Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Sensory Play Bayi: Manfaat dan Ide Permainan Sesuai Usia
Pexels/Bayu Agung Riyantoro
  • Sensory play adalah aktivitas eksplorasi sentuhan, penciuman, rasa, penglihatan, dan pendengaran yang juga melatih gerakan, keseimbangan, serta kesadaran spasial bayi.
  • Permainan sensorik mendukung motorik halus dan dasar, kognitif, bahasa, interaksi sosial, serta efek menenangkan; stimulasi sensorik disebut membantu koneksi saraf dan fleksibilitas struktur otak.
  • Aktivitas perlu disesuaikan usia: bayi awal dapat memakai rattle, kartu kontras, dan tummy time; usia lebih besar dapat mencoba tekstur, air, balok, playdoh, atau lukisan jari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sensory play adalah aktivitas bermain yang merangsang sentuhan, penciuman, rasa, penglihatan, pendengaran, gerakan, keseimbangan, dan kesadaran spasial bayi serta anak.
  • Who?
    Bayi usia 0–12 bulan dan balita usia 1–2 tahun dapat melakukan sensory play dengan pendampingan orang tua atau pengasuh.
  • Where?
    Aktivitas dapat dilakukan dalam rutinitas harian di rumah, taman bermain, atau area publik yang mudah dijangkau.
  • When?
    Permainan diberikan bertahap sesuai usia dan kemampuan anak, mulai dari bayi 0–3 bulan hingga balita 1–2 tahun.
  • Why?
    Sensory play digunakan untuk mendukung perkembangan motorik halus dan dasar, kognitif, bahasa, interaksi sosial, serta membantu anak merasa lebih tenang.
  • How?
    Permainan dilakukan melalui eksplorasi tekstur, warna, suara, air, cermin, buku bertekstur, bola, blok, rattle, playdoh, lukisan jari, dan alat musik sesuai tahap usia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bayi bisa bermain sambil mengenal sentuhan, suara, warna, bau, dan rasa. Ini namanya sensory play. Bayi dapat pakai mainan lembut, bola, buku bertekstur, atau bermain air. Permainannya dipilih sesuai umur. Bermain begini membantu bayi belajar bergerak, bicara, berpikir, berteman, dan jadi lebih tenang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sensory play menawarkan ruang belajar yang menyenangkan melalui pengalaman langsung, dari tekstur lembut hingga suara dan warna. Dengan pilihan permainan yang dapat disesuaikan menurut usia, aktivitas sederhana ini memberi bayi kesempatan bertahap untuk melatih gerak, komunikasi, rasa ingin tahu, serta interaksi dengan lingkungan sekitarnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sensory play jadi aktivitas penting yang dapat memaksimalkan tumbuh kembang si Kecil. Bukan sekadar tren, permainan sensorik sangat baik untuk menstimulasi kepekaan indranya.

Aktivitas ini mendorong anak untuk eksplorasi secara langsung tentang apa saja yang mereka rasakan. Mengenal berbagai tekstur, warna, suara, aroma, hingga rasa akan membantu anak dalam memahami dunia yang ada di sekitar mereka. 

Tentu sensory play memiliki segudang manfaat yang berdampak pada tumbuh kembang si Kecil. Namun, perlu dilakukan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuannya. 

Yuk, mengenal sensory play bayi mulai dari manfaat hingga ide permainan sesuai usia yang telah Popmama.com rangkum berikut ini!

Apa itu Sensory Play?

Pexels/Carla Schizzi

Sensory play semakin banyak diterapkan oleh orangtua sebagai sarana bermain sekaligus belajar bagi anak-anak. Permainan yang dilakukan mengandalkan eksplorasi secara langsung yang membantu merangsang indranya.

Melansir dari Montessori Academy, sensory play merupakan aktivitas yang merangsang indra sentuhan, penciuman, rasa, penglihatan, dan pendengaran. Rangsangan ini juga termasuk mengembangkan gerakan, keseimbangan, dan kesadaran spasial anak.

Saat bermain sensory play, otak akan merekam pengalaman baru bagi anak yang nantinya akan dilakukan saat diperlukan. Aktivitas ini yang menjadi awal mula anak mengenal dan memahami berbagai aktivitas yang kompleks kedepannya, Ma.

