6 Manfaat Peterseli untuk Kesehatan Anak, Campurkan dalam Makanan Yuk

Peterseli bagus untuk meningkatkan kemampuan otak anak

23 Februari 2021

6 Manfaat Peterseli Kesehatan Anak, Campurkan dalam Makanan Yuk
Unsplash/Erda Estremera

Mama mungkin mengenal parsley atau peterseli sebagai jenis dedaunan yang digunakan untuk menghias makanan saja. Namun, lebih dari itu lho, Ma. Peterseli ternyata kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bagus untuk tubuh anak-anak. 

Kandungan nutrisi yang terdapat dalam peterseli tersebut pun bisa berperan dalam proses tumbuh kembang anak. Selain itu, peterseli juga dapat meningkatkan kesehatan mata, sistem imunitas, serta mencegah infeksi saluran kemih. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan manfaat dari peterseli bagi si Kecil. Disertai saran penyajian peterseli untuk dikonsumsi anak-anak yang dilansir dari berbagai sumber. 

1. Kaya antioksidan dan baik untuk imunitas

1. Kaya antioksidan baik imunitas
Unsplash/Kindred Hues Photography

Peterseli mengandung banyak antioksidan flavonoid. Mulai dari leutolin, abignin, likopen, beta-karoten, hingga alfa-karoten.

Selain itu, peterseli diperkaya dengan Vitamin C, vitamin A, folat, dan niasin sehingga bagus untuk meningkatkan sistem imunitas atau kekebalan tubuh anak mama. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Journal of Nutrition juga menunjukkan bahwa peterseli membantu melindungi sel dari kerusakan radikal bebas, yang bertanggung jawab atas banyak penyakit kronis, seperti masalah kardiovaskular, kanker, penyakit saraf degeneratif, dan gangguan mata.

2. Bantu meningkatkan tumbuh kembang otak

2. Bantu meningkatkan tumbuh kembang otak
Unsplash/Adam Winger

Selain stimulasi, otak anak-anak juga membutuhkan nutrisi untuk proses tumbuh kembangnya. Dalam hal ini, mengonsumsi peterseli mungkin dapat membantu, Ma. 

Apennine dalam peterseli dapat meningkatkan pembentukan neuron dan meningkatkan fungsi otak, seperti daya ingat dan pembelajaran yang bagus untuk anak-anak. 

Kandungan luar biasa dari peterseli tersebut pun membuat banyak ahli memanfatkannya untuk penelitian. Ekstrak peterseli sedang diuji untuk keperluan pengobatan penyakit neurologis degeneratif, seperti skizofrenia, depresi, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson. 

Editors' Picks

3. Bagus untuk meningkatkan sistem penglihatan

3. Bagus meningkatkan sistem penglihatan
Unsplash/Hannah Tasker

Umumnya, sistem penglihatan anak-anak tidak setajam kemampuan penglihatan orang dewasa. Namun, sistem penglihatan mereka akan berkembang semakin baik seiring dengan pertambahan usia. 

Mama dapat membantu pengoptimalan sistem penglihatan anak ini dengan memberikannya makanan yang bernutrisi, seperti peterseli. 

Peterseli mengandung vitamin A, antioksidan seperti karotenoid serta beta-karoten, yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mata anak-anak, membantu melindungi retina dari kerusakan, dan mencegah degenerasi makula serta katarak. Selain itu, kandungan dalam peterseli juga bisa membantu mengurangi bengkak dan lingkaran hitam pada mata.

4. Memiliki sifat diuretik yang berperan dalam pencernaan

4. Memiliki sifat diuretik berperan dalam pencernaan
Unsplash/Jelleke Vanooteghem

Peterseli memiliki sifat diuretik alami pada tubuh. Hal ini dapat membantu membersihkan kandung kemih dan menjaga saluran kemih anak sehingga bebas dari infeksi.

Kandungan senyawa pada peterseli pun baik untuk sistem pencernaan karena dapat mengurangi kembung yang diakibatkan oleh gas dalam tubuh. 

Bahkan, peterseli telah cukup lama dikenal untuk pengobatan infeksi saluran kemih, batu ginjal, sistitis dan edema. Diketahui, kandungan terbaik untuk pengobatan itu terdapat pada bagian akar peterseli. 

5. Mengandung vitamin K untuk memperkuat tulang

5. Mengandung vitamin K memperkuat tulang
Unsplash/Hale Live

Tulang anak-anak mengalami proses tumbuh kembang yang cukup panjang. Selain dengan aktivitas fisik harian, nutrisi juga memiliki peran penting agar tulang si Kecil menjadi lebih kuat. 

Salah satu nutrisi yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan tulang, yaitu vitamin K. Anak mama bisa mendapatkan asupan vitamin K tersebut dari peterseli. 

Vitamin K dalam peterseli akan memaksimalkan penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan kesehatan tulang anak. Jumlah vitamin K yang cukup juga dapat melindungi anak dari patah tulang. Hal ini karena vitamin K dapat membantu pembuatan protein untuk tulang dan pembekuan darah.

6. Antibakteri, antijamur, dan bisa mengurangi peradangan

6. Antibakteri, antijamur, bisa mengurangi peradangan
Unsplash/Sander Weeteling

Kandungan luar biasa pada peterseli membuatnya memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Sifat peterseli tersebut memungkinkan peterseli untuk menghambat bakteri staphylococcus aureus, yang dapat menyebabkan infeksi kulit, selulitis, dan kondisi parah, seperti pneumonia dan meningitis.

Selain itu, peterseli mengandung antioksidan yang cukup tinggi, seperti vitamin C, vitamin A, dan vitamin E yang dapat membantu meredakan peradangan. Hal ini pun dapat melindungi anak-anak dari berbagai penyakit. 

Saran penyajian peterseli untuk anak-anak

Saran penyajian peterseli anak-anak
Unsplash/Alyson McPhee

Mengingat banyaknya manfaat bagi kesehatan yang dimiliki oleh peterseli. Mama pun dapat menambahkan peterseli ke dalam menu harian anak-anak. 

Namun, pastikan bahwa daun peterseli yang Mama pilih benar-benar segar. Hindari memilih daun peterseli yang layu dan lembap karena berisiko sebagai tempat berkembang biaknya bakteri atau jamur. 

Sebaiknya, cuci bersih sebelum digunakan untuk memasak dan keringkan jika ingin disimpan ke dalam lemari es. 

Mama dapat menggunakan peterseli ini sebagai campuran makanan si Kecil. Cukup memotong peterseli hingga halus dan campurkan ke dalam sup, pasta, atau hidangan lainnya. Bisa juga memanfaatkan peterseli sebagai bahan tambahan dalam jus sayuran dan buah-buahan. 

Itulah beberapa informasi penting mengenai manfaat peterseli bagi kesehatan disertai saran penyajiannya untuk dikonsumsi anak-anak. Semoga dapat berguna untuk Mama, ya. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.