Melansir Healthy Children, selama empat bulan pertama kehidupan, bayi yang mendapatkan ASI umumnya belum membutuhkan tambahan zat besi dari vitamin.
Hal ini karena bayi memiliki cadangan zat besi yang diperoleh sejak berada di dalam kandungan dan cadangan tersebut masih cukup untuk mendukung pertumbuhan awalnya.
Namun, memasuki usia empat bulan ke atas, cadangan zat besi tersebut mulai berkurang. Pada saat yang sama, kebutuhan zat besi bayi meningkat seiring dengan pertumbuhan tubuhnya.
Karena itu, bayi berusia empat bulan dapat diberikan suplementasi zat besi oral sebanyak 1 mg/kg berat badan per hari. Berdasarkan laman Ikatan Dokter Anak Indonesia, kebutuhan zat besi bayi usia 6-12 bulan adalah 11 mg per hari.
Saat sudah memasuki MPASI, perkenalkan juga makanan yang mengandung zat besi. Makanan pendamping yang mengandung zat besi bisa diperoleh dari daging maupun sayuran berwarna hijau.
Di sisi lain, bayi yang memiliki kondisi tertentu dapat berbeda pemberian idealnya. Jika selama kehamilan atau persalinan terdapat komplikasi, seperti Mama mengalami diabetes, bayi lahir dengan berat badan rendah, lahir prematur, atau memiliki ukuran tubuh lebih kecil dibandingkan usia kehamilannya, vitamin zat besi dapat dimulai sejak bulan pertama setelah lahir.