Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Bayi Makan Nasi Kuning? Simak Penjelasannya

Bolehkah Bayi Makan Nasi Kuning? Simak Penjelasannya
Magnific/KamranAydinov
  • Bayi boleh makan nasi kuning saat MPASI, dengan penyajian yang disesuaikan terutama pada tekstur makanan.

  • Tekstur MPASI perlu mengikuti usia: puree mulai 6 bulan, lumat atau cincang pada tahap berikutnya, hingga makanan keluarga yang dihaluskan pada usia 12–24 bulan.

  • Nasi kuning mengandung santan dan kunyit; santan menyediakan lemak, vitamin, serta mineral, sementara kunyit mengandung kurkumin bersifat antioksidan dan antiinflamasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat sedang mengeksplorasi MPASI untuk si Kecil, Mama mungkin penasaran dengan menu yang bisa ikut dinikmatinya, termasuk nasi kuning.

Warnanya yang cerah dan aromanya yang khas memang menggugah selera, tetapi nasi kuning biasanya dibuat dengan santan serta tambahan bumbu yang cukup beragam.

Lantas, bolehkah bayi makan nasi kuning? Simak penjelasan dari Popmama.com tentang apakah bayi boleh makan nasi kuning berikut ini.

  1. Bolehkah Bayi Makan Nasi Kuning?

    Bolehkah Bayi Makan Nasi Kuning?
    Pexels/Helena Lopes

    Saat masa MPASI, Mama ingin si Kecil mengenal sebanyak mungkin makanan, dan mungkin salah satunya adalah nasi kuning.

    Lantas, bolehkah bayi makan nasi kuning? Jawabannya adalah boleh, Ma.

    Bayi diperbolehkan makan nasi kuning, tetapi dengan memperhatikan hal-hal tertentu, salah satunya tentang tekstur.

  2. Tekstur Nasi Kuning untuk Bayi

    Tekstur Nasi Kuning untuk Bayi
    Magnific/magnific

    Memberi si Kecil nasi kuning tidak sama seperti orang dewasa, ya, Ma. Karena masih dalam masa MPASI, nasi kuning perlu disesuaikan dengan kebutuhan si Kecil.

    Salah satu paling utama adalah tentang tekstur yang tepat. Setiap bayi dari berbagai kelompok usia memiliki tingkatan tekstur MPASI yang berbeda-beda.

    Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), berikut adalah pembagian tekstur yang tepat berdasarkan usia bayi.

    • Mulai usia 6 bulan: makanan dihaluskan menjadi bubur kental (puree).

    • Usia 6-9 bulan: makanan bertekstur bubur kental (puree) atau dilumatkan halus (mashed).

    • Usia 9-12 bulan: makanan yang dicincang halus (minced), cincang kasar (chopped) atau finger foods.

    • Usia 12-24 bulan: makanan keluarga yang dihaluskan secukupnya.

    Selain itu, dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), memberikan berbagai macam tekstur kepada bayi dapat membantu si Kecil menerima lebih banyak jenis makanan, melatih keterampilan motorik halusnya, dan membantunya mengembangkan kemampuan mengunyah.

    Jika Mama ingin memberikan nasi kuning kepada bayi, pastikan teksturnya sudah sesuai usia si Kecil, ya, Ma.

  3. Manfaat Nasi Kuning untuk Bayi

    Manfaat Nasi Kuning untuk Bayi
    Magnific/magnific

    Nasi kuning ternyata memiliki sejumlah manfaat untuk bayi, lho, Ma, terutama pada kandungan santan dan kunyit dalam nasi kuning.

    Dilansir dari Parenting Firstcry, santan mengandung lemak yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan kulit, sekaligus membantu menjaga tubuh tetap hangat. Santan juga memiliki beberapa vitamin dan mineral, seperti zat besi, magnesium, zinc, vitamin C, dan vitamin E.

    Sementara itu, kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Kunyit juga dapat membantu mendukung pencernaan dan daya tahan tubuh.

    Nah, itulah penjelasan tentang bolehkah bayi makan nasi kuning. Semoga informasi ini bisa membantu Mama lebih tenang saat mengenalkan nasi kuning sebagai menu MPASI si Kecil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More