5 Faktor yang Memengaruhi Kematangan Emosi pada Anak Remaja

Kematangan emosi pada anak remaja bisa terbentuk dari berbagai faktor, salah satunya keluarga

30 Juli 2020

5 Faktor Memengaruhi Kematangan Emosi Anak Remaja
Pixabay/huweijie07170

Orangtua dan keluarga di rumah berperan penting terhadap kematangan emosi yang dimiliki oleh anak-anak. Terutama dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Anak-anak secara tidak langsung terkurung di rumah saja. Ini tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi anak terutama dalam mengelola emosinya.

Ketika sudah tumbuh menjadi remaja, kematangan emosinya pun akan terus berkembang sesuai dengan lingkungan sekitar serta pengalaman 

Kematangan emosi sangat penting dimiliki oleh anak mama yang sudah beranjak remaja. Sedari dini, orangtua perlu membentuk karakter serta perkembangan emosi anak-anaknya. 

Mama perlu memahami bahwa kematangan emosi anak di usia remaja juga perlu dijaga dengan baik.

Tak jarang emosi anak tidak stabil ketika dirinya merasa cemas, terlalu dibebaskan atau kurang mendapat perhatian dari orangtua.  

Jika Mama ingin mengetahui beberapa faktor yang dapat memengaruhi kematangan emosi pada anak remaja, kali ini Popmama.com telah merangkumnya.

1. Kedekatan yang dijalin antara orangtua dan anak 

1. Kedekatan dijalin antara orangtua anak 
Freepik/peoplecreations

Tabungan bukan hanya soal materi, namun pengalaman positif yang terjadi pada anak-anak juga bisa disebut sebagai tabungan. Pengalaman yang menyenangkan yang dialami oleh anak di masa kecil bisa membentuk karakter serta kematangan secara emosional.

Kedekatan yang dibangun atas dasar komunikasi yang intens mampu memberikan investasi jangka panjang, bahkan membantu saat anak sudah beranjak remaja. 

Komunikasi pun dapat meningkatkan perkembangan anak secara emosi sesuai dengan usianya, sehingga melatih keterampilan emosi, kematangan emosi hingga kelekatan hubungan antar anggota keluarga.

Komunikasi secara intens pun dapat membantu anak-anak memiliki keterbukaan dengan orangtuanya.

Editors' Picks

2. Sikap empati yang dimiliki oleh anak

2. Sikap empati dimiliki oleh anak
Pixabay/Olichel

Empati menjadi salah satu perasaan mendasar yang sangat penting dimiliki semua orang. Pengaplikasian dari sikap empati pun berhubungan langsung dengan perasaan serta kematangan emosi. 

Maka dari itu, kematangan emosi anak remaja bisa diasah melalui caranya berempati terhadap lingkungan. Empati pun bisa dilatih oleh anak remaja dengan memahami perasaan orang lain atau terlibat langsung di dalam kejadian yang sedang dialaminya.

Sikap empati yang terlatih dengan baik dapat membantu anak belajar mengetahui tentang perasaan orang lain dan keberagaman hidup. 

3. Proses adaptasi anak yang dilakukan di dalam sebuah kelompok 

3. Proses adaptasi anak dilakukan dalam sebuah kelompok 
Pixabay/minibaby

Faktor yang memengaruhi kematangan emosi anak yakni caranya melakukan adaptasi di dalam sebuah kelompok. 

Contoh sederhananya saja ketika anak berada di dalam satu tim sepakbola. Secara tidak langsung, anak mama perlu belajar memahami dan beradaptasi dengan teman-temannya sendiri.

Mengingat setiap anggota tim memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga perlu sekali memahami semua karakter anggota agar dapat menyamakan visi. 

Proses adaptasi semacam ini membantu kematangan emosi anak semakin terlatih. 

4. Seringnya anak tampil di depan umum untuk mengasah kemampuan dan kematangan emosi

4. Sering anak tampil depan umum mengasah kemampuan kematangan emosi
Pixabay/ikon

Faktor lain yang dapat memengaruhi kematangan emosi anak yakni seberapa seringnya anak tampil di depan umum. 

Tampil dan dilihat banyak orang memang diperlukan sebuah keberanian, melatih fokus serta meningkatkan kematangan emosi anak. Terbiasa tampil di depan umum dapat melatih kematangan emosinya karena anak perlu menghadapi rasa gugup atau takut. 

Jika ini terus menerus dilakukan, maka anak mama dapat menguasai mental untuk tambil di depan umum serta matang secara emosi.

5. Anak telah belajar menerima perasaan negatif 

5. Anak telah belajar menerima perasaan negatif 
Pexels/Pixabay

Memasuki masa pubertas, anak-anak pasti akan mulai berbagai perasaan mulai dari galau, cemas, malu, bahagia hingga kecewa telah menjadi bagian emosi sehari-hari. 

Saat anak mama sudah mulai jujur dan menerima perasaan negatif yang sedang dialaminya, maka kematangan emosinya sudah terasah. 

Tak jarang anak berusaha mengontrol emosinya sendiri, sehingga Mama jangan kaget kalau melihat dirinya semakin cermat dalam mengatasi konflik.

Nah, itulah beberapa faktor yang memengaruhi kematangan emosi pada anak remaja

Semoga informasinya bermanfaat ya, Ma! 

Baca juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.