Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Penyakit Anak yang Bisa Disebabkan oleh Banjir, Mama Perlu Waspada

7 Penyakit Anak yang Bisa Disebabkan oleh Banjir, Mama Perlu Waspada
pexels/Vikaglitter
Intinya Sih
  • Video anak-anak bermain di area banjir Cilincing viral, memunculkan kekhawatiran orangtua soal risiko kesehatan akibat air kotor yang penuh bakteri dan limbah.
  • Tujuh penyakit yang bisa menyerang anak setelah terpapar banjir antara lain tipes, leptospirosis, diare, infeksi kulit, ISPA, malaria, dan hepatitis A.
  • Orangtua disarankan segera membersihkan anak setelah bermain air banjir serta memastikan lingkungan dan makanan tetap higienis agar terhindar dari penyakit.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebuah pemandangan yang memilukan sekaligus menggetarkan hati viral belum lama ini. Di TPU Semper, Cilincing, Jakarta Utara, beberapa anak terlihat bermain dan berenang dengan riang di atas ribuan makam yang terendam banjir.

Buat mereka, itu mungkin terasa seperti kolam bermain dadakan seru, bebas, dan penuh tawa.

Tapi kalau dilihat dari sisi orangtua, ada rasa khawatir yang nggak bisa diabaikan.

Kondisi ini juga jadi pengingat bahwa masih banyak anak yang kekurangan ruang bermain yang aman. Akhirnya, air banjir pun jadi “alternatif”. Padahal, di balik air yang terlihat biasa itu, ada banyak kuman tak kasat mata yang bisa berdampak serius bagi kesehatan anak.

Supaya Mama bisa lebih waspada, ini beberapa penyakit yang sering muncul setelah anak terpapar air banjir lengkap dengan penjelasan kenapa bisa terjadi.

1. Demam tifoid (tipes)

Mama yang sedang mengecek suhu anaknya yang sedang sakit
pexels/Gustavofring

Air banjir sering tercampur dengan limbah, termasuk kotoran. Di situlah bakteri Salmonella bisa berkembang dan masuk ke tubuh anak lewat tangan yang kotor atau makanan yang terkontaminasi.

Makanya, penting banget untuk selalu mengajak anak cuci tangan bersih setelah beraktivitas, apalagi setelah dari luar rumah.

2. Leptospirosis

Mama yang sedang berkonsultasi dengan dokter anak melalui handphone
pexels/Tima Miroshnichenko

Ini salah satu penyakit yang sering diremehkan, padahal cukup berbahaya. Bakterinya berasal dari urine hewan seperti tikus yang terbawa air banjir.

Yang perlu Mama tahu, bakteri ini bisa masuk bahkan lewat luka kecil yang sering nggak disadari anak. Jadi kalau anak punya luka terbuka, sebaiknya benar-benar dijaga supaya tidak terkena air kotor.

3. Diare

Anak laki-laki berbaring dan terlihat kesakitan
Pexels/wernerpfening

Setelah banjir, lingkungan jadi lebih rentan kotor dan makanan lebih mudah terkontaminasi.

Kalau anak tiba-tiba sering bolak-balik ke kamar mandi atau mengeluh sakit perut, bisa jadi itu tanda awal diare. Dalam kondisi ini, yang paling penting adalah menjaga anak tetap terhidrasi dan segera ditangani jika gejalanya memburuk.

4. Infeksi kulit

anak perempuan  sedang mengalami ruam merah di lengnnya
Pinterest.com

Kulit anak cenderung lebih sensitif. Saat terlalu lama terkena air kotor, bakteri bisa menyebabkan iritasi, ruam, bahkan infeksi.

Kalau Mama melihat kulit anak mulai kemerahan atau gatal setelah main air, jangan dianggap sepele ya. Segera bersihkan dan jaga area tersebut tetap kering.

5. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Seorang anak laki-laki yang sedang menggunakan alat nabulizer
Pexels/cottonbrostudio

Udara lembap dan kotor setelah banjir bisa memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak.

Kalau anak mulai batuk, pilek, atau terlihat sesak, sebaiknya segera dipantau. Lingkungan yang bersih dan sirkulasi udara yang baik bisa membantu mencegah kondisi ini.

6. Malaria

Nyamuk yang hinggap di kulit manusia
Pexels/jimmychan

Genangan air adalah tempat favorit nyamuk berkembang biak. Beberapa jenis nyamuk bisa membawa parasit penyebab malaria.

Walaupun tidak selalu langsung muncul, Mama tetap perlu waspada kalau anak mengalami demam tinggi setelah beberapa hari terpapar lingkungan banjir.

7. Hepatitis A

seorang anak yang berbaring saat sakit
Pexels/martproduction

Air banjir bisa mencemari sumber air bersih. Kalau anak mengonsumsi makanan atau minuman yang tidak higienis, risiko tertular virus Hepatitis A bisa meningkat.

Karena itu, penting banget memastikan semua yang dikonsumsi anak benar-benar bersih dan matang.

Melihat anak bermain dan tertawa memang menyenangkan. Tapi sebagai orangtua, penting juga untuk melihat apa yang tidak terlihat seperti risiko kesehatan di balik air banjir.

Kalau memang anak terlanjur bermain di air banjir:

  • Segera mandikan dengan air bersih dan sabun
  • Ganti pakaian dengan yang kering
  • Perhatikan kondisi tubuhnya dalam beberapa hari ke depan

Dan yang nggak kalah penting, ini juga jadi pengingat bahwa anak-anak butuh ruang bermain yang aman, bersih, dan layak. Karena pada dasarnya, mereka hanya ingin bermain dan tugas kitalah memastikan mereka tetap aman saat melakukannya.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More