Benarkah Anak yang Kegemukan akan Lebih Cepat Puber?

Mulai perhatikan berat badan si Kecil mulai sekarang ya, Ma

6 Juli 2020

Benarkah Anak Kegemukan akan Lebih Cepat Puber
dailypicturesonline.blogspot.com

Kegemukan menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi setiap orang. Tak hanya orang dewasa, sebagian anak-anak pun mengalami masalah berat badan yang berlebih. Mama patut berhati-hati, karena seperti yang kita tahu kegemukan dapat menjadi masalah kesehatan di dalam tubuh.

Lalu, benarkah anak yang kegemukan akan lebih cepat puber?

Ardy Brian Lazuardi, Master of Science in Nutrition an Health Wegeningen University, Belanda, mengatakan, “anak-anak yang kegemukan cenderung lebih cepat mengalami pubertas, karena jumlah hormon dalam tubuhnya yang meningkat,” ujarnya dalam acara Nutriclass Health and Nutrition webinar beberapa waktu lalu.

Selain menyinggung hal itu, Ardy juga membahas beberapa efek lain mengenai akibat dari anak yang kegemukan. Berikut Popmama.com akan berikan ulasannya.

Editors' Picks

1. Mengganggu produksi hormon

1. Mengganggu produksi hormon
Freepik

Sistem keseimbangan hormon sangat berperan penting bagi kesehatan tubuh, khususnya bagi anak yang sedang mengalami masa pertumbuhan. Namun, jika anak mengalami kegemukan, produksi hormon dalam tubuh anak akan meningkat dan mempercepat anak mencapai masa pubertasnya.

“Pada anak-anak yang kegemukan, kelebihan lemak dalam tubuhnya akan menggangu produksi hormon di dalam tubuh, karena otomatis bahan bakunya terlalu banyak. Sehingga, laju kecepatan mencapai pubertasnya juga lebih cepat,” ucap Ardy.

2. Mengganggu siklus kesehatan anak

2. Mengganggu siklus kesehatan anak
yourfertileself.com

Setiap anak memiliki siklus kesehatan pada saat masa pertumbuhannya. Khususnya bagi anak perempuan yang memiliki siklus menstruasi. Jika anak mengalami kegemukan, kemungkinan akan terjadi gangguan terhadap siklus menstruasinya.

Ardy menambahkan, efek kegemukan pada anak bukan hanya mengalami pubertas lebih cepat, tapi juga mengalami gangguan siklus kesehatan. Misalnya pada anak perempuan yang berisiko mengalami gangguan menstruasi.

3. Memiliki efek jangka panjang

3. Memiliki efek jangka panjang
Unsplash/AllGo

Anak-anak yang gemuk, ketika dewasa berisiko besar teerkena penyakit diabetes, hipertensi, dan obesitas. Karena itu, Ardy menyarankan para orangtua untuk menjaga berat badan anak tetap ideal dan memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Ardy juga mengatakan dampak kegemukan jangka panjang ini disebut early life programming yang merupakan kondisi masa kecil memengaruhi kondisi masa depan.

“Misalnya masa kecilnya kegemukan, masa kecilnya mendapat asupan nutrisi yang tidak tepat, masa kecilnya juga mengalami stres yang tinggi. Ternyata ini berkolerasi pada kondisi mereka saat dewasa yang tidak sehat,” lanjut Ardy.

Nah, itulah dampak dari anak yang kegemukan. Memang Si Kecil yang gemuk terlihat sangat menggemaskan, tapi Ma, dari sisi kesehatan lebih baik menjaga berat badan si Kecil tetap ideal, tidak kurus dan juga tidak gemuk. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.