5 Alasan untuk Tidak Memberikan Madu Untuk Bayi

Ini bahkan bisa menyebabkan kematian lho, Ma

23 Januari 2019

5 Alasan Tidak Memberikan Madu Bayi
Freepik

Saat si Kecil sudah mulai menikmati MPASI, Mama pasti ingin memberikan makanan terbaik dan terenak untuknya. Salah satu makanan yang enak dan pasti disukai anak adalah madu. Duh, Mama pasti tidak sabar ingin membubuhkan sedikit madu pada makanan si Kecil.

Madu memang baik bagi tubuh, tetapi tidak bagi tubuh bayi! Madu bagi bayi justru lebih seperti racun dan bisa mengancam kesehatannya.

Mama pasti bingung, kenapa sih bayi tidak boleh mengonsumsi madu? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebaiknya Mama menunggu anak berusia lebih dari 12 bulan sebelum memberikan madu. Alasannya? Simak informasi dari IDAI berikut ini yuk, Ma.

1. Bisa menimbulkan penyakit infant botulism

1. Bisa menimbulkan penyakit infant botulism
Freepik/Freephoto

Cairan manis yang satu ini memang dikenal memiliki banyak manfaat baik untuk tubuh. Namun menurut IDAI, konsumsi madu pada bayi berusia kurang dari 12 bulan dapat meningkatkan risiko infant botulism atau penyakit botulisme pada bayi.

Ini terjadi karena kuman Clostridium botulinum (yang dapat ditemukan di madu) melepaskan toksin yang mengancam keselamatan bayi. Perlu Mama ketahui, penyakit infant botulism ini umumnya terjadi pada bayi berusia 6 minggu hingga 6 bulan.

2. Flora normal pada usus bayi belum lengkap

2. Flora normal usus bayi belum lengkap
Freepik

Banyak organ pada tubuh bayi yang belum sempurna, begitu juga dengan flora normal pada usus bayi yang ternyata masih belum lengkap. Hal inilah yang menyebabkan bayi sangat rentan mengalami infant botulism.

Ketika bayi menelan spora Clostridium botulinum, belum lengkapnya flora normal pada usus bayi membuatnya belum bisa melawan spora yang masuk ke saluran cerna tersebut.

Saat spora tersebut menghasilkan toksin botulinum, maka besar kemungkinan akan menyebabkan penyakit pada anak.

Editors' Picks

3. Spora jahat pada madu susah dibunuh

3. Spora jahat madu susah dibunuh
Happiestbaby

Jika Mama mengira bisa membunuh spora jahat tersebut dengan memasak madu, maka Mama salah besar. Spora tersebut sangat susah dibunuh, bahkan proses memasak madu di atas api saja tidak bisa membunuhnya.

Namun bagaimana dengan makanan bayi dalam kemasan yang mengandung madu? Menurut Baby Center, makanan bayi komersial seperti itu aman dikonsumsi, karena madunya telah diproses dan dipanaskan sedemikian rupa hingga spora-spora merugikan itu mati.

4. Madu dapat menyebabkan kematian pada bayi!

4. Madu dapat menyebabkan kematian bayi
Pixabay/stevepb

Madu dapat menyebabkan penyakit infant botulism, dan penyakit ini bisa sangat merugikan tubuh bayi. Bahkan menurut IDAI, infant botulism dapat menyebabkan kematian!

“Toksin botulinum yang masuk ke saluran cerna bayi akan menyerang sistem saraf bayi, dan menyebabkan kelemahan otot atau hipotonia,” tulis dr. Devina Angela, pada artikelnya untuk IDAI.

Kalau bayi sudah mengalami kelemahan otot, maka dampaknya tidak hanya di sekitar saluran cerna, namun bisa di seluruh tubuh. Beberapa gejala yang tampak adalah: bayi lesu, lemas, sesak napas, malas menyusu, sulit menelan, sembelit, sulit membuka mata, dan mulut kering.

Lebih parahnya, jika kelemahan otot tersebut menyerang otot napas, maka sangat mungkin bayi sulit napas hingga berujung dengan kematian.

5. Masih ada manis alami dari buah-buahan yang juga disukai bayi

5. Masih ada manis alami dari buah-buahan juga disukai bayi
lovechildorganics

Mengutip tulisan dr. Devina di laman IDAI, “Sebagai alternatif pemanis alamiah bagi bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI (usia 6 bulan ke atas) dapat diberikan sari buah.”

Ya, tentu saja manis alami dari buah-buahan juga disukai si Kecil. Mama bahkan bisa berkreasi dengan aneka menu berbahan dasar buah, yang tentunya lebih aman untuk bayi.

Untuk apa memberikan madu pada bayi, jika ternyata bayi justru lebih menyukai manis alami dari buah favoritnya?

Katakan tidak pada madu untuk bayi ya, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!