Balita Tersiram Air Panas? Segera Lakukan 5 Tindakan ini ya, Ma!

Begini cara yang tepat menolong anak yang mengalami luka bakar ya, Ma

5 Juni 2019

Balita Tersiram Air Panas Segera Lakukan 5 Tindakan ini ya, Ma
Freepik/jcomp

Balita mama sangat aktif dan senang mengeksplor tiap sudut di rumah? Wah jangan sampai luput dari pengawasan ya, Ma. Pasalnya pada usia balita, rasa ingin tahu anak mulai berkembang.

Rasa ingin tahu mendorong balita untuk menyentuh atau memainkan benda-benda di sekitarnya tanpa tahu bahaya yang mengintai dibalik benda tersebut. Akibatnya kecelakaan tak terduga mungkin saja terjadi pada si Kecil, tersiram air panas misalnya.

Ya, balita gemar sekali memainkan tombol dispenser tanpa mengetahui bahwa tombol yang ditekannya mungkin mengalirkan air panas.

Begitu pula dengan memegang cangkir teh panas yang baru saja Mama siapkan dan menyebabkan air panas tumpah membasahi tubuhnya.

Waduh, jika hal ini terjadi tentu saja membuat Orangtua panik dan khawatir. Bagaimana memberikan pertolongan pertama jika si Kecil tersiram air panas ya?

1. Lepaskan pakaian anak

1. Lepaskan pakaian anak
Pixabay/Freestocks-photo

Segera lepaskan pakaian yang melekat di tubuh anak sesaat setelah ia tersiram air panas. Hal ini bertujuan untuk menghentikan penyebaran area luka bakar serta mencegah agar luka bakar tidak semakin dalam dan parah.

Ingat, jangan memaksa melepaskan pakaian atau aksesori yang menempel atau meleleh di bagian tubuh yang terbakar ya, Ma.

Lebih baik segera siram bagian tersebut dengan air dingin untuk mencegah penyebaran luka bakar.

2. Siram luka dengan air dingin

2. Siram luka air dingin
Pixabay/Myriams-Fotos

Jangan pernah mengompres atau menempelkan es batu pada bagian luka bakar ya, Ma. Sebab hal itu justru dapat menurunkan suhu tubuh anak.

Sebaiknya siram luka bakar dengan air mengalir selama 5 hingga 15 menit untuk ‘menenangkan’ penetrasi panas di tubuh anak.

Jika luka bakar tidak terlalu lebar, Mama juga bisa mengompres bagian luka dengan kain kasa yang sudah dibasahi cairan NaCL. Cukup ditempelkan saja ya, Ma, hindari menekan-nekan bagian luka.

3. Hindari menggosok luka

3. Hindari menggosok luka
myhealthytennessee.com

Kulit balita masih sangat tipis dan sensitif. Oleh sebab itu, hindari menggosok-gosok bagian kulit yang tersiram air panas.

Lebih baik gunakan air mengalir untuk membersihkan kotoran yang menempel di sekitar area luka bakar. Menggosok bagian kulit yang melepuh hanya akan memperparah kondisi kulit.

Editors' Picks

4. Tutup bagian kulit yang terbakar

4. Tutup bagian kulit terbakar
Pixabay/Heungsoon

Jika skala luka bakar pada anak tergolong kecil dan ringan, maka Mama cukup menutupnya menutup bagian luka dengan kasa steril setelah mengoleskan salep khusus luka bakar tipis-tipis di area luka. Lakukan ini setidaknya selama 24 jam.

Adapun untuk meredakan rasa nyeri, Mama bisa memberikan paracetamol sesuai dosis yang tepat.

Sedangkan untuk luka bakar yang berat, dengan skala lebar atau berada pada bagian tubuh vital seperti wajah atau kelamin, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

5. Hindari memecahkan gelembung luka

5. Hindari memecahkan gelembung luka
nhsinform.scot

Pada level luka bakar yang sedang, kemungkinan akan muncul gelembung berisi cairan bening di area kulit yang terbakar. Hindari menggosok atau memecahkannya ya, Ma. Biarkan gelembung tersebut pecah atau mengempis dengan sendirinya.

Mama tak perlu khawatir jika luka bakar yang dialami si Kecil tergolong ringan, yakni penyebarannya hanya sebatas kulit luar atau epidermis saja. Biasanya luka ini akan sembuh selama 3 hingga 7 hari.

Sementara pada kasus luka bakar yang berat, dimana luka bakar menembus bagian kulit jangat atau dermis, penyembuhannya akan lebih lama dan bahkan dokter menganjurkan agar anak dirawat di rumah sakit demi mendapatkan treatment yang tepat.

6. Cegah kecelakaan anak di dalam rumah

6. Cegah kecelakaan anak dalam rumah
Pixabay/Jill111

Selain pengawasan yang ketat, jauhkan peralatan atau benda-benda yang berbahaya dari jangkauan anak. Misalnya meletakkan dispenser lebih tinggi atau menon-aktifkan mode air panas jika tidak digunakan.

Hindari meletakkan air panas di tempat yang mudah dijangkau anak, serta menyimpan benda berbahaya lain seperti lilin, korek api atau alat setrika yang baru saja digunakan di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak.

Baca juga: Penting! 9 Hal Mengenai Pertolongan Pertama Saat Kecelakaan

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;