Seperti halnya setiap generasi baru, anak-anak Gen Alpha membawa tantangan dan pertimbangan unik mereka sendiri bagi orangtua mereka. Perbedaan mencolok antara Gen Alpha dan generasi sebelumnya adalah pengalaman dan ekspektasi mereka terhadap teknologi dan media.
Mereka diprediksi akan menjadi generasi yang paling melek teknologi, dengan anak pertama lahir pada tahun 2010, tahun yang sama dengan peluncuran iPad pertama dan peluncuran Instagram. Teknologi-teknologi ini kini begitu lazim dalam kehidupan anak muda sehingga terasa seperti teman yang penting.
Media sosial, inovasi digital, dan ponsel pintar hanyalah beberapa contoh teknologi yang baru bagi kita, tetapi sudah umum bagi generasi ini. Banyak orangtua Milenial memperkenalkan media kepada anak-anak mereka melalui perangkat bahkan sebelum mereka dapat berbicara. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan dampak konten ini terhadap ide dan opini generasi muda.
Dengan platform jejaring sosial, anak-anak memiliki informasi di ujung jari mereka. Baik itu menonton influencer favorit mereka, berinteraksi dengan konsumen lain, atau terpapar berbagai topik, media dapat memengaruhi cara anak-anak memandang lingkungan mereka.
Munculnya teknologi telah memicu perdebatan tentang pemantauan dan pengendaliannya. Berbeda dengan generasi sebelumnya, Generasi Alpha terlahir di era teknologi dan secara naluriah menggunakannya, terutama layar sentuh. Tidak ada solusi universal untuk masalah penggunaan teknologi di usia muda, meskipun penelitian terus berkembang seiring bertambahnya usia Generasi Alpha.
Sementara itu, orangtua akan memutuskan apa yang terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun dapat meningkatkan pengalaman dan pengetahuan pendidikan, kekhawatiran akan waktu layar yang terlalu lama juga dapat memengaruhi perkembangan anak.
Membesarkan anak Generasi Alpha memiliki pro dan kontra karena banyaknya informasi yang tersedia bagi orangtua. Orangtua modern dapat menemukan jawaban atas hampir semua pertanyaan secara daring.
Namun, akses ini memunculkan banyak pendapat tentang metode pengasuhan, beberapa didukung oleh fakta ilmiah dan yang lainnya tidak, sehingga sulit untuk membedakan antara nasihat yang bermanfaat dan yang berbahaya. Dalam kasus ini, sebaiknya teliti apa yang orangtua bisa dan tetapkan batasan atau harapan yang konsisten untuk si Kecil.
Itu informasi tentang hasil survei BPS yang mengungkapkan bahwa Gen Alpha usia 0-4 tahun kini mendominasi Indonesia. Menarik bukan, Ma?