Benarkah Susu Formula Memicu Batuk pada Bayi? Cek Faktanya Disini!

Bukan batuk biasa, seringkali bayi sampai muntah karenanya. Apakah benar susu formula penyebabnya?

26 Agustus 2019

Benarkah Susu Formula Memicu Batuk Bayi Cek Fakta Disini
Freepik

Batuk yang dialami bayi seringkali membuat orangtua merasa khawatir. Dalam kondisi normal, batuk merupakan suatu refleks tubuh untuk menyingkirkan penghalang saluran pernapasan, seperti debu atau partikel makanan yang secara tak sengaja masuk dalam saluran pernapasan bayi. Selain itu, batuk mengurangi kelebihan sekresi dari sistem pernapasan. 

Jika terjadi sesekali, batuk yang dialami bayi adalah hal yang wajar. Tetapi jika berlangsung dalam jangka waktu cukup lama, lebih dari satu minggu, bisa jadi ada pemicu alergi atau kondisi kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Percaya tidak percaya, batuk yang dialami bayi bisa dikarenakan alergi susu formula lho, Ma.

Popmama.com merangkum informasi seputar batuk akibat alergi susu formula, dilansir dari healthychildren.org:

Editors' Picks

Alergi Susu Formula Sebabkan Batuk

Alergi Susu Formula Sebabkan Batuk
thespinoff.co.nz

Umumnya, susu formula untuk bayi terbuat dari susu sapi. Bayi yang memiliki alergi terhadap susu sapi kemungkinan besar akan menunjukkan reaksi, salah satunya adalah batuk. Kondisi ini biasanya berlangsung hingga anak berusia tiga tahun dan terjadi segera setelah anak mengonsumsi susu formulanya.
 

Refluks Asam Lambung pada Bayi Sebabkan Batuk

Refluks Asam Lambung Bayi Sebabkan Batuk
Momtricks.com

Bayi Mama sering muntah atau gumoh setiap kali ia selesai minum susu formula? Jika kondisi ini disertai tanda lain, seperti rewel dan sesak napas, orangtua perlu waspada.

Jika bayi Mama sering muntah sehabis makan, besar kemungkinan ia saja mengalami refluks asam lambung atau biasa dikenal dengan istilah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Gangguan saluran cerna ini biasanya terjadi karena lingkaran otot antara kerongkongan dan lambung tidak berfungsi maksimal, sehingga asam lambung dan makanan dari lambung akan kembali ke kerongkongan. Salah satu tandanya adalah bayi terbatuk-batuk.

Selain risiko overfeeding, bayi yang minum susu formula dari botol berisiko menelan lebih banyak udara ketimbang yang menyusu langsung dari payudara ibunya. Inilah yang mengakibatkan bayi sering muntah dan batuk setelah minum susu.

Jika dibiarkan terus-menerus terjadi tanpa adanya penanganan yang tepat, kondisi ini dapat membuat si Kecil kekurangan nutrisi dalam tubuh sehingga dapat mengganggu proses tumbuh-kembangnya.

Tekstur Dahak vs Konsumsi Susu Bayi

Tekstur Dahak vs Konsumsi Susu Bayi
Freepik/chainfoto24

Selama ini banyak orang yang mengaitkan batuk dengan produksi lendir pada saluran pernapasan. Faktanya, keberadaan lendir di tenggorokan dan paru-paru memang akan menyebabkan batuk. Minum susu saat pilek atau batuk dapat membuat tekstur dahak menjadi lebih tebal, tetapi tidak akan memperbanyak produksi lendir.

Bila dihubungkan dengan batuk dan tersedak pada bayi yang mengonsumsi susu formula, hal ini bisa dikarenakan faktor teknis. Cairan susu mengalir secara otomatis dari botol akibat gravitasi. Sedangkan menyusu langsung dari payudara ibu minim risiko tersedak, karena bayi harus melakukan gerakan mengisap terlebih dahulu untuk 'mengeluarkan' susu.

Karena itu, bayi yang meminum susu dari botol harus diletakkan pada posisi yang benar. Caranya dengan menopang botol susu untuk menghindari masuknya udara dan cairan berlebih ke dalam paru-paru dan menyebabkan si Kecil tersedak dan batuk.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.