Ini 9 Cara Mudah dan Ampuh untuk Mengatasi Biang Keringat Bayi

Apa penyebab biang keringat, si biang kerok rewelnya bayi?

31 Juli 2020

Ini 9 Cara Mudah Ampuh Mengatasi Biang Keringat Bayi
Pixabay.com/ manuitza0

Di negara tropis seperti Indonesia ini, biang keringat tak pelak menjadi momok bagi bayi. Apalagi di musim panas, saat hujan jarang turun. 

Walau rumah mama bersuhu sejuk karena aliran udaranya baik atau menggunakan pendingin ruangan, namun bayi bisa jadi tetap kegerahan karena kemampuan tubuhnya untuk menurunkan suhu tubuh belum sempurna.

Apakah si Kecil di rumah juga mengalaminya?

Yuk, kenali penyebab dan cara ampuh mengatasi biang keringat bayi, dalam ulasan Popmama.com berikut ini:

Definisi Biang Keringat

Definisi Biang Keringat
verywellhealth.com

Biang keringat adalah ruam, berupa bintik-bintik kemerahan yang muncul di kulit si Kecil. Tak hanya bayi, sebenernya biang keringat bisa terjadi pada siapapun juga, tanpa pandang usia. Akan tetapi, biang keringat memang paling sering mendera bayi. 

Hal ini terjadi akibat penyumbatan pada kelenjar keringat yang tersebar di kulit si Kecil. Penyumbatan itu bisa terjadi karena sel-sel kulit yang mati, atau kotoran lainnya.

Biang keringat bisa muncul di mana pun. Namun, bagian lipatan bayilah yang paling sering mengalami hal ini, seperti lipatan leher atau lengan. Bagian yang jarang mendapat sirkulasi udara seperti punggung atau daerah yang tertutup oleh popok juga bisa mengalami biang keringat. Bintik-bintik kemerahan ini bisa jadi menimbulkan rasa gatal yang akhirnya meradang dan memanas, membuat bayi menjadi rewel karena tak nyaman.

Penyebab Biang Keringat

Penyebab Biang Keringat
Pixabay/Jill Wellington

Penyebab utama biang keringat tentu saja suhu udara yang panas serta lingkungan yang lembap. Hal ini diperparah dengan tidak adanya sirkulasi udara. Biang keringat juga bisa muncul akibat si Kecil demam atau terlalu aktif bergerak.

Bayi dan anak-anak sangatlah rentan didera oleh biang keringat ini dibandingkan dengan orang dewasa. Sebab, kelenjar dan saluran keringatnya belum sepenuhnya berkembang. 

Namun, biang keringat juga mudah diatasi. Ini cara mengatasi biang keringat bayi, Ma:

1. Hindari panas dan lingkungan yang lembap

1. Hindari panas lingkungan lembap
Pixabay/Pexels

Jika si Kecil mengalami biang keringat, Mama harus telisik lebih jauh, apakah sirkulasi udara di rumah tidak bekerja dengan baik? Jika tidak, Mama sebaiknya memindahkan Si Kecil ke ruangan yang lebih sejuk dengan udara yang mengalir. 

Jika Mama memang berencana mengajak si Kecil berjalan-jalan, jika memungkinkan, alih-alih memberi si Kecil topi, cobalah membawa payung yang bisa menahan panas. Topi justru akan menutupi kulit kepala bayi dan Mama harus rajin mengelapnya agar biang keringat tak terjadi di kulit kepalanya. Jangan lupa pula membawa kipas, Ma. Dinginkan kulitnya dengan mengipasi saat ia banyak mengeluarkan keringat. 

2. Pastikan si Kecil banyak mengonsumsi ASI

2. Pastikan si Kecil banyak mengonsumsi ASI
Pixabay/Alfonso Cerezo

Saat berpergian ataupun suhu meningkat di rumah dan si Kecil banyak mengeluarkan keringat, hal ini tentunya meningkatkan risiko datangnya biang keringat. Mama jangan sampai lupa memastikan agar si Kecil mengonsumsi banyak ASI, ya. 

Hal ini berguna untuk mengganti semua cairan yang hilang dari tubuhnya saat udara panas, sehingga ia tak mengalami dehidrasi. Jika biang keringat semakin memerah, ASI juga berfungsi mempercepat kesembuhan si Kecil ASI juga berfungsi sebagai antiinflamasi.

