- Parentheses – Tanda kurung ( ) dulu
- Exponents – Pangkat
- Multiplication & Division – Perkalian & Pembagian (dari kiri)
- Addition & Subtraction – Penjumlahan & Pengurangan (dari kiri)
Kumpulan Rumus Matematika SD Lengkap yang Wajib Dipelajari Anak

Mama mungkin sering banget dengar keluhan anak yang tidak menyukai pelajaran matematika, karena terlalu banyak rumus, kan?
Bagi sebagian anak-anak, matematika memang sering terasa seperti musuh yang bikin pusing. Apalagi kalau sudah bertemu soal cerita panjang atau rumus yang rasanya bertebaran di mana-mana.
Wajar sih, Ma, kalau mereka sampai mengeluh. Tapi tahukah Mama? Sebenarnya matematika itu seperti main puzzle yang jika kita tahu kunci dan polanya, semua soal yang terlihat rumit bisa dipecahkan dengan mudah.
Melansir dari unggahan yang dibagikan akun Instagram @rangkumanmateri_, berikut Popmama.com rangkumkan kumpulan rumus matematika SD lengkap yang wajib anak pelajari.
1. Operasi hitung bilangan

Dalam matematika, anak nggak bisa asal menghitung dari kiri ke kanan begitu saja. Ada aturan urutan operasi hitung yang harus dipatuhi, namanya PEMDAS yang harus dikerjakan sesuai urutan berikut:
Jadi, anak harus selalu kerjakan yang di dalam tanda kurung dulu, lalu pangkat, setelah itu baru perkalian dan pembagian (dikerjakan dari kiri ke kanan), dan terakhir penjumlahan dan pengurangan (juga dari kiri ke kanan). Contohnya, 2+3×42+3×4 hasilnya 14, bukan 20, karena perkalian dikerjakan lebih dulu.
2. Bilangan bulat

Saat anak sudah mulai belajar bilangan negatif, seringkali yang bikin bingung adalah aturan tandanya. Padahal caranya super gampang, Ma.
Cukup ingat bahwa tanda sama hasilnya positif, tanda beda hasilnya negatif.
Jadi, (+)×(+)=(+)(+)×(+)=(+), (−)×(−)=(+)(−)×(−)=(+), sedangkan (+)×(−)=(−)(+)×(−)=(−) dan (−)×(+)=(−)(−)×(+)=(−).
Aturan ini juga berlaku untuk pembagian, kok. Dengan trik ini, anak nggak akan salah lagi menentukan hasil akhir.
3. Pecahan

Pecahan sering jadi momok bagi anak-anak. Tapi sebenarnya, kalau sudah tahu konsep dasarnya, pecahan itu mudah banget, Ma.
Untuk penjumlahan dan pengurangan pecahan, anak harus menyamakan penyebut dulu. Misalnya 12+1321+31 menjadi 36+26=5663+62=65. Anak juga perlu tahu mengubah pecahan campuran ke biasa, caranya: a b/c = (a x c + b)/c. Contohnya 2 3/4 = (2 x 4 + 3)/4 = 11/4.
4. FPB dan KPK

FPB (Faktor Persekutuan Terbesar) dan KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) adalah dua konsep yang sering muncul dalam soal cerita, seperti tentang pembagian kue atau jadwal piket.
Mama bisa ajarkan anak cara memfaktorkan bilangan ke bentuk prima. FPB dicari dengan mengambil faktor yang sama dengan pangkat terkecil. Contoh FPB dari 12 dan 18: 12 = 2² x 3, 18 = 2 x 3², maka FPB = 2 x 3 = 6.
KPK dicari dengan mengambil semua faktor dengan pangkat terbesar, jadi KPK = 2² x 3² = 4 x 9 = 36. Ada juga hubungan unik, Ma, yaitu FPB x KPK = a x b. Jadi, kalau anak sudah tahu salah satu, bisa mencari yang lain dengan mudah.
5. Satuan pengukuran

Materi satuan ini sering bikin anak keliru kalau nggak hafal tangga konversinya. Padahal polanya sama juga kok, Ma.
Untuk panjang dan berat, turun satu tangga dikali 10, naik satu tangga dibagi 10. Untuk volume, turun satu tangga dikali 1.000, naik dibagi 1.000.
Anak juga perlu hafal konversi waktu, seperti 1 jam = 60 menit, 1 menit = 60 detik, dan hubungan liter dengan volume: 1 liter = 1 dm³. Dengan hafal tangga ini, anak bisa mengubah satuan dengan mudah.
6. Bangun datar

Dari persegi sampai lingkaran, bangun datar punya rumus yang mirip-mirip. Anak tinggal menghafal dan membedakan mana yang dipakai untuk luas dan mana untuk keliling.
Untuk persegi, luasnya s x s dan kelilingnya 4 x s. Persegi panjang, luasnya p x l dan kelilingnya 2 x (p + l). Segitiga, luasnya 1/2 x a x t dan kelilingnya jumlah ketiga sisinya. Lingkaran, anak perlu ingat nilai π yang bisa 22/7 atau 3,14. Luas lingkaran π x r x r, kelilingnya 2 x π x r.
Selain bangun dasar, ada juga bangun datar lain yang rumusnya perlu dihafal, Ma. Untungnya polanya mirip-mirip, kok.
Jajar genjang luasnya alas x tinggi. Belah ketupat dan layang-layang sama-sama menggunakan diagonal: luasnya 1/2 x d1 x d2. Sedangkan trapesium luasnya 1/2 x (a + b) x t, dengan a dan b adalah sisi sejajar.
Dengan tahu pola ini, anak nggak akan kesulitan membedakan rumusnya. Agar lebih mudah dihafal, Mama bisa bikin kartu rumus agar lebih mudah diingat sambil bermain.
7. Bangun ruang

