Penyebab Anak Susah BAB saat Pergi Liburan dan Cara Mengatasinya

Yuk atasi sulit BAB si Kecil dengan baik, agar tidak mengganggu liburan kalian!

30 Desember 2020

Penyebab Anak Susah BAB saat Pergi Liburan Cara Mengatasinya
todaysparent.com

Menyambut liburan, biasanya Mama akan pergi bersama keluarga dan si Kecil. Tentunya dari jauh-jauh hari kamu akan mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan agar liburanmu berjalan dengan baik, lancar tanpa gangguan. 

Rasanya amat disayangkan jika liburanmu terganggu, apalagi ini disebabkan oleh kondisi si Kecil yang sulit buang air besar selama kalian berada di perjalanan. Kondisi ini akan sangat menganggu liburan keluarga yang telah kamu persiapkan dengan sebaik-baiknya.

Perlu Mama ketahui, ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab mengapa si Kecil sulit BAB selama kalian berlibur, padahal sebelumnya ia baik-baik saja. Itu bisa saja disebabkan karena makanan, kondisi perjalanan, dan lainnya.

Mama penasaran apa saja penyebab lainnya?

Popmama.com akan berbagi informasi mengenai 7 penyebab anak sulit BAB selama pergi liburan panjang dan cara mengatasinya. 

Baca dan perhatikan dengan baik. Semoga bermanfaat bagi liburanmu besama keluarga!

1. Dehidrasi

1. Dehidrasi
Freepik/bearfotos

Salah satu penyebab utama sulit BAB ialah dehidrasi. Dehidrasi yang terjadi pada tubuh si Kecil menyebabkan tubuhnya menyerap air lebih banyak, termasuk menyerap air dari sisa makanan dan minuman di usus besar. Hal ini membuat tinja anak menjadi keras dan kering sehingga sulit untuk dikeluarkan. 

Cara mengatasinya tidakah sulit, Ma. Selama perjalanan, biarkan si Kecil mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup. Hal ini perlu dilakukan agar kebutuhan air tubuhnya terpenuhi dan ia dapat BAB kembali dengan lancar. 

2. Kekurangan serat

2. Kekurangan serat
Pixabay/dbreen

Tidak dapat dibantah jika makanan yang anak mama konsumsi di rumah jauh lebih menyehatkan daripada makanan yang ia dapatkan selama berlibur. Selama pergi berlibur, Mama tidak dapat sepenuhnya mengontrol anak untuk tetap makan sayur dan buah yang kaya akan serat. 

Kebutuhan anak mama akan makanan beserat selama berlibur menjadi penyebab umum susah buang air besar. Serat sendiri berperan dalam melunakkan tekstur feses dan mempercepat proses pengeluarannya. 

Ada baiknya Mama tetap menjaga kebutuhan serat si Kecil sepanjang perjalanan. Berikan anak makanan tinggi serat, seperti melon, apel, pisang, pepaya, juga sayur-sayuran agar tetap memenuhi kebutuhan serat tubuhnya. 

Editors' Picks

3. Kondisi berbeda selama berlibur

3. Kondisi berbeda selama berlibur
nih.gov

Melansir dari https healthychildren.org selain diakibatkan oleh makanan dan minuman, terganggunya BAB si Kecil terjadi secara disengaja. 

Anak-anak mungkin saja menahan buang air besarnya dengan alasan yang berbeda-beda. Ia mungkin merasa malu dan tidak nyaman menggunakan toilet sehingga memilih untuk menahannya. Bisa juga anak menahan  BAB dengan alasan untuk menghindari rasa sakit akibat buang air besar yang keras.

Apapun alasannya, Mama perlu membujuk si Kecil secara perlahan. Sedikit demi sedikit biasakan si Kecil untuk mau membuang air besarnya di tempat yang asing atau tidak nyaman karena ia perlu. Bantulah si Kecil beradaptasi dengan memberanikannya menggunakan toilet umum karena membuang air besar sangat penting untuk kesehatannya. 

4. Perubahan pola makan

4. Perubahan pola makan
Freepik/User18003440

Berpergian ke tempat-tempat yang asing berarti kamu dan si Kecil perlu mencoba hal-hal baru di daerah tersebut, termasuk makanan. Sayangnya hal tersebut tidak selamanya menjadi hal yang baik dan menyenangkan. 

Pola makanan yang berubah dapat membuat pencernaan si Kecil terganggu jika tidak terbiasa. Ada kemungkinan hal tersebut menyebabkan anak mama jadi kehilangan nafsu makanannya. Perubahan ini menyebabkan anak sulit membuang air besar. 

Mama dapat mengatasi ini dengan kembali mengubah pola makan si Kecil dengan memberikannya jenis-jenis makanan yang biasa ia konsumsi di rumah. 

4. Anak merasa stres sepanjang perjalanan

4. Anak merasa stres sepanjang perjalanan
Freepik/User18526052

Pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh, Perubahan suasana yang sangat berbeda sepanjang perjalanan liburan membuat anak merasa asing dan tidak biasa. Sehingga ada kemungkinan ini menyebabkan anak mama merasa tidak nyaman, stres, ataupun cemas.

Kondisi pikiran yang terganggu ditambah perjalanan yang melelahkan meganggu kerja otak. Kondisi ini mempengaruhi otak untuk memproduksi hormon yang mempengaruhi kerja sistem pencernaan. Membuat anak merasa sakit perut hingga sulit BAB. 

Mama perlu tetap menghibur anak sepanjang perjalanan, Buatlah ia menikmati liburan dengan hati yang bahagia tanpa ada pikiran-pikiran yang negatif. Sehingga tubuhnya pun dapat mengisi waktu-waktu liburan dengan fit dan penuh energi. 

6. Pengaruh obat-obatan

6. Pengaruh obat-obatan
Freepik/racool_studio

Beberapa obat-obatan yang tidak sesuai diberikan pada si Kecil sepanjang perjalanan dapat membuatnya jadi sulit BAB. Penggunaan obat-obatan seperti antibiotik dalam jangka panjang memiliki efek samping sulit BAB atau BAB cair. 

Jika Mama menemukan hal tersebut terjadi pada anak mama, sebaiknya hentikan dahulu pemberian obat agar BABnya kembali lancar. Jika obat tersebut perlu si Kecil konsumsi secara rutin, Mama dapat mengonsultasikan hal tersebut pada dokter agar memperoleh solusi yang tepat.  

7. Anak duduk dalam waktu yang lama

7. Anak duduk dalam waktu lama
Freepik/Pvproduction

Perjalanan liburan ke tempat yang jauh memaksa si Kecil duduk diam dalam waktu yang lama. Posisi ini sebenarnya kurang baik karena dapat menyebabkan usus besar terangkat sehingga membuat anak sulit BAB. 

Keterbatasan ruang gerak dalam kendaraan mungkin menjadi salah satu alasan anak sulit bergerak. Sebenarnya mereka masih dapat melakukan peregangan sederhana. Seperti menggerakkan kaki maju-mundur satu persatu, menggerakan leher, juga melakukan peregangan lengan. 

Selain cara itu, anak mama juga dapat bergerak dan berjalan-jalan ketika kendaraan berhenti dan beristirahat di rest area.  

Ingat ya Ma, sulit BAB ini sebaiknya diatasi sesegera mungkin. Sebab jika tidak, feses akan menjadi berubah menjadi keras dan kering. Sehingga akan menjadi lebih menyakitkan ketika si Kecil keluarkan. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.