Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak. Paparan asap beracun bukan sekadar menyebabkan gangguan pernapasan dalam jangka pendek, tetapi juga berpotensi memengaruhi perkembangan organ tubuh anak yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyoroti dampak asap karhutla terhadap kesehatan anak. Sistem pernapasan anak yang belum berkembang sempurna membuat mereka lebih rentan terhadap partikel berbahaya di udara. Jika paparan terus berlangsung, risiko gangguan kesehatan dapat meningkat dan memengaruhi kualitas hidup anak di masa depan.
Berikut Popmama.com telah merangkum informasi tentang paparan asap beracun bisa merusak tubuh dan masa depan anak. Yuk, simak penjelasannya, Ma!