Manfaat Sensory Play untuk Bayi

Pexels/Pavel Danily

Sensory play memiliki banyak manfaat untuk bayi dan sebisa mungkin terdapat dalam rutinitas harian anak. Dalam pendidikan Montessori, eksplorasi sensorik yang menjadi pembelajaran sehari-hari dengan kegiatan dapat mendorong kemandirian, konsentrasi, dan hubungan yang mendalam dengan lingkungan. 

Sebuah studi dari The Cochrane Database of Systematic Reviews (2024) juga menyimpulkan bahwa stimulasi sensorik membantu koneksi saraf dan membuat struktur otak lebih fleksibel, sehingga bayi lebih mudah belajar hal baru.

6 Manfaat Sensory Play untuk Bayi

1. Melatih keterampilan motorik halus

Pexels/Yan Krukau

Sensory play membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak. Motorik halus merupakan kemampuan dalam mengkoordinasikan otot-otot kecil seperti jari atau pergelangan tangan yang melibatkan koordinasi antara mata dan tangan.

Permainan yang berfokus pada membangun, mencampur, atau menuang akan mendorong anak memiliki kemampuan mengikat tali sepatu, menulis, membuka resleting, dan lain-lain.

2. Membantu keterampilan motorik dasar

Magnific/krakenimages.com

Keterampilan motorik dasar merupakan aktivitas yang menggunakan otot besar di tubuh are lengan, kaki, dan perut. Melansir dari Cleveland Clinic, aktivitas ini meliputi duduk, merangkak, melompat, dan berlari. 

Perbanyak sensory play akan membantu anak berlatih dan merekam pengalamannya yang akan membantu mengkoordinasikan otak dengan ototnya.

3. Merangsang pertumbuhan kognitif

Pexels/Nano Erdozain

Sensory play juga berguna dalam merangsang pertumbuhan kognitif bayi yang melatih keterampilan pemecahan masalah. Permainan ini membantu mereka mengeksplorasi pengalaman yang berbeda dan menghadapi berbagai tantangan.

Si Kecil nantinya akan menjadi lebih aktif bertanya, memikirkan bagaimana sesuatu bekerja, melakukan eksperimen, dan juga menganalisis hasil dari apa yang mereka lakukan, Ma.

4. Melatih kemampuan bahasa

ilustrasi ibu dan bayi (magnific.com/freepik)

Kemampuan bahasa bayi juga dapat dilatih lewat sensory play. Permainan ini membantu mereka belajar melalui pengalaman sekaligus mempelajari berbagai cara mengkomunikasikan emosi, keinginan, dan kebutuhan mereka. 

Melatih kemampuan indra anak juga akan mendorong mereka untuk belajar menggambarkan apa yang mereka lakukan dan rasakan. Hal ini yang akhirnya mendorong anak dapat menggunakan kata-kata yang lebih deskriptif dalam berkomunikasi.

5. Mendorong interaksi sosial

Magnific/Magnific

Sensory play bersama teman sebaya juga mendorong si Kecil mengembangkan keterampilan sosial. Permainan yang dilakukan dengan teman tentu mendorong bayi belajar berkomunikasi, memecahkan masalah, dan belajar beradaptasi dengan orang lain.

Permainan yang dilakukan juga bisa dilakukan di tempat atau area publik yang mudah dijangkau, misalnya taman bermain atau sekadar bermain dengan blok bangunan. Tujuannya untuk melatih kemampuan interaksi sosialnya, Ma.

6. Memberi efek menenangkan

Pexels/Polesie Toys

Permainan yang melatih kemampuan indra ini ternyata juga memberi efek menenangkan bagi anak. Sensory play dapat membantu anak untuk tenang, hal yang penting dalam proses tumbuh kembangnya.

Anak yang sedikit lambat tumbuh kembangnya atau hiperaktif dan kesulitan dalam memperhatikan dapat diatasi dengan sensory play, karena dapat membantu mengatur tingkat gairah secara keseluruhan.

