Begini Lho Proses Bayi Merangkak, Dimulai dari Tummy Time Saat 3 Bulan

Si Kecil butuh banyak bantuan Mama dalam proses belajar merangkak ini

27 Juni 2019

Begini Proses Bayi Merangkak, Dimulai dari Tummy Time Saat 3 Bulan
freestocks.org

Hal menakjubkan bagi seorang ibu adalah melihat bayinya tumbuh dan makin pintar setiap harinya. Setiap perkembangan si Kecil tentu menjadi sorotan bagi Mama, termasuk saat dia mulai bisa menggeser tubuhnya, berpindah dari satu posisi ke posisi lainnya.

Kemampuan bayi menggeser tubuh inilah yang jadi langkah awal mereka belajar merangkak. Yang Mama perlu tahu, ada tahapan penting sampai bayi benar-benar bisa merangkak. Di sini, Popmama.com merangkum prosesnya, agar Mama bisa lebih mudah mempelajarinya.

1. Tummy Time di umur 3 bulan adalah permulaan

1. Tummy Time umur 3 bulan adalah permulaan
Pexels.com/Victoria Borodinova

Mama bisa bantu si Kecil bersiap memasuki fase merangkak, dengan lebih sering membiasakan dia tengkurap. Hal ini tentu harus dilakukan dengan pengawasan ekstra, agar jangan sampai bayi kebingungan ketika tak bisa membalikkan badannya sendiri.

Dengan memperbanyak waktu tengkurap, si Kecil bakal lebih sering belajar mengangkat kepalanya, yang bisa melatih kekuatan leher, bahu, dan lengannya. Mereka juga akan menendangkan kakinya saat tengkurap, dan ini akan membantu memperkuat pinggul dan kakinya. 

Tengkurap biasanya bikin bayi bosan, karenanya Mama harus punya ide untuk membuatnya bertahan lebih lama dalam posisi ini. Mama bisa meletakkan mainan favoritnya atau ikut tengkurap di depannya, serta mengajaknya bermain, untuk menarik perhatiannya.

Saat usianya 3 bulan, bayi sudah akan bisa tengkurap sendiri dan mulai bergerak menggeliat. 

Editors' Picks

2. Mengangkat badan seperti push-up di usia 4 bulan

2. Mengangkat badan seperti push-up usia 4 bulan
Pexels.com/Henley Design Studio

Si Kecil sudah hampir siap merangkak, ketika Mama mendapati ia mulai bisa mengangkat badan dari posisi tengkurap. Saat usianya masuk 4 bulan, bahu, tangan, dan kakinya sudah semakin kuat, bayi akan mulai berusaha mengangkat tubuhnya dengan tumpuan lengan dan lutut seperti sedang setengah push-up.

3. Mendorong badan dengan lutut menjelang usia 5 bulan

3. Mendorong badan lutut menjelang usia 5 bulan
Pexels.com/Asif Methar

Setelah bisa mengangkat badannya, si Kecil bakal mulai melakukan gerakan lain nih, Ma. Mereka akan mulai bergerak maju dan mundur di atas tumpuan tangan dan kaki, sampai akhirnya menyadari bahwa jika dia mendorong dengan lututnya, dia akan bisa bergerak sendiri. Biasanya, ia akan melakukan ini di usia sekitar 5 bulanan. 

4. Bergeser dari tempat semula di usia 6 bulan

4. Bergeser dari tempat semula usia 6 bulan
Pexels.com/Rene Asmussen

Menyadari bahwa dirinya bisa bergerak dengan mendorong lutut, bayi akan senang dan berusaha melakukannya terus sampai dia bisa bergeser dari tempatnya semula, ke tempat lain dengan jarak yang tak terlalu jauh. Inilah yang kemudian memicu si Kecil untuk bergerak lebih banyak lagi. Di umurnya yang 6 bulan, Mama harus mulai merangsangnya untuk bergerak maju, misalnya dengan mengiming-imingi mainan kesukaannya di depannya. Ia akan bergerak meraihnya. Seru!

5. Umur 6 bulan, mulai merangkak!

5. Umur 6 bulan, mulai merangkak
Pexels.com/ Pixabay

Kekuatan tangan dan kaki yang sudah benar-benar sempurna, akan membantu si Kecil untuk tak sekedar bergeser dari tempatnya tengkurap. Setelah bisa bergerak dengan lututnya, si Kecil bakal mulai bisa melakukannya berulang dengan lututnya yang lain. Tada! Akhirnya dia bisa merangkak!

Bayi biasanya mulai merangkak di usai 6 sampai 10 bulan. Ketika bayi merangkak, mereka juga mengawasi sekitar dengan pandangan mata. Mama bisa merangsang si Kecil berpindah tempat, dengan meletakkan mainan kesayangan mereka di tempat yang lebih jauh, yang masih bisa dijangkau. 

Tak jarang bayi juga melewatkan fase merangkak ini, dan langsung bisa berdiri, bergeser dengan kaki, lalu berjalan. Ini wajar, Ma. Yang perlu dikhawatirkan jika hingga usia 12 bulan si kecil tidak menunjukkan tanda-tanda bisa berpindah dari tempatnya. Segera konsultasi dengan dokter jika itu terjadi ya, Ma.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.