Editors' Picks

3. Perhatikan bahan pakaian si Kecil

3. Perhatikan bahan pakaian si Kecil
Pixabay/Freestocks Photos

Saat suhu sekitar sedang memanas, berikan pakaian yang tipis untuk dikenakan si Kecil. Pilihlah yang bebahan katun hingga dapat menyerap keringatnya. Ganti sesegara mungkin bila sudah basah oleh keringat, setelah mengeringkan kulitnya.

Teliti sebelum membeli pakaian si Kecil. Bahan-bahan pembuat baju seperti polyester dan nylon akan membuat kulit si Kecil gerah, karena panas tubuhnya justru terperangkap di dalam baju. 

Mama juga perlu memerhatikan ukuran baju bayi. Pilihlah pakaian yang agak longgar hingga sirkulasi udara yang mengenai kulitnya, lebih lancar. Perhatikan juga alas tidur, sarung bantal, atau apapun bahan yang sering digunakan bayi. Sebisa mungkin pilihlah bahan yang terbuat dari katun.

4. Perhatikan suhu air saat mandi

4. Perhatikan suhu air saat mandi
Pixabay/StockSnap

Jika udara sedang panas, Mama perlu pula memerhatikan suhu air mandi. Pastikan air tak terlampau panas. Air yang terlalu hangat justru akan memacu keringatnya, alih-alih menyegarkan si Bayi. Tapi pastikan juga agar airnya tidak terlalu dingin ya Ma, agar si Kecil dapat mandi dengan nyaman. 

5. Keringkan tubuh bayi secara seksama

5. Keringkan tubuh bayi secara seksama
Pixabay/PublicDomainPictures

Setelah mandi, lap tubuh bayi hingga benar-benar kering. Mama perlu teliti saat mengeringkan kulit si Kecil hingga area lipatan kulit serta permukaan kulit bagian lain yang rentan terkena biang keringat. Untuk mempermudah pekerjaan mama, pilih juga handuk dengan bahan katun yang tentunya mudah menyerap air dan mengeringkan kulit si Kecil. 

6. Jaga kebersihan bayi

6. Jaga kebersihan bayi
Pixabay/RitaE

Saat biang keringat mulai datang, biasanya jari si Kecil juga akan mulai rajin menggaruki kulitnya yang gatal. Mama perlu pula menjaga kebersihan serta rajin memotong kuku bayi saat mulai panjang. Dengan demikian, kulit bayi akan terjaga dan lebih cepat pulih. Saat tak berada dalam pengawasan mama secara langsung, sarung tangan katun juga berguna untuk menjaga agar si Kecil tak melukai kulitnya sendiri. 

7. Kurangi sebisa mungkin sentuhan kulit ke kulit

7. Kurangi sebisa mungkin sentuhan kulit ke kulit
Pixabay/samuel Lee

Saat biang keringat mulai muncul, sentuhan dari kulit ke kulit antara Mama dengan si Kecil lebih baik dikurangi. Selain tambahan panas dari suhu di sekitar, kulit si Bayi akan semakin panas jika bersentuhan langsung dengan kulit mama. Sedapat mungkin biarkan ia bermain sendiri dalam pengawasan mama.

8. Jauhi losion dan krim bayi

8. Jauhi losion krim bayi
Pixabay/chezbeate

Hindari penggunaan terlalu banyak krim, losion, minyak, dan juga bedak pada kulit bayi. Alih-alih menyerap keringat, justru bedak dapat menyumbat pori-pori. Demikian pula krim, losion, serta minyak seperti telon. Saat biang keringat mulai muncul, hal terbaik adalah memberi kesempatan bagi kulitnya untuk terpajan pada udara.

9. Konsultasikan dengan dokter

9. Konsultasikan dokter
Pixabay/Rawpixel

Pada tahap tertentu, biang keringat bisa menjadi semakin parah. Mama juga harus memberi perhatian khusus jika biang keringat tak kunjung mereda setelah lima hari. Apalagi jika terdapat infeksi seperti bernanah atau semakin meradang. Bawa si Kecil ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. Bisa jadi dokter akan memberikan krim hidrokortison sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Konsultasikan dulu dengan dokter ya, Ma.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai Cara mengatasi biang keringat bayi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.