Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Kapan Waktu Tepat Minum Zat Besi untuk Bayi? Ini Panduannya

Kapan Waktu Tepat Minum Zat Besi untuk Bayi? Ini Panduannya
Pexels/Pixabay
  • Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin, perkembangan otak, daya tahan tubuh, metabolisme energi, dan pencegahan anemia defisiensi besi pada bayi.
  • Bayi ASI umumnya belum memerlukan suplemen selama empat bulan pertama; mulai usia empat bulan dapat diberikan zat besi oral 1 mg/kg berat badan per hari.
  • Pemberian terbaik dilakukan pagi saat perut kosong; bila mual, berikan setelah makan. Jarakkan dari susu 1–2 jam dan kombinasikan dengan vitamin C.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pemberian zat besi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam mendukung tumbuh kembang bayi. Mineral ini berperan penting dalam pembentukan sel darah merah serta membantu memenuhi kebutuhan tubuh selama masa pertumbuhan.

Namun, tidak sedikit orangtua yang masih bingung mengenai kapan waktu yang tepat untuk memberikan suplemen zat besi kepada bayi. 

Mengetahui waktu dan cara pemberian yang tepat dapat membantu memastikan kebutuhan zat besi si Kecil terpenuhi secara optimal.

Lantas, kapan waktu yang tepat minum zat besi untuk bayi? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com rangkum. 

  1. 1. Apakah bayi membutuhkan vitamin zat besi?

    Apakah bayi membutuhkan vitamin zat besi?
    Pexels/Nataliya Vaitkevich

    Zat besi merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. 

    Nutrisi ini berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. 

    Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, bayi berisiko mengalami anemia defisiensi besi yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya. 

  2. 2. Manfaat vitamin zat besi untuk bayi

    Manfaat vitamin zat besi untuk bayi
    Magnific/magnific

    Terdapat beberapa manfaat mengonsumsi zat besi, antara lain:

    • Mendukung perkembangan otak
      Zat besi berperan penting dalam perkembangan otak bayi, termasuk membantu proses pembentukan dan kerja sel-sel saraf. Asupan zat besi yang cukup mendukung kemampuan belajar, berpikir, dan perkembangan kognitif anak.
    • Membantu pembentukan sel darah merah
      Zat besi dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Dengan begitu, kebutuhan zat besi yang tercukupi dapat membantu mencegah anemia akibat kekurangan zat besi.
    • Mendukung tumbuh kembang bayi
      Kecukupan zat besi membantu berbagai proses penting dalam tubuh, sehingga dapat menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal.
    • Menunjang sistem kekebalan tubuh
      Zat besi juga berperan dalam fungsi sistem imun. Asupan yang cukup membantu tubuh menjalankan mekanisme pertahanan terhadap berbagai infeksi.
    • Mendukung produksi energi
      Zat besi terlibat dalam proses metabolisme energi di dalam sel. Kecukupan zat besi membantu tubuh menggunakan oksigen dan menghasilkan energi yang dibutuhkan bayi untuk beraktivitas dan berkembang.

  3. 3. Usia ideal untuk memberikan zat besi untuk bayi

    Usia ideal untuk memberikan zat besi untuk bayi
    Magnific/cookie_studio

    Melansir Healthy Children, selama empat bulan pertama kehidupan, bayi yang mendapatkan ASI umumnya belum membutuhkan tambahan zat besi dari vitamin. 

    Hal ini karena bayi memiliki cadangan zat besi yang diperoleh sejak berada di dalam kandungan dan cadangan tersebut masih cukup untuk mendukung pertumbuhan awalnya.

    Namun, memasuki usia empat bulan ke atas, cadangan zat besi tersebut mulai berkurang. Pada saat yang sama, kebutuhan zat besi bayi meningkat seiring dengan pertumbuhan tubuhnya. 

    Karena itu, bayi berusia empat bulan dapat diberikan suplementasi zat besi oral sebanyak 1 mg/kg berat badan per hari. Berdasarkan laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari. 

    Saat sudah memasuki MPASI, perkenalkan juga makanan yang mengandung zat besi. Makanan pendamping yang mengandung zat besi bisa diperoleh dari daging maupun sayuran berwarna hijau. 

    Di sisi lain, bayi yang memiliki kondisi tertentu dapat berbeda pemberian idealnya. Jika selama kehamilan atau persalinan terdapat komplikasi, seperti Mama mengalami diabetes, bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur, atau memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan usia kehamilannya, vitamin zat besi dapat dimulai sejak bulan pertama setelah lahir.

  4. 4. Kapan waktu yang tepat bayi minum zat besi?

    Kapan waktu yang tepat bayi minum zat besi?
    Pixabay/Jarmoluk

    Waktu terbaik bayi minum vitamin zat besi adalah pagi hari saat perut kosong, yaitu 30 menit hingga satu jam sebelum makan atau dua jam setelah makan. 

    Namun, jika bayi mudah mual atau muntah, Mama bisa memberikannya sesaat setelah makan atau beri camilan ringan terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya. 

    Sebaiknya beri jarak satu sampai dua jam dari konsumsi susu karena bisa merusak penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Mama juga bisa memasukan zat besi dengan makanan atau buah sumber vitamin C agar penyerapan di dalam tubuh meningkat. 

    Demikian pembahasan mengenai kapan waktu yang tepat minum zat besi untuk bayi. Semoga informasinya membantu, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More