Gejala Japanese Encephalitis pada Anak dan Cara Mencegahnya

Virus Japanese Encephalitis dapat menyebabkan radang otak lho, Ma. Yuk, simak faktanya!

6 Mei 2019

Gejala Japanese Encephalitis Anak Cara Mencegahnya
Pixabay/Free-Photos

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak yang disebabkan oleh infeksi virus golongan flavivirus.

Penyakit ini banyak terjadi di kawasan Asia Tenggara, termasuk di negara kita, mengingat Indonesia merupakan negara agraris dengan curah hujan yang cukup tinggi di sepanjang tahun.

Penyebaran virus ini terjadi melalui gigitan nyamuk Culex (terutama Culex tritaeniorhynchus), babi dan burung.

Biasanya, jenis nyamuk ini banyak ditemukan di area irigasi atau persawahan dan lebih aktif pada malam hari.

Penyebaran virus ini semakin meningkat saat musim hujan tiba.

1. Gejala yang muncul

1. Gejala muncul
Focusforwardcc.com

Umumnya, masa inkubasi dari virus ini terjadi selama 5 hingga 15 hari, tergantung daya tahan tubuh anak nih, Ma.

Namun umumnya, pada anak-anak gejala yang muncul tergolong ringan dan bahkan tidak muncul gejala apapun.

Gejala yang muncul biasanya berupa sakit kepala, demam, mual dan muntah. Hanya sebagian kecil penderita yang mengalami gejala berat seperti kaku pada tengkuk, disorientasi, penurunan kesadaran, kejang dan lumpuh.

2. Cara mengobati Japanese Encephalitis

2. Cara mengobati Japanese Encephalitis
richmondooh.org.uk
Iya deh Ma, aku mau minum obat sekarang. Hehehe...

Diperlukan diagnosa yang tepat dari dokter berdasarkan hasil pemeriksaan darah di laboratorium untuk memastikan infeksi penyakit ini.

Umumnya, dokter akan memberikan obat penurun panas dan obat anti nyeri yang dosisnya sesuai dengan berat badan anak.

Namun, jika gejala yang muncul menyebabkan anak lemas, dehidrasi atau bahkan kejang, kemungkinan dokter akan menganjurkan rawat inap agar anak mama bisa diobservasi dan mendapat treatment yang tepat.

Perlu Mama ingat bahwa penyakit ini tidak menular. Sentuhan fisik atau bahkan air liur penderita tidak berpotensi menularkan penyakit.

Begitupula dengan memakan babi yang sudah terinfeksi virus ini. Umumnya, virus akan mati jika daging babi dimasak dengan suhu diatas 60 derajat celcius.

Editors' Picks

3. Cara mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis

3. Cara mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis
myology2011.org

Ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan untuk mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis ini. Diantaranya adalah menghindari area yang rawan penyebaran virus JE, seperti daerah persawahan atau peternakan babi.

Kalaupun Mama harus pergi ke daerah tersebut atau memang tinggal di sekitar area tersebut, maka lindungi diri dari gigitan nyamuk dengan mengoleskan lotion anti nyamuk atau menggunakan wewangian lavender yang tidak disukai oleh nyamuk.

Kemudian tutup wadah penampungan atau genangan air yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, gunakan kelambu di malam hari atau nyalakan pendingin udara (AC).

Baca juga: Dos & Donts dalam Memberikan Obat Nyamuk pada Anak

4. Vaksin Japanese Encephalitis

4. Vaksin Japanese Encephalitis
res.cloudinary.com

Sementara pada bayi dan balita, disarankan untuk melakukan vaksinasi Japanese Encephalitis. Vaksin ini dapat diberikan pada bayi mulai usia 2 bulan hingga dewasa.

Vaksin ini sangat dianjurkan jika Mama berencana mengajak anak bepergian ke area endemik selama musim penularan virus JE atau wilayah yang didominasi area irigasi atau persawahan.

Seperti kebanyakan vaksin pada umumnya, vaksin Japanese Encephalitis ini kemungkinan menyebabkan beberapa efek samping yang nantinya akan hilang dengan sendirinya. Seperti rasa nyeri, kemerahan atau bengkak di area bekas suntikan dan demam.

Baca juga: Vaksinasi Wajib untuk Anak 1-3 Tahun

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!