7 Tips Parenting untuk Orangtua Baru, Yuk Tambah Pengetahuanmu

Yuk persiapkan diri lebih baik lagi menjadi Papa dan Mama!

2 September 2021

7 Tips Parenting Orangtua Baru, Yuk Tambah Pengetahuanmu
Pexels/Ksenia Chernaya

Menjadi orangtua baru dapat menjadi sebuah pencapaian yang luar biasa dan perlu kamu syukuri. Kamu merupakan Papa dan Mama yang beruntung karena dapat terlibat dalam proses tumbuh kembang si Kecil. 

Mengesampingkan hal tersebut, tentunya ada banyak hal-hal baru yang perlu kalian persiapkan dan hadapi sebagai orangtua baru. Mulai dari membagi waktu merawat si Kecil, meredakan tangisnya, tidak dapat beristirahat malam hari dengan tenang, dan hal-hal lainnya. 

Menjalankan itu semuanya tentunya tidak mudah. Ada banyak tantangan baru yang kalian hadapi. Tapi tentunya melalui proses ini perlahan-lahan kalian belajar memahami peran Mama dan Papa dalam kehidupan anak. Khususnya dalam merawat dan membimbing si Kecil. 

Wajar sekali jika Mama masih berasa memiliki banyak pertanyaan mengenai pola hidup kalian yang baru. Popmama.com akan membantumu melalui 7 tips parenting untuk orangtua baru. 

1. Hindari perasaan salah berlebih

1. Hindari perasaan salah berlebih
Freepik/Yanalya

Menjalankan hal yang baru memang tidak mudah dan itu tidak masalah. Sebab Mama dan Papa belum memiliki pengalaman khusus dalam merawat anak-anak sebelumnya. Ketidaktahuan ini seringkali menyebabkanmu membuat kesalahan tanpa disengaja. 

Tidak perlu terlalu terpaku pada kesalahan yang kamu buat. Hindari perasaan negatif ini dan maafkan dirimu. Setiap orangtua pastinya membuat banyak kesalahan dalam merawat anak. Maka tidak perlu merasa terlalu terbebani karenanya.

Ketika melakukan kesalahan, biarkan dirimu melakukan hal yang tepat pada kesempatan yang lain. Mama dapat berdiskusi dengan Papa merancang strategi terbaik yang dapat kalian gunakan bersama. 

2. Tidak terpengaruh atau terikat saran dari orang lain

2. Tidak terpengaruh atau terikat saran dari orang lain
Freepik

Minimnya pengetahuan orangtua baru membuatmu membutuhkan masukan dan perkataan dari orang lain. Ini memang bukanlah tindakan yang salah. Namun ini menjadi hal yang buruk ketika kamu terpengaruh atau terpaku pada saran orang lain. Apalagi jika perkataan tersebut berbentuk kritik yang menyudutkanmu. 

Meskipun mereka teman-teman dekat atau orangtuamu, setiap orang bisa saja memberikan saran yang tidak sesuai dengan kebutuhanmu. Kamu tidak perlu mengikuti saran mereka, melainkan lakukan hal-hal terbaik untuk si Kecil.

Sebab setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda. Hanya karena susu formula merek tertentu baik bagi anaknya, belum tentu ini berlaku bagimu. Cukup katakan "terimakasih" atas kemauan mereka membantumu. Sisanya lakukan yang terbaik sesuai proses tumbuh kembang si Kecil.

Editors' Picks

3. Syukuri dan nikmati setiap momen yang kamu alami

3. Syukuri nikmati setiap momen kamu alami
Freepik/Pch.vector

Berada dalam situasi merawat anak tidaklah mudah. Mungkin ini menjadi hal yang sulit buatmu. Tapi ingat, Mama tidak perlu menanggapi situasi ini terlalu serius kok. 

Jalani semuanya dengan penuh syukur, penuh tawa, dan senyuman. Karena proses tumbuh kembang anak dapat terasa sangat cepat hingga tak sadar mereka sudah mulai duduk di bangku sekolah dasar. 

