- Rasa sakit
- Gatal
- Peradangan
- Pembengkakan
- Kemerahan
- Kulit terkelupas
- Berdenging di telinga
- Rasa penuh di telinga
- Keluarnya cairan dari telinga
- Masalah pendengaran
Telinga Anak Gatal Luar Biasa? Hati-hati Gejala Otomycosis

Telinga yang gatal merupakan ketidaknyamanan yang umum bagi segala kalangan usia, dan bahkan bisa menyebabkan terganggunya aktivitas sehari-hari.
Namun jika terjadi pada anak-anak, ini bisa menjadi kekhawatiran yang lebih besar bagi orangtua. Karena anak mungkin belum bisa menjelaskan dengan detail penyebab rasa gatal yang dialaminya.
Salah satu gangguan telinga yang cukup umum adalah 'otomycosis'. Kondisi ini adalah infeksi jamur yang memengaruhi salah satu atau terkadang kedua telinga.
Seorang Pengguna TikTok Menceritakan Pengalamannya Terkena Otomycosis

Salah satu pengguna TikTok menceritakan kejadian serupa yang menimpanya.
Akun dengan nama @Engel.in menceritakan pengalamannya pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) jam 23.00, akibat merasakan telinganya yang sangat gatal hingga membuatnya tak tahan.
Tak hanya itu, ia juga mendengar suara pecah di telinganya yang sakit sehingga membuatnya semakin panik.
Setelah diperiksa oleh dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT), terlihat bahwa ada benjolan berwarna kuning di dalam telinganya yang diketahui adalah otomycosis.
Ingin tahu lebih lanjut seputar otomycosis? berikut Popmama.com telah merangkum penyebab, gejala, dan cara mencegah otomycosis pada anak. Yuk simak!
1. Apa itu otomycosis?

Dilansir dari WebMD, otomycosis merupakan infeksi telinga yang disebabkan oleh jamur.
Ini lebih sering menyerang masyarakat yang tinggal di negara bagian tropis seperti Indonesia, dan subtropis. Terutama selama masa panas dan kelembaban yang hebat.
Kondisi ini juga dikenal sebagai otitis eksterna jamur.
Otomycosis umumnya memengaruhi saluran telinga luar. Saluran ini dimulai dari gendang telinga dan berlanjut ke bagian luar kepala. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bahkan dapat memengaruhi telinga tengah juga.
Sekitar 10 persen infeksi saluran telinga luar (otitis eksterna) disebabkan oleh jamur.
2. Apa saja gejala otomycosys?

Dilansir dari Healthline, ada beberapa gejala-gejala yang umum dari otomycosis, yaitu sebagai berikut:
Warna kotoran yang tidak umum dari telinga adalah salah satu gejala yang paling umum dari otomycosis. Ketika anak mengalami otomycosis, Mama mungkin melihat cairan putih, kuning, hitam, abu-abu, atau hijau dari telinganya.
3. Apa yang menyebabkan otomycosis?

Masih dilansir dari Healthline, jamur menyebabkan otomycosis. Ada hampir 60 spesies jamur berbeda yang menyebabkan infeksi ini pada anak. Jamur yang umum termasuk Aspergillus dan Candida.
Namun terkadang bakteri dapat bergabung dengan jamur dan membuat infeksi menjadi lebih rumit.
Seperti yang dikatakan di atas, otomycosis lebih sering terjadi di daerah tropis dan hangat, karena jamur dapat tumbuh lebih baik di daerah tersebut.
Infeksi ini juga lebih sering terjadi selama bulan-bulan musim panas, karena jamur membutuhkan kelembaban dan kehangatan untuk tumbuh.
Jika anak mama suka berenang, air yang terkontaminasi oleh jamur juga lebih mungkin menularkan otomycosis pada anak. Bahkan berenang di air bersih tetap dapat meningkatkan risikonya.
Selain itu, anak yang memiliki sistem kekebalan yang lemah, trauma atau cedera di telinga, eksim, atau masalah kulit kronis lainnya, juga berisiko lebih tinggi terkena infeksi jenis ini.
4. Siapa saja yang rentan pada infeksi otomycosis?

Ada beberapa faktor risiko yang dapat membuat anak lebih mungkin terkena infeksi otomycosis, yaitu:
- Sering kemasukan air di telinga saat berenang
- Menggunakan kapas atau cotton bud terlalu dalam untuk membersihkan telinga dan melukai saluran telinga
- Menggunakan alat bantu dengar atau penyumbat telinga, terutama jika anak tidak membersihkannya dengan benar
- Terjadi iritasi akibat pewarna rambut atau semprotan rambut yang masuk ke telinga
Selain itu, beberapa anak lebih rentan terhadap infeksi saluran telinga, misalnya anak yang memiliki kondisi kulit seperti eksim, dermatitis seboroik, psoriasis, atau yang kerap mengalami alergi.
5. Apa saja proses diagnosa otomycosis?

