Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tumbuh Kembang Anak Tak Optimal? Curigai Masalah pada Jantung

Tumbuh Kembang Anak Tak Optimal? Curigai Masalah pada Jantung
Magnific/Magnific
Intinya Sih

  • Tumbuh kembang anak perlu dipantau lewat berat, tinggi, lingkar kepala, kemampuan motorik, bahasa, dan sosial; berat sulit naik serta keterlambatan bicara termasuk gangguan yang sering ditemukan.
  • Gangguan tumbuh kembang tidak hanya terkait nutrisi, tetapi juga kurang stimulasi, infeksi berulang, gangguan pencernaan, kondisi bawaan, prematuritas, BBLR, hingga penyakit jantung bawaan.
  • Waspadai napas cepat, mudah lelah saat menyusu, kebiruan, berat sulit naik, dan infeksi pernapasan berulang; kelainan jantung dapat dideteksi melalui USG kehamilan, pulse oximetry, serta pemeriksaan rutin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mama, tahukah jika pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan dua hal penting yang dapat menggambarkan kondisi kesehatannya secara menyeluruh. Saat berat badan si Kecil tak kunjung bertambah atau perkembangannya tampak lebih lambat dibandingkan anak seusianya, tidak sedikit orangtua yang langsung menduga bahwa masalah nutrisi adalah penyebab utamanya. 

Padahal, kondisi itu ternyata juga bisa menjadi tanda adanya penyakit tertentu pada si Kecil. Misalnya, seperti penyakit jantung bawaan.

Dokter Spesialis Anak, dr. Ambarsari, M.Sc., Sp.A.menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak harus rutin dipantau oleh orangtua melalui pemeriksaan yang rutin dan berkala agar setiap gangguan kesehatan dapat dikenali sedini mungkin.

“Tumbuh kembang anak dapat dipantau melalui dua aspek, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang dibandingkan dengan kurva pertumbuhan sesuai usia. Sedangkan perkembangan dinilai dari kemampuan motorik, bahasa, hingga interaksi sosial anak,” tutur dr. Ambarsari, M.Sc., Sp.A dalam rilis yang diterima Popmama.com.

Lalu, kapan orangtua perlu curiga adanya masalah jantung pada anak? Simak informasi yang sudah Popmama.com rangkum berikut ini.

Kenali Tanda Tumbuh Kembang Anak yang Tidak Optimal

Pexels/nicollazzi xiong
Pexels/nicollazzi xiong

dr. Ambarsari, M.Sc., Sp.A. menuturkan jika gangguan tumbuh kembang anak tak selalu muncul dalam bentuk sama.

Pada sisi pertumbuhan, Mama dan Papa harus waspada bila berat si Kecil tidak bertambah, tinggi badannya yang berada di bawah rata-rata anak seusianya, dan ukuran lingkaran kepalanya terlalu kecil (mikrosefali) maupun terlalu besar (makrosefali).

Tak hanya itu, terdapat sejumlah tanda bahaya (red flags) pada sisi perkembangan anak yang perlu orangtua ketahui, di antaranya seperti:

  • Bayi usia 3–6 bulan: Belum mampu menegakkan kepalanya, belum tersenyum, dan memberikan reaksi kepada orang lain.
  • Bayi usia 9–12 bulan: Belum bisa duduk tanpa bantuan, belum bisa merangkak, dan tidak memberikan reaksi ketika dipanggil.
  • Bayi usia 18 bulan: Belum  bisa berjalan sendiri, mengalami keterlambatan bicara, misalnya hanya memiliki kosakata yang kurang dari 10 kata pada usia yang seharusnya.

dr. Ambarsari mengatakan bahwa kasus yang paling sering kami temukan pada gangguan pertumbuhan adalah berat badan yang sulit naik. Sedangkan pada gangguan perkembangan, keterlambatan bicara menjadi masalah yang cukup banyak dijumpai.

Kurang Nutrisi Bukan Satu-satunya Penyebab

Magnific
Magnific

Mama, memang benar jika gangguan tumbuh kembang pada anak memang erat kaitannya dengan pola makan atau kurang optimalnya asupan nutrisi. Tapi, dr. Ambarsari juga menjelaskan bahwa penyebab kondisi itu juga bisa lebih kompleks.

Proses tumbuh kembang anak yang terganggu juga bisa dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi dari orangtua, infeksi yang berulang, gangguan penyerapan nutrisi akibat masalah pencernaan, hingga kondisi bawaan seperti kelainan genetik, cerebral palsy, bayi prematur, maupun bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Oleh karenanya, penting bagi Mama dan Papa untuk mencari penyebab  utamanya agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi si Kecil. 

“Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin cepat pula intervensi yang tepat dapat diberikan sehingga peluang anak mencapai tumbuh kembang yang optimal menjadi lebih besar,” kata dr. Ambarsari.

Penyakit Jantung Bawaan Bisa Menghambat Tumbuh Kembang Anak

Magnifi
Magnifi

Penyakit jantung bawaan (Congenital Heart Disease) merupakan salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian orangtua.

Penyakit ini merupakan kelainan struktur jantung yang sudah terjadi sejak bayi lahir, baik pada katup, sekat, maupun bagian lain dari jantung sehingga fungsi jantung tidak bekerja secara normal. 

Sebagai dokter spesialis anak, dr. Ambarsari pun sering menjumpai kondisi ini dalam praktik sehari-hari. Bayi yang datang umumnya memiliki keluhan seperti sesak napas sejak lahir, tubuhnya tampak kebiruan, atau memiliki kadar oksigen yang rendah ketika dilakukan pemeriksaan.

Tanda-tanda yang Perlu Diperhatikan Orangtua

Magnific/Pressfoto
Magnific/Pressfoto

Anak dengan penyakit jantung bawaan biasanya menunjukkan gejala lain yang khas, selain adanya gangguan pertumbuhan.

Jantung si Kecil yang terus bekerja ekstra membutuhkan pasokan energi yang lebih besar sehingga energi yang seharusnya digunakan untuk mendukung pertumbuhan justru lebih banyak digunakan untuk mempertahankan fungsi jantung.

Akibatnya, berat badan si Kecil menjadi sulit bertambah dan cenderung mudah lelah saat menyusu, sehingga asupan nutrisinya akan berkurang. Jika kondisi ini terus terjadi dalam jangka panjang, si Kecil bisa menjadi lebih rentan untuk mengalami infeksi saluran pernapasan berulang.

Sehingga, sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter jika menemukan ciri-ciri seperti berikut:

  • Bernapas dengan cepat atau terengah-engah meski sedang beristirahat.
  • Mudah lelah.
  • Sering tersedak saat menyusu. 
  • Berat badan yang sulit bertambah.
  • Pertumbuhan dan perkembangan terhambat. 
  • Infeksi saluran pernapasan berulang.
  • Bibir, kuku, atau ujung jari tampak kebiruan.
  • Ujung jari tampak membulat.

Penyakit Jantung Bawaan Bisa Dideteksi Sejak Dini

Magnific
Magnific

Sebenarnya penyakit jantung bawaan bisa dikenali bahkan sebelum si kecil lahir, sehingga deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting. dr. Ambarsari menuturkan bahwa kelainan jantung bisa dideteksi melalui pemeriksaan Ultrasonografi (USG) pada usia kehamilan sekitar 18–20 minggu.

Di usia sekitar 24 jam, bayi juga menjalani skrining menggunakan pulse oximetry untuk mengukur kadar oksigen dalam darah. Kemudian, selama masa balita, dokter juga akan memantau kesehatan anak secara rutin, seperti mendengarkan bunyi jantung menggunakan stetoskop untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainan pada si Kecil.

Peran Penting Orangtua dalam Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Magnific/Senivpetro
Magnific/Senivpetro

Selain pemeriksaan kesehatan yang rutin, orangtua juga memiliki peran besar dalam mendukung tumbuh kembang dan kesehatan jantung anak. Orangtua dianjurkan untuk memperhatikan kesehatan anak dengan optimal.

Sebagai orangtua, Mama dan papa harus memberikan si Kecil nutrisi yang seimbang, membiasakan aktivitas fisik, membatasi konsumsi makanan dengan kadar gula dan garam tinggi, mengurangi screen time, menjauhkan dari paparan segala jenis  asap rokok, serta memastikan si Kecil mendapatkan imunisasi yang lengkap dan waktu tidur yang cukup.

Tak hanya itu, orangtua juga perlu memahami setiap perkembangan anak dengan memanfaatkan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) atau kartu menuju sehat (KMS).

“Apabila orangtua menemukan adanya tanda bahaya pada tumbuh kembang anak, jangan menunda untuk berkonsultasi ke dokter. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, peluang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal akan semakin baik,” jelas dr. Ambarsari.

Jangan ragu untuk membawa si Kecil ke dokter apabila tumbuh kembangnya tampak tidak optimal. Dengan begitu, penyebabnya dapat diketahui lebih cepat dan si Kecil pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin. 

Demikian penjelasan mengenai tumbuh kembang anak yang tidak optimal dan kapan Mama perlu waspada terhadap kemungkinan adanya masalah jantung pada si Kecil. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Mama mengenali tanda-tandanya sejak dini. 


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More