Nikmati momen yang kamu alami saat ini. Hal-hal kecil dan menyebalkan seperti ketika mengganti popok si Kecil misalnya. Semuanya ini pasti dialami setiap orangtua, cintai setiap momen yang kamu rasakan sekecil apapun itu. 

Mama dan Papa bahkan dapat mengabadikan momen tumbuh besar si Kecil dengan foto bahkan ketika tidak ada hal istimewa yang terjadi. Sebab waktu akan berjalan lebih cepat dari yang kamu duga. 

4. Sesuaikan ekspektasimu

4. Sesuaikan ekspektasimu
Freepik/jcomp

Melansir dari ccy.jfcs.org, seringkali orangtua memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi dalam mengambil peran sebagai seorang Mama dan Papa. Namun terkadang realitanya amat jauh berbeda. 

Ada banyak hal yang harus kamu sesuaian kembali, dan ini tidak masalah. Mama dan Papa perlu bersikap fleksible terhadap ekspektasi kalian. Tidak apa-apa jika kalian merasa tidak baik-baik saja. 

Ingat, ada banyak hal yang dapat berjalan berbeda dari apa yang kamu bayangkan, kamu tidak dapat mengaturnya berjalan sesuai keinginanmu. Usahakan agar hal-hal besar tetap berada dalam kendalimu, dan biarkan kesalahan-kesalahan kecil terjadi. 

5. Jangan ragu menerima bantuan

5. Jangan ragu menerima bantuan
Freepik/shurkin_son

Mama sebaiknya tidak terfokus pada saran dan perkataan orang lain. Tapi ini tidak berarti kamu perlu menjalankan semuanya sendirian. Mama tidak perlu ragu meminta bantuan jika kamu perlu. 

Mengutip dari lifehack.org, Mama dapat mempercayakan orang-orang dalam hidupmu untuk menawarkan bantuan. Mungkin ada pengalaman mereka yang dapat membantumu menemukan cara baru merawat si Kecil lebih baik lagi. 

Meminta bantuan bukan berarti kamu tidak bertanggung jawab atau mengandalkan orang lain. Mama dapat belajar lebih banyak lagi mengenai parenting melalui bantuan yang kamu dapatkan dari keluarga. 

6. Luangkan waktu untuk beristirahat

6. Luangkan waktu beristirahat
Pexels/ketut-subiyanto

Merawat anak di usia-usia awalnya sungguh memakan tenaga juga waktu. Selalu saja ada hal kecil yang membuatmu panik dan khawatir. Banyak orangtua baru melakukan kesalahan yang sama, yaitu mencurahkan pikiran dan tenaga untuk merawat anak.

Itu bukan hal yang salah, namun kamu juga perlu menjaga dan merawat dirimu sendiri. Kamu juga butuh istirahat yang cukup serta makan makanan bergizi.

Mama sebaiknya memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat melakukan kegiatan lain seperti berolahraga di luar rumah, menikmati makanan yang menyehatkan, atau sekedar bersantai di sofa. Kondisi mental dan tubuh yang sehat membantumu lebih siap merawat si Kecil. 

7. Tidak perlu bersikap terlalu panik

7. Tidak perlu bersikap terlalu panik
Freepik/cookie_studio

Di masa-masa pertumbuhan awalnya anak-anak tentu sangatlah lemah dan rentan. Kesalahan kecil yang Mama lakukan kepada anak dapat membuatnya menangis. 

Tidak perlu panik ketika mendengarkan tangisan si Kecil. Sebab di usia-usia awal hanya ini cara yang dapat ia lakukan untuk berkomunikasi denganmu. Mama dapat menenangkan diri ketika menghadapi tangisan anak-anak. 

Kamu dapat memahami arti tangisannya, lalu menenangkan si Kecil dengan cara memeluk, menggendong, atau menghiburnya. 

Semoga Mama dan Papa dapat membimbing dan merawat anak. Tidak perlu ragu meminta bantuan dan saran dari orang lain. Namun perlu diingat hanya kamu yang terbaik bagi si Kecil. Semoga bermanfaat. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.