dokter Ian.
Kain gurita yang dililit pada perut bayi justru dapat membuat si Kecil tidak nyaman hingga sesak napas. Jika dibiarkan, dapat muncul ruam pada kulit si Kecil atau bahkan menderita gangguan pencernaan, yang paling fatal bayi bisa meninggal mendadak (SIDS) karena tidak bisa bernapas.
3. Bayi tidak dimandikan sejak lahir karena mitos

freepik/studioredcup Banyak orangtua terdahulu yang percaya mitos bayi baru lahir tidak boleh dimandikan karena takut demam atau flu. Padahal, mandi dapat membersihkan bayi dari kotoran dan debu yang menempel.
Sebaiknya mitos ini harus segera ditinggalkan sebab jika tidak dimandikan, banyak kotoran yang menempel pada tubuhnya dan dapat menjadi sumber penyakit.
Mama dapat memandikan si Kecil dengan air hangat agar tidak kedinginan. Pastikan juga air yang digunakan mandi dalam keadaan bersih dan gunakan produk untuk mandi khusus bayi agar aman, Ma.
Jangan Terlalu Percaya Mitos, Konsultasikan Perawatan Bayi ke Dokter

freepik/freepic.diller Kepercayaan dan mitos yang beredar di masyarakat memang cukup banyak. Beberapa memang terbukti efektif, namun tak sedikit juga mitos dan kepercayaan yang tidak masuk akal sehingga dapat membahayakan si Kecil.
Sebaiknya Mama harus pintar dalam memilih metode perawatan bayi baru lahir dengan baik dan benar, jangan terpengaruh oleh mitos yang belum atau bahkan tidak teruji keamanannya.
Mama dapat konsultasikan ke dokter anak mengenai hal-hal yang harus dilakukan dalam merawat bayi. Jangan sampai terlalu menyepelekan hal-hal perawatan bayi dan justru berujung fatal, Ma.
Salah dalam Merawat Bayi Bisa Berakibat Fatal

Freepik/kamranaydinov Beberapa perawatan bayi mungkin terdengar sepele, beberapa orang bahkan mengabaikan karena dianggap aman kala berkaca dengan yang terdahulu.
Semakin modern zaman membuat orangtua juga harus semakin menegrti dan paham bahwa tidak semua metode merawat bayi yang diturunkan oleh orangtua masih relevan digunakan saat ini.
Beberapa perawatan bayi yang salah seperti yang telah dijelaskan di atas dapat berakibat fatal, bahkan kematian jika tidak segera ditinggalkan dan ditangani jika ada masalah kesehatan yang muncul.
Tentu Mama tidak ingin terjadi apa-apa pada si Kecil, bukan? Untuk itu, Mama perlu lebih berhati-hati dan tidak percaya begitu saja dengan metode perawatan bayi.
Tidak ada salahnya jika ingin menerapkan apa yang orangtua Mama terapkan dulu, namun harus dipilih-pilih kembali dan dipikirkan apakah metode tersebut masuk akal dan aman atau tidak untuk si Kecil.
Itu dia penjelasan mengenai kesalahan perawatan bayi baru lahir menurut dokter yang dapat Mama pelajari. Semoga bermanfaat, Ma!






















