5 Ciri-Ciri Anak yang Punya Sikap Optimis dan Percaya Diri

Mereka melihat kegagalan sebagai sebuah pelajaran baru dalam hidup

10 Juni 2021

5 Ciri-Ciri Anak Pu Sikap Optimis Percaya Diri
Freepik/pch.vector

Meragukan kemampuan diri, tidak percaya diri, berpikir negatif merupakan ciri-ciri anak yang pesimis. Di sisi lain, anak yang optimis sangat bertolak belakang.

Mereka melihat selalu dalam suasana hati yang bahagia, berpikir positif dalam setiap situasi, dan melihat segala sesuatu sebagai peluang daripada masalah. Ini bukan berarti anak yang optimis tidak pernah mengalami kegagalan atau menghadapi masalah dalam hidup.

Hanya saja mereka memilih untuk menerima keadaan dan melihat sesuatu dari sudut pandang positif yang berbeda. Apakah anak mama termasuk anak yang optimis? Atau justru pesimis?

Untuk memberikan sedikit gambaran, kali ini Popmama.com akan membahas 5 ciri-ciri anak yang optimis. Apakah anak mama memiliki semua ciri di bawah ini?

1. Anak mampu memotivasi diri sendiri

1. Anak mampu memotivasi diri sendiri
Freepik/Stockking

Anak yang optimis memiliki motivasi diri. Ia melihat segala sesuatu sebagai peluang dan lebih bersedia untuk mengambil tindakan untuk apa yang diinginkan. Ia juga mau mencoba hal baru, karena tahu bahwa tidak apa-apa meskipun gagal, asalkan bisa belajar dari pengalaman baru.

Seorang anak optimis juga percaya pada apa yang ia lakukan dan mampu mendatangkan motivasi dari dalam diri. Mengetahui bahwa impian di depan mata membuat anak merasa terdorong untuk maju tanpa memikirkan kesulitan dan masalah.

Editors' Picks

2. Anak mengelilingi dirinya dengan orang-orang positif

2. Anak mengelilingi diri orang-orang positif
Freepik/pressfoto

Anak yang optimis mengelilingi dirinya dengan orang-orang positif dan yang berpikiran sama. Ia pun mengenali siapa orang yang ingin diajak bergaul dan menghabiskan lebih banyak waktu bersama mereka.

Bukan tanpa alasan lho, hal ini disebabkan karena energi yang menular. Ketika anak bergaul dengan orang yang suka mengeluh, apa percakapan yang sering dilakukan? Tentang mengeluh. Cepat atau lambat, nantinya anak menyesuaikan diri dan ikut mengeluh tentang berbagai hal juga.

Karena itu, perhatikan dengan siapa anak menghabiskan waktu paling banyak. Jika Mama melihat anak bergaul dengan teman-teman seusianya yang positif, maka karakter optimis ini ada di dalam diri anak.

3. Sering mengucapkan rasa syukur

3. Sering mengucapkan rasa syukur
Freepik/Miksturaproduction

Kualitas lainnya dari anak-anak yang optimis adalah ia sering menunjukkan rasa terima kasih. Apa pun yang terjadi, anak menghargainya dan merasa bersyukur karenanya.

Bahkan ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya, anak tahu bahwa tidak ada gunanya menunjukkan wajah cemberut, karena ia tahu tidak dapat mengubah masa lalu. Oleh karena itu, anak memilih untuk merasa bersyukur dan menerima apa yang telah terjadi.

Tapi ini bukan berarti anak menerima kekalahan atau memilih untuk tidak melakukan apa-apa. Anak hanya mengakui fakta bahwa ia tidak dapat mengubah situasi, namun ia dapat mengubah dirinya sendiri.

Anak percaya jika tidak dapat mengubah arah angin, ia pasti dapat mengubah layarnya untuk mencapai tujuan.

4. Tidak mendengarkan para penentang

4. Tidak mendengarkan para penentang
Freepik/Pixel-shot.com

Tahukah Ma, bahwa kebanyakan orang sukses tidak mendengarkan para penentang? Seseorang yang optimis adalah orang yang percaya pada kemungkinan.

Ketika orang lain memberi tahu anak bahwa yang dilakukannya itu “tidak mungkin”, anak memilih untuk tidak mendengarkannya, karena ia percaya pada firasat dan nalurinya.

Anak yang optimis, yakin pada apa yang diinginkan. Ketika seseorang menentangnya, anak tahu betul bahwa ia sedang menuju sesuatu yang besar.

5. Selalu bahagia dan gembira

5. Selalu bahagia gembira
Freepik/Sviatkovskyi

Anak yang optimis adalah orang yang bahagia. Hal ini karena ia melihat sesuatu dari sisi yang lebih cerah dan positif, sehingga merasa lebih bahagia. Selain itu, ia juga melihat bahkan hal-hal terkecil dari sudut pandang positif.

Misalnya, anak mengucapkan "selamat pagi" yang sederhana saat sarapan keluarga di meja makan, menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan suasana hati anggota keluarga. Ia juga murah senyum, bahkan ketika ia tidak benar-benar bahagia.

Namun anak percaya bahwa tersenyum dapat membuatnya merasa lebih baik.

Nah itulah beberapa ciri-ciri anak yang optimis.Anak yang optimis berfokus pada “tetap positif” dan mengabaikan emosi lain. Tujuannya adalah untuk mencoba melihat sisi baiknya sambil tetap mengakui kesulitan situasi. Apakah anak mama memiliki ciri-ciri di atas?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.