Ide Sensory Play Sesuai Usia Bayi

Magnific/Magnific

Sensory play dapat diberikan sesuai dengan usia anak untuk menyesuaikan kemampuan dan pemahamannya. Tentu pemainan yang dilakukan bayi di bawah satu tahun akan berbeda dengan balita yang tumbuh kembangnya lebih jauh.

Permainan yang diberikan sesuai usia juga dapat ditingkatkan tantangannya untuk membantu anak dalam meningkatkan kemampuannya.

4 Ide Sensory Play sesuai Usia Anak

Bayi 0-3 Bulan

Pada awal kehidupan, sensory play berfokus pada pengenalan indra untuk memahami dunia baru bagi bayi. Mengutip dari Big Blu Marble Academy, tahun pertama kehidupan menjadi waktu yang tepat untuk melatih sensorik bayi, sebab otak membentuk lebih dari satu juta koneksi saraf baru setiap detik.

Permainan yang dirancang dapat sederhana dan membantu melatih fokus mereka. Berikut beberapa ide sensory play untuk bayi usia 0-3 bulan:

  • Mainan bertekstur lembut (eksplorasi tekstur)

  • Rattle lembut (stimulasi pendengaran)

  • Kartu hitam dan putih (stimulasi visual)

  • Tummy time dengan tikar (pengenalan tekstur)

  • Bernyanyi dan berbicara (kembangkan proses pendengaran)

Bayi 4-6 Bulan

Pada usia ini, Mama sebaiknya mengenalkan si Kecil dengan sensory play yang membantu kemampuan menjangkau dan mencengkram. Saat si Kecil telah mendapatkan lebih banyak kendali atas gerakan, mereka siap untuk bermain dengan lebih interaktif. 

Berikut beberapa ide sensory play untuk bayi usia 4-6 bulan:

  • Mainan kusut dan buku dengan sensor suara 

  • Bola lembut dengan tekstur yang berbeda (latih kemampuan meraih dan menggenggam)

  • Cermin untuk bayi (eksplorasi visual)

  • Mainan tumbuh gigi (sensorik oral)

  • Mainan alat musik (eksplorasi sentuhan)

Bayi 7-12 Bulan

Selanjutnya, si Kecil bisa mulai diajak untuk eksplorasi banyak hal yang lebih kompleks. Pada usia ini, bayi sudah dapat menemukan sebab dan akibat dari apa yang mereka lakukan.

Sensory play yang meningkat level ini cocok untuk bayi yang sudah memasuki tahapan penjelajah dengan rasa penasaran tinggi.

Berikut beberapa ide permainannya:

  • Bola dengan tonjolan, punggungan, atau bahan kusut

  • Susun cangkir atau cincin dalam berbagai warna dan tekstur

  • Bermain air menggunakan cangkir dan mainan pemeras

  • Buku dengan tekstur untuk pengalaman sentuh dan rasakan

  • Blok yang lembut dengan berbagai warna dan tekstur

Balita 1-2 Tahun

Memasuki usia balita, si Kecil perlu mendapatkan pengalaman yang lebih beragam dan penuh tantangan. Mereka telah mandiri dan umumnya tertarik pada pengalaman yang melatih sentuhan. 

Berikut beberapa ide permainan yang bisa diterapkan untuk anak usia 1-2 tahun:

  • Tempat sampah sensorik dengan nasi, kacang-kacangan, atau pasta

  • Bermain dengan playdoh atau tanah liat (meremas dan membentuk)

  • Lukisan jari (eksplorasi bentuk dan warna)

  • Meja air dengan cangkir, corong, dan sendok

  • Teka-teki bertekstur dengan tombol yang mudah digenggam

  • Mainan musik yang merespon dorongan, tarik, atau putaran.

Semakin banyak pengalaman yang diberikan pada balita, semakin banyak pula koneksi saraf yang dibentuk untuk pembelajaran di masa depan. Hal ini juga sangat membantu dalam perkembangan motorik halus mereka. 

Itu dia penjelasan mengenai sensory play bayi mulai dari manfaat hingga ide permainan sesuai usia. Semoga menambah ide dan inspirasi Mama!

Curated For You

Editorial Team

Related Article