5 Cara Cegah Anak Memasukkan Benda Asing ke Telinga dan Hidung

Jauhkan benda asing berukuran kecil dari pantauan anak ya!

10 Januari 2019

5 Cara Cegah Anak Memasukkan Benda Asing ke Telinga Hidung
Unplash/Li Tzuni

Anak kecil pasti memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar. Dia selalu penasaran dengan segala benda yang ia lihat.

Waspada, lengahnya pantauan orangtua saat mereka bermain membuatnya bertindak spontan.

Salah satu masalah yang kerap terjadi ialah memasukkan benda asing berukuran kecil ke dalam mulut, hidung atau telinganya.

Kondisi ini biasa terjadi karena si Kecil belum cukup memahami fungsi organ-organ tubuh.

Sehingga tidak jarang, anak-anak memasukkan benda asing, seperti koin, gumpalan kertas, manik-manik dan benda kecil lain ke dalam rongga tubuhnya.

Namun bila ia kemasukan sesuatu di hidung atau telinganya, hal pertama yang perlu Mama lakukan adalah tidak panik dan tenangkan anak dengan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.

Kemudian segera bawa ke dokter spesialis THT, karena di klinik tersebut memiliki peralatan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan benda asing dari telinga atau hidung si Kecil.

Sementara sebagai langkah pencegahan, berikut ada lima hal yang bisa Mama lakukan. Langsung cek rangkumannya berikut ini yuk:

1. Awasi anak saat bermain

1. Awasi anak saat bermain
Freepik/Prostooleh

Sifat anak kecil yang selalu ingin tahu dan bermain dengan berbagai macam benda sebaiknya harus diperhatikan oleh Mama.

Sebab bisa saja terjadi hal yang tidak diinginkan, seperti memasukkan benda asing ke rongga tubuhnya dan membuat mereka tersedak, sulit bernapas, atau bahkan tercekik.

Kejadian ini bisa terjadi karena lolos dari penglihatan orangtua kepada anak.

Apabila adanya pengawasan yang ketat, kemungkinan besar Mama dapat mencegah mereka memasukkan benda berukuran kecil ke rongga tubuhnya.

Tapi jika Mama melihat si Kecil mulai melakukannya, jangan langsung berteriak.

Dengan nada besarnya Mama, maka membuat ia kaget dan bisa jadi malah sang anak refleks hingga benda asing tersebut masuk ke mulut atau hidungnya.

2. Hindarkan cotton bud dari jangkauan anak

2. Hindarkan cotton bud dari jangkauan anak
Unplash/Sharon McCutcheon

Benda asing yang bisa masuk ke dalam telinganya bukan hanya yang berbentuk kecil saja, lho.

Cotton bud merupakan salah satu benda yang harus Mama jauhkan dari pantauan anak-anak.

Pasalnya mereka suka sekali meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa.

Mereka pun jadi ikut memasukkan cotton bud ke dalam telinga.

Saat si Kecil mencoba membersihkan telinganya sendiri dengan cotton bud, kemungkinan besar bisa jadi ia mendorongnya terlalu jauh hingga terkena gendang telinga dan kotorannya pun semakin masuk.

Atau lebih parahnya lagi bagian kapas dari cotton bud justru tertinggal di dalam telinga anak.

Maka dari itu, simpan alat korek kuping tersebut di tempat yang tidak dapat dijangkau oleh mereka.

Editors' Picks

3. Jauhkan benda yang ukurannya sangat kecil sekalipun

3. Jauhkan benda ukuran sangat kecil sekalipun
Pexels/Sharon McCutcheon

Coba deh perhatikan, balita sering kali meletakkan baterai kecil atau benda lain di telinganya.

Baterai berbentuk kecil untuk jam tangan termasuk salah benda yang harus orangtua singkirkan dari jangkauan anak-anak.

Jadi Mama harus lebih peka agar dapat menghindari kebiasaan anak yang suka memasukkan benda asing di hidung atau mulutnya.

Nah, benda yang bisa tersangkut dan tidak seharusnya ada di dekat mereka berupa batu kerikil, manik-manik, baterai jam tangan, uang logam, atau bagian kecil dari mainannya.

Bahkan jauhkan mereka juga dari potongan makanan seperti kacang atau kismis yang bisa masuk ke dalam rongga tubuhnya.

Jadi pastikan untuk menyimpan benda-benda tersebut dengan aman, ya.

4. Mengajak anak bermain bersama

4. Mengajak anak bermain bersama
Pexels/ Luis Quintero

Anak duduk tenang di samping Mama, tapi kok bisa si Kecil memasukkan benda asing ke dalam hidung atau mulutnya tanpa sepengetahuan Mama?

Pasti karena Mama asyik sendiri dengan gadget dan tentunya membuat penyesalan bagi orangtua apabila ia sampai menelan atau menghalangi jalan nafasnya.

Untuk mencegahnya, coba Mama luangkan waktu sejenak dan mengajak sang buah hati bermain bersama.

Agar si Kecil tidak bertindak seperti itu, maka alangkah baiknya jika Mama membawanya pergi jalan-jalan ke taman bermain atau halaman rumah.

Selain dapat menghindari hal-hal tak diinginkan terjadi, manfaat kesehatan pun akan dirasakan saat mereka bermain di alam bebas.

5. Pilih mainan sesuai usia

5. Pilih mainan sesuai usia
Freepik

Anak-anak kecil secara alami memiliki rasa penasaran yang besar. Biasanya mereka suka menjelajahi dunia di sekitarnya dengan cara yang tidak tepat.

Salah satu bahaya yang dapat terjadi adalah mencoba-coba memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh.

Jadi yang harus dilakukan orangtua ialah memberikan permainan yang sesuai dengan usia maupun tahap perkembangan anak. Berikut pilihan mainannya:

• Usia 1 tahun

Pada usia ini si Kecil akan semakin aktif bergerak. Ia mulai belajar berjalan dan kemampuan tangannya juga semakin kompleks, sehingga bisa menggerakkan benda yang dipegang.

Mainan anak yang cocok untuk usia 1 tahun di antaranya adalah gerobak kecil, boneka, miniatur binatang, dan lain sebagainya.

• Usia 2 tahun

Anak usia 2 tahun biasanya sudah bisa berjalan dan berbicara. Mama bisa menstimulasi imajinasi dan kreativitasnya melalui mainan seperti: puzzle atau bongkar pasang, sepeda roda tiga (hanya duduk dan didorong), dan lain-lain.

• 3 tahun

Anak usia 3 tahun sudah semakin kreatif, Ma. Mereka cocoknya dengan mainan yang mampu menstimulasi otak dan ketangkasannya, yaitu mainan yang menunjukkan profesi seperti perangkat kedokteran, memasak atau pertukangan.

Saat anak bermain, sebaiknya awasi dan beri tahu mereka untuk menjauhkan benda asing dari telinga, mulut, dan rongga tubuh lainnya. 

Baca juga: 7 Manfaat Bermain Balok Bagi Kecerdasan dan Kreativitas Anak

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;