Bolehkah Balita Makan Sushi dan Sashimi?

Simak faktanya sebelum mengajak anak makan sushi dan sashimi

8 Februari 2021

Bolehkah Balita Makan Sushi Sashimi
matsuhisarestaurants.com

Apakah Mama salah seorang penggemar sushi dan sashimi?

Kedua kuliner khas Jepang ini memang banyak digemari masyarakat Indonesia karena memiliki rasa yang segar serta kandungan nutrisi yang tinggi.

Terbukti, restoran hingga kedai sushi yang tersebar di penjuru negeri selalu ramai dikunjungi pembeli.

Namun, bagi Mama yang masih memiliki anak balita, mungkin pernah terbersit keraguan untuk mengajak anak ikut makan sushi dan sashimi.

Apakah makanan tersebut aman bagi kesehatan mereka? Pasalnya, sajian ikan mentah pada sushi dan sashimi berisiko masih mengandung bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.

Daripada bingung, lebih baik simak fakta mengenai bolehkah anak balita makan sushi dan sashimi yang telah Popmama.com rangkum berikut ini yuk, Ma!

1. Apa itu sushi dan sashimi?

1. Apa itu sushi sashimi
Pixabay/milivanily

Sushi dan sashimi adalah kuliner khas Negeri Sakura yang umumnya menggunakan makanan-makanan laut sebagai bahan utama.

Sushi dibuat dengan menggulung nasi dan isian (ikan, ayam, alpukat, sayuran, dan lain-lain) menjadi satu. Beberapa sushi disajikan mentah, tapi ada juga yang disajikan dalam keadaan matang.

Sedangkan sashimi adalah potongan daging ikan mentah (umumnya salmon dan tuna) yang disajikan langsung.

Selain memiliki rasa yang segar dan lezat, sushi dan sashimi termasuk masakan yang kaya dengan nutrisi lho, Ma. Ia mengandung omega 3, protein, dan vitamin yang sangat baik bagi tubuh..

Editors' Picks

2. Risiko mengonsumsi sushi dan sashimi secara berlebihan

2. Risiko mengonsumsi sushi sashimi secara berlebihan
iflscience.com

Meski mengandung nutrisi, konsumsi sushi dan sashimi juga menuai kontra dari beberapa orang.

Pasalnya, daging ikan yang disajikan mentah berisiko masih mengandung bakteri (terutama bakteri salmonella) dan parasit yang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri dan parasit tersebut baru akan mati ketika daging ikan sudah dimasak pada suhu tertentu.

Selain berisiko mengandung bakteri dan parasit, beberapa jenis ikan laut yang digunakan pada sushi (seperti tuna) juga berisiko mengandung merkuri.

Dengan adanya kandungan-kandungan tersebut, mereka yang mengonsumsi sushi atau sashimi berisiko mengalami muntah, diare, hingga keracunan makanan ketika tidak sengaja mengonsumsi sushi atau sashimi yang tidak terjaga kebersihannya.

3. Perkembangan sistem kekebalan tubuh balita

3. Perkembangan sistem kekebalan tubuh balita
pinimg.com

Berdasarkan penjelasan pada poin sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa risiko makan sushi dan sashimi berlaku untuk semua orang, dewasa maupun anak-anak.

Namun memang, risiko tersebut lebih besar pada anak-anak. Pasalnya, pada umur 2-3 tahun, sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang dengan sempurna. Barulah pada umur 4-6 tahun, sistem tersebut mulai sempurna layaknya pada orang dewasa.

4. Bolehkah balita makan sushi dan sashimi?

4. Bolehkah balita makan sushi sashimi
bustle.com

Melihat perkembangan sistem kekebalan tubuh balita tersebut, ada baiknya Mama menunggu hingga anak cukup umur sebelum Mama mengajak anak makan sushi atau sashimi.

Umumnya, sushi dan sashimi mentah baru boleh diberikan ketika anak berusia 5-6 tahun.

Namun, Mama tetap boleh mengajak anak makan sushi sebelum umur tersebut, dengan catatan sushi yang disajikan adalah sushi yang sudah matang.

Di Jepang sendiri, orangtua akan menunggu hingga anaknya berusia 3-5 tahun sebelum memberikan sushi pertamanya.

5. Anjuran makan sushi dan sashimi bagi balita

5. Anjuran makan sushi sashimi bagi balita
amazonaws.com

Meski anak telah cukup umur untuk mengonsumsi sushi dan sashimi, ada baiknya Mama tetap memperhatikan anjuran-anjuran yang ada sebelum memberikan kuliner tersebut pada anak.

Anjuran tersebut meliputi:

  • Lebih baik mengonsumsi sushi dan sashimi dari ikan salmon atau kepiting yang tidak mengandung merkuri;
  • Lebih baik mengonsumsi sushi yang telah diolah hingga matang;
  • Hanya konsumsi sushi dan sashimi di restoran yang terjamin kebersihannya;
  • Jika ingin mengonsumsi sushi dan sashimi mentah, iringi dengan konsumsi wasabi.

Selain itu, waspada jika anak memiliki alergi makanan laut. Mama juga perlu melengkapi vaksin hepatitis A anak sebelum mengajaknya makan sushi.

Kesimpulannya, anak balita boleh mengonsumsi sushi dan sashimi selama sudah cukup umur dan mengikuti anjuran-anjuran yang ada. Jadi, sudah tidak bingung lagi ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.