Bangun ruang pertama yang dipelajari anak biasanya kubus dan balok. Ini yang paling dasar dan sering keluar dalam soal, Ma.
Kubus dengan sisi s punya volume s x s x s = s³ dan luas permukaan 6 x s². Balok dengan panjang p, lebar l, dan tinggi t punya volume p x l x t dan luas permukaan 2 x (p x l + p x t + l x t).
Anak juga bisa belajar menghitung diagonal ruangnya kalau sudah lebih mahir. Biasanya untuk anak kelas 5 dan 6, bangun ruang yang dipelajari makin beragam.
Prisma volumenya luas alas x tinggi. Limas volumenya 1/3 x luas alas x tinggi. Tabung volumenya π x r² x t. Kerucut volumenya 1/3 x π x r² x t. Bola volumenya 4/3 x π x r³.
Yang perlu diingat anak, kalau ada angka sepertiga, itu biasanya untuk bangun yang ujungnya meruncing ya, Ma.
8. Bangun gabungan

Soal bangun gabungan sering bikin anak panik karena bentuknya rumit. Tapi ada triknya, Ma, yaitu anak cukup memecah bangun menjadi bagian-bagian sederhana.
Misalnya ada bangun yang terdiri dari persegi panjang 8 x 5 cm dan setengah lingkaran di atasnya dengan diameter 8 cm. Anak tinggal hitung luas persegi panjang = 40 cm², lalu hitung luas setengah lingkaran = 1/2 x 3,14 x 4 x 4 = 25,12 cm², baru dijumlahkan jadi 65,12 cm².
Begitu juga dengan bangun ruang gabungan, anak bisa hitung satu per satu lalu ditambah atau dikurang sesuai kebutuhan.
9. Perbandingan dan skala

Saat anak belajar peta atau membuat miniatur, konsep skala dan perbandingan pada matematika ini akan langsung kepakai. Ini salah satu materi yang paling terasa manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Rumus dasarnya yaitu Skala = Jarak pada Peta : Jarak Sebenarnya. Kalau anak menemukan soal seperti "jarak di peta 5 cm dengan skala 1:50.000, berapa jarak sebenarnya?", tinggal kalikan saja: 5 x 50.000 = 250.000 cm yang berarti 2,5 km.
Untuk perbandingan, anak juga perlu tahu bedanya senilai dan berbalik nilai. Perbandingan senilai: kalau a naik, b juga naik. Perbandingan berbalik nilai: kalau a naik, b malah turun.
10. Kecepatan, jarak, waktu, dan debit

Materi ini sering keluar dalam soal cerita dan butuh ketelitian. Tapi kalau anak hafal rumus segitiganya, semua jadi lebih mudah dikerjakan, Ma.
Untuk kecepatan, jarak, dan waktu, anak bisa pakai segitiga J-K-W: Jarak = Kecepatan x Waktu, Kecepatan = Jarak : Waktu, Waktu = Jarak : Kecepatan. Contoh soalnya, mobil menempuh jarak 150 km dalam waktu 2,5 jam, maka kecepatannya 150 : 2,5 = 60 km/jam.
Untuk debit, caranya mirip, yaitu Debit = Volume : Waktu, Volume = Debit x Waktu, Waktu = Volume : Debit. Contoh: bak mandi volume 300 liter diisi dengan debit 5 liter/menit, maka waktu yang dibutuhkan 300 : 5 = 60 menit atau 1 jam.
11. Statistika dasar dan koordinat kartesius

Di akhir jenjang SD menuju peralihan masuk SMP, anak juga belajar tentang data dan posisi titik pada bidang. Materi ini sering muncul di ujian, Ma.
Untuk statistika, anak perlu tahu mean (rata-rata) = jumlah data : banyak data, median (nilai tengah setelah diurutkan), modus (nilai yang paling sering muncul), dan jangkauan (data terbesar dikurangi data terkecil). Contoh data: 5, 7, 8, 6, 9, maka rata-ratanya 35 : 5 = 7.
Untuk koordinat kartesius, anak perlu ingat bahwa titik ditulis (x, y), dengan x adalah posisi horizontal dan y posisi vertikal. Ada empat kuadran: kanan atas (positif, positif), kiri atas (negatif, positif), kiri bawah (negatif, negatif), dan kanan bawah (positif, negatif).
Matematika sebenarnya bukan pelajaran yang menakutkan kalau anak sudah punya bekal rumus yang tepat. Dari berbagai rumus di atas, semuanya saling berkaitan dan bisa dikuasai sedikit demi sedikit.
Anak bisa memelajari di rumah sambil santai bersama, sambil sesekali beri pujian setiap kali mereka berhasil mengerjakan soal.
Dengan konsistensi dan kesabaran, bukan tidak mudah jika anak jadi gemar dan pandai matematika. Selamat menemani anak belajar ya, Ma!


