Pastikan untuk segera berkonsultasi dengan dokter THT bila anak mengeluhkan rasa sakit dan keluarnya cairan di salah satu atau kedua telinganya.
Tak menutup kemungkinana anak memerlukan obat-obatan untuk mengatasi penyebab dan gejalanya, sehingga diperlukan diagnosis yang tepat untuk masalah tersebut.
Awalnya dokter akan mengumpulkan riwayat kesehatan anak dan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis otomycosis.
Dokter mungkin juga akan menggunakan otoskop, yang merupakan perangkat berlampu untuk melihat ke dalam telinga, terutama di area gendang telinga dan saluran telinga.
Jika ditemukannya kotoran atau cairan, mereka mungkin juga akan menyeka telinga anak untuk menjalankan tes laboratorium. Tes ini biasanya termasuk melihat organisme di bawah mikroskop.
6. Bagaimana cara mengatasi otomycosis pada anak?

Masih dilansir dari Healthline, ada beberapa pilihan pengobatan untuk otomycosis. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter anak atau dokter THT untuk mencari tahu pengobatan yang terbaik untuk mengatasi infeksi jamur telinga pada anak.
Berikut beberapa pilihan pengobatan otomycosis:
Pembersihan
Dokter THT dapat membersihkan telinga anak secara menyeluruh untuk menghilangkan penumpukan kotoran. Namun jangan menggunakan metode ini di rumah dengan kapas atau menggunakan alat lain di dalam telinga anak ya Ma!
Baik cotton bud atau kapas, hanya boleh digunakan di bagian luar telinga saja.
Obat tetes telinga
Anak mungkin akan diresepkan obat tetes telinga antijamur untuk mengobati otomycosis. Ini bisa termasuk klotrimazol dan flukonazol.
Obat-obatan oral
Beberapa infeksi jamur seperti Aspergillus yang menyebabkan otomycosis mungkin resisten terhadap obat tetes telinga biasa. Sehingga untuk mengatasinya, anak memerlukan obat oral.
Anak mungkin juga disarankan untuk mengonsumsi obat yang dijual bebas seperti obat antiinflamasi nonsteroid atau asetaminofen (Tylenol) untuk mengatasi rasa sakit.
Obat topikal
Dokter THT juga mungkin merekomendasikan obat antijamur topikal untuk otomycosis bila jamur telah memengaruhi bagian luar telinga anak. Ini biasanya datang sebagai salep atau krim.
Pengobatan rumahan
Beberapa pengobatan rumahan dapat membantu mengobati otomycosis, tetapi pastikan telah berbicara dengan dokter sebelum menerapkannya pada anak. Hidrogen peroksida encer dapat membantu menghilangkan penumpukan dari telinga.
7. Bagaimana cara mencegah anak agar tidak terkena otomycosis?

Meski aktivitas sehari-hari membuat infeksi jamur terkadang sulit untuk dihindari, bukan berarti anak tak bisa menghindari otomycosis ya!
Ada beberapa hal yang selalu dapat diterapkan untuk membantu mencegah otomycosis pada anak, yaitu:
- Kenakan topi renang atau penyumbat telinga saat berenang. Setelah berenang, keringkan telinga dengan handuk.
- Gunakan pengering rambut pada pengaturan rendah untuk menghilangkan kelembaban dari telinga, baik itu setelah mandi atau berenang. Namun pastikan agar anak tidak meletakkan pengering rambut terlalu dekat dengan telinganya.
- Jangan gunakan kapas atau benda lain untuk membersihkan telinga. Ini dapat mendorong kotoran telinga lebih jauh ke dalam saluran telinga.
- Campurkan alkohol gosok dan cuka putih dengan perbandingan yang sama. Taruh beberapa tetes di telinga segera setelah berenang. Namun jangan gunakan opsi ini jika gendang telinga anak berlubang, atau robek. Penting untuk bicara dengan dokter terlebih dahulu.
Nah itulah beberapa informasi seputar otomycosis pada anak, penyebab, gejala, dan cara mencegahnya. Menjaga kebersihan dan kesehatan telinga anak, tentu tak kalah penting. Karena kuman, bakteri, jamur, bisa menyerang kapan saja.
Jangan sampai infeksi telinga yang tidak nyaman ini, menghambat aktivitas anak sehari-hari!



















