Profil Quan Hongchan, Atlet 14 tahun Peraih Medali Emas Olimpiade 2020

Atlet asal Tiongkok termuda kedua yang pernah meraih emas di Olimpiade

6 Agustus 2021

Profil Quan Hongchan, Atlet 14 tahun Peraih Medali Emas Olimpiade 2020
Instagram.com/quanhongchan

Pada Kamis (5/8/2021), seorang atlet remaja perempuan dari Tiongkok, Quan Hongchan, berhasil memukai semua orang. Sebagai atlet termuda yang dikirimkan untuk mewakili Tiongkok di perhelatan Olimpiade Tokyo 2020, dirinya mampu menyabet medali emas untuk nomor loncat indah putri dengan skor sempurna.

Kemenangannya tersebut lantas menggeser juara bertahan yang juga merupakan rekan satu negaranya, Chen Yuxi. Perolehan skor akhir keduanya terpaut 40,8 poin, di mana Quan berhasil meraih 466,20 poin sedangkan Chen dengan 425,40 poin.

Berkat kesuksesannya tersebut, Quan pun menjadi sorotan karena di usianya yang masih belia, dia sudah mampu meraih medali emas di ajang sebesar Olimpiade. 

Nah, kali ini Popmama.com akan memberikan informasi tentang profil Quan Hongchan, atlet 14 tahun peraih medali emas di Olimpiade 2020.

Katanya, motivasi terbesar Quan meraih kesuksesan terbesar adalah sang Mama, lho.

1. Sudah sejak kecil bergelut dengan air

1. Sudah sejak kecil bergelut air
Instagram.com/quanhongchan

Bisa dibilang, Quan Hongchan sudah bersahabat dengan air sejak dirinya masih kecil. Lahir pada 28 Maret 2007 di Guangdong, Cina, Quan yang masih berusia 7 tahun sudah mulai belajar loncat indah sejak 7 Juli 2014.

Namun di bulan September tahun itu, barulah dirinya masuk ke Sekolah Olahraga Zhanjiang untuk mendapatkan pelatihan yang lebih serius lagi. Dilatih oleh Chen Huaming and Guo Yi, atlet 14 tahun tersebut lantas mengasah kemampuan loncat indahnya.

Editors' Picks

2. Pribadi yang agresif dan penuh semangat

2. Pribadi agresif penuh semangat
Instagram.com/quanhongchan

Menurut penuturan sang Pelatih, Chen Huaming, Quan Hongchan merupakan seorang remaja perempuan yang fenomenal. Ia mengatakan bahwa Quan sangatlah "agresif" dan memiliki api semangat yang berkobar hebat.

Di samping itu, pelatihnya juga mengungkapkan bahwa kekuatan yang ia miliki dibarengi dengan kemampuan menangkap dan memahami arahan dengan baik sehingga bahkan di awal-awal masanya bersekolah di Zhanjiang, yakni selama tahun 2018, dirinya juga sudah mampu membawa pulang sejumlah penghargaan.

Terlebih lagi, meskipun Quan hanyalah seekor anak sapi yang harus menghadapi para harimau di berbagai pertandingan, dirinya tak takut sama sekali. Bahkan, atlet 14 tahun tersebut sudah sering mengalahkan atlet loncat indah hebat lainnya. Keren!

3. Segudang prestasi yang Quan toreh didedikasikan untuk sang Mama

3. Segudang prestasi Quan toreh didedikasikan sang Mama
Olympics.com

Perolehan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bukanlah medali pertama untuknya, Ma. Quan Hongchan sudah beberapa kali memenangkan kejuaraan loncat indah sepanjang 14 tahunnya. Beberapa di antaranya:

  • Juara kedua untuk menara ganda grup C putri dalam Pertandingan Provinsi Guangdong ke-15 tahun 2018;
  • Juara ketiga untuk menara tunggal grup C putri dalam Pertandingan Provinsi Guangdong ke-15 tahun 2018;
  • Memenangkan 3 kejuaraan di Kejuaraan Loncat Indah Guangdong tahun 2018;
  • Memenangkan 5 kejuaraan di Kejuaraan Loncat Indah Guangdong tahun 2019;
  • Meraih medali emas untuk nomor tunggal putri menara 10 meter dalam Kejuaran Loncat Indah Nasional 2020.

Semua kerja keras tersebut hanya bisa terjadi karena sang Mama. Quan sendiri terlahir di keluarga dengan ekonomi rendah. Mamanya juga sedang menjalani pengobatan untuk penyakitnya. Lantas, inilah yang memotivasi Quan Hongchan untuk membantu mamanya dan bertekad menjadi atlet loncat indah terbaik.

Wah, semangat Quan sangat perlu diapresiasi nih, Ma.

4. Atlet Tiongkok termuda kedua yang meraih medali emas di Olimpiade

4. Atlet Tiongkok termuda kedua meraih medali emas Olimpiade
Nbcsports.com

Sebagai seorang atlet termuda yang dikirim untuk mewakilkan Negeri Tirai Bambu, penampilan Quan Hongchan di Olimpiade 2020 sungguh memukau. Remaja perempuan tersebut berhasil meraih perolehan skor sempurna untuk tiga loncatan yang ia lakukan, yakni dengan nilai 10.

Lebih jelasnya, para juri memberikan nilai 10 untuk loncatan kedua dan keempatnya. Meskipun di loncatan kelima ia tidak mendapatkan angka sempurna, perolehan poin yang ia dapatkan berhasil menggeser rekan satu negaranya yang merupakan juara dunia bertahan untuk nomor loncat indah 10 meter.

Quan dengan skor akhir 466,20 pun menyabet medali emas, sedangkan rekannya, Chen Yuxi, mendapatkan perak dengan total poin 425,40.

Kemenangannya tersebut juga mencatatkan namanya sebagai atlet Tiongkok termuda kedua yang pernah meraih medali emas di ajang Olimpiade. Sebelumnya, ada Fu Mingxia yang mendapatkan emas pada Olimpiade Barcelona 1992 di usia 13 tahun.

5. Quan: "Saya bukanlah anak ajaib"

5. Quan "Saya bukanlah anak ajaib"
Nextshark.com

Menangnya Quan sebagai peringkat pertama telah menambah perolehan medali Tiongkok di Olimpiade 2020, yakni menjadi 33 medali emas. Remaja tersebut juga tidak lupa berterima kasih kepada orangtuanya karena telah memberikannya dukungan selama ini.

“Saya ingin berterima kasih kepada [orang tua saya] karena mendorong saya untuk tetap tenang dan memberitahu supaya melakukan loncatan sesuka saya sebab tidak masalah apakah saya mendapatkan medali atau tidak,” katanya.

Kesuksesan Quan Hongchan meraih medali emas di usianya yang masih belia tentu membuat masyarakat menganggap kalau dirinya adalah seorang 'anak ajaib'. Namun, Quan membantahnya dan bahkan mengatakan kalau dia kesulitan belajar.

"Saya tidak merasa bahwa saya anak ajaib," ucapnya. “Saya juga tidak terlalu hebat dalam belajar. [Semisal] anda menanyakan semua pertanyaan ini kepada saya, yang ada hanyalah kekosongan di pikiran saya (tidak tahu jawabannya).”

Itulah sekilas profil Quan Hongchan, atlet 14 tahun peraih medali emas di Olimpiade 2020. Semoga dirinya dapat terus berprestasi dan membanggakan orangtuanya ya, Ma.

Semoga informasi tadi bermanfaat!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.