Pemilihan jenis pakaian sesuai musim dan cuaca sangat penting agar si Kecil tetap merasa nyaman. Meskipun Indonesia hanya memiliki dua musim, Mama tetap perlu menyiapkan pakaian yang cocok digunakan bayi sesuai dengan cuaca.
Cara Memilih Pakaian Bayi saat Musim Kemarau

- Pakaian bayi saat kemarau sebaiknya berbahan katun atau kain ringan, berlapis tipis, tidak sesak, serta melindungi dari matahari; hindari kaus kaki dan sepatu saat di dalam ruangan.
- Untuk tidur, pilih bahan lembut dan mudah menyerap udara; suhu panas dapat meningkatkan risiko SIDS. Hindari kain tebal seperti flanel, dan sesuaikan pakaian dengan suhu ruangan.
- Bayi perlu diganti pakaian dua hingga tiga kali sehari atau saat berkeringat, terkena makanan, air liur, maupun popok bocor, demi menjaga kulit tetap kering dan mencegah ruam.
Saat kemarau, cuaca menjadi lebih panas dan membuat keringat mengalir lebih deras dari biasanya. Penggunaan pakaian yang tepat sangat membantu si Kecil bisa beraktivitas dan mencegah rewel.
Jangan asal pilih karena berpengaruh pada kenyamanan bayi, Ma.
Ini dia cara memilih pakaian bayi saat musim kemarau yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!
Table of Content
Ciri Pakaian Bayi yang Ideal Saat Musim Panas

Ilustrasi baju bayi yang nyaman(pexels.com/Sarah Chai) Memilih pakaian bayi memang perlu ekstra kesabaran dan pengetahuan. Jangan sampai memilihnya secara asal dan akhirnya membuat si Kecil menjadi tidak nyaman dan rewel karena pakaiannya tidak sesuai kondisi.
Ada beberapa pedoman umum yang menjadi himbauan aturan dalam memilih pakaian bayi.
Mengutip dari Mom Cozy, pakaian yang cocok digunakan bayi di rumah adalah body suit katun atau jump suit tanpa lengan.
Selain itu, pilihlah pakaian yang terbuat dari kain ringan untuk memberikan perlindungan dari sinar matahari.
Jika dikenakan kemeja atau celana, sebaiknya melewati pergelangan tangan atau kaki, namun jangan terlalu panjang.
Pastikan Pakaian Mendukung Kenyamanan Bayi

ilustrasi memilih baju bayi yang simpel dipakai(pexels.com/Jonathan Borba) Memilih pakaian bayi jangan hanya memerhatikan tampilan, warna, atau modelnya saja. Sebaiknya Mama memilih pakaian musim panas yang dirancang khusus untuk menjaga si Kecil tetap nyaman.
Dalam memilih pakaian musim panas bayi, pilihlah pakaian yang memungkinkan si Kecil untuk:
- Bernapas dengan baik (tidak sesak)
- Terlindungi dari matahari
- Tetap merasa nyaman
- Merasa lapisan pakaian ringan
- Hindari kaos kaki dan sepatu di dalam ruangan agar kulit bisa bernapas.
Mengutip dari NHS, pakaian bayi saat siang hari sebaiknya juga terdiri dari satu lapisan saja dan pastikan si Kecil mengenakan topi atau berada di tempat teduh sebanyak mungkin.
Pakaian yang memenuhi hal tersebut akan menunjang bayi baru lahir merasa nyaman dan meminimalisir rewelnya akibat cuaca panas, Ma.
Pakaian Tidur Bayi yang Cocok saat Kemarau

Ilustrasi bayi tidur (Pexels.com/Yan Krukau) Kemarau membuat suhu sekitar menjadi lebih meningkat dari biasanya. Para ahli mengatakan bahwa suhu yang terlalu panas saat tidur dapat meningkatkan risiko SIDS pada bayi, Ma.
Untuk itu, pemilihan pakaian yang lebih sejuk untuk bayi sangat penting. Sebaiknya kenakan bayi pakaian yang lembut dan mudah dihirup untuk mencegah hal tersebut.
Lebih lanjut, berikut ini beberapa pilihan pakaian tidur bayi yang dapat dipilih saat musim kemarau:
- Pilih body suit ringan atau sleepsack jika cuaca tidak terlalu hangat
- Jika cuaca cukup hangat sekitar 24 derajat celcius, bayi bisa dikenakan popok dan kain bedong saja atau mengenakan pakaian berbahan kain muslin
- Hindari memakai kain yang sangat tebal, seperti bulu domba atau kain flanel
- Pilih piyama dengan bahan viscose yang lembut dan tidak terlalu panas.
Kapan Harus Mengganti Pakaian Bayi saat Cuaca Panas?

ilustrasi baju bayi (unsplash.com/thenixcompany) Saat kondisi cuaca panas, bayi akan lebih banyak berkeringat. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berisiko muncul biang keringat yang membuat si Kecil menjadi lebih rewel.
Perubahan cuaca membuat Mama perlu mencuci pakaian lebih banyak dari biasanya. Sebaiknya ganti pakaian si Kecil setiap beberapa waktu.
Mama dapat mengganti pakaian bayi baru lahir setidaknya dua hingga tiga kali dalam sehari, dan ganti popoknya jika sudah cukup penuh.
Pakaian perlu diganti untuk menjaga kulit bayi tetap kering dan terhindar dari ruam kulit.
Pakaian bayi perlu diganti saat bayi terlalu sering berkeringat saat tidur, atau setelah makan dan banyak makanan yang berjatuhan di sekitar bajunya.
Saat bayi masih mengeluarkan banyak air liur atau popoknya bocor, Mama juga perlu mengganti bajunya untuk menghindari tumpukan bakteri.
Itu dia cara memilih pakaian bayi saat musim kemarau. Pakaian yang dipilih sebaiknya yang mendukung kenyamanan bayi agar tidak rewel dan mencegah berbagai kemungkinan buruk akibat cuaca panas, Ma.
Yuk coba diterapkan, Ma!





















