Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bolehkah Anak Terkena Campak Beraktivitas di Luar Rumah? Ini Faktanya

Bolehkah Anak Terkena Campak Beraktivitas di Luar Rumah? Ini Faktanya
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
Intinya Sih

  • Campak adalah infeksi virus sangat menular yang dapat menyebar melalui udara bahkan sebelum ruam muncul, sehingga anak mudah menularkan penyakit ini ke orang lain.
  • Virus campak bisa bertahan di udara atau permukaan hingga dua jam, membuat risiko penularan tetap tinggi meski penderita sudah meninggalkan ruangan.
  • Anak yang terkena campak disarankan beristirahat di rumah sampai masa penularan selesai untuk mencegah penyebaran dan mempercepat pemulihan tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Beragam bentuk penyakit menular belakangan ini sering kali terjadi pada anak. Tak hanya menyerang orangtua, beragam virus dan penyakit kini telah berkembang dan menargetkan si kecil. Salah satu virus ini adalah campak atau biasa dikenal sebagai measles.

Organisasi kesehatan dunia seperti WHO, menyebut campak sebagai salah satu virus paling menular di dunia. Penularannya dapat terjadi dengan sangat mudah, melalui udara ketika penderita batuk atau bersin, bahkan sebelum ruam merah muncul di sekitaran kulit.

Oleh karena itu, banyak orangtua bertanya-tanya, apakah apa itu virus campak, bolehkah anak yang terkena campak tetap beraktivitas di luar rumah? Untuk memahami informasi ini secara lebih mendalam, berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi campak pada anak. Disimak, ya!

Table of Content

1. Merupakan salah satu virus paling menular di dunia

1. Merupakan salah satu virus paling menular di dunia

gambar Virus Campak
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Penting untuk Mama ketahui, bahwa campak dikenal sebagai penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi. Para ahli menyebutkan, bahwa satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada sekitar 12 hingga 18 orang lain yang belum memiliki kekebalan terhadap penyakit ini sebelumnya.

Penularan virus ini diketahui terjadi melalui percikan droplet atau partikel udara yang keluar dari hidung dan tenggorokan, saat batuk, bersin, atau bahkan bernapas Ma. Virus tersebut diketahui dapat terhirup oleh orang lain dan masuk ke tubuh melalui saluran pernapasan, lalu menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ.

Menurut Dr. Peter Jay Hotez, menegaskan bahwa campak termasuk ke dalam salah satu virus paling menular. Ia menjelaskan bahwa seseorang bahkan tidak perlu berada sangat dekat dengan penderita untuk tertular karena partikel virus dapat menyebar melalui udara dalam ruangan.

2. Virus campak dapat bertahan di udara

gambar tangan terkena campak
Freepik

Virus menular ini diketahui tidak hanya menular melalui kontak langsung saja dengan penderita Ma. Penelitian menunjukkan bahwa virus ini, mampu bertahan di udara maupun menempel pada permukaan benda hingga dua jam, setelah penderita meninggalkan ruangan.

Artinya, ruangan yang sebelumnya ditempati penderita campak masih berpotensi menjadi sumber penularan bagi orang lain, hal ini tentunya berbahaya untuk si Kecil jika tidak dalam pengawasan yang ketat.

Oleh karena itu, anak yang sedang mengalami campak sebaiknya tetap beristirahat di rumah hingga masa penularannya selesai Ma. Selain membantu proses pemulihan, langkah ini juga penting untuk mencegah virus menyebar ke orang lain.

3. Dapat muncul sebelum ruam muncul

gambar anak terkena ruam di tangan
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Banyak anak dan orangtua mulai menyadari seseorang terkena campak ketika ruam merah mulai terlihat di kulit. Padahal, virus campak sebenarnya sudah dapat menular sejak beberapa hari sebelum ruam muncul Ma.

Studi menyebutkan, bahwa penderita campak dapat menularkan virus sekitar empat hari sebelum ruam muncul dan empat hari setelah ruam terlihat. Saat fase ini, anak dinilai sudah dapat menularkan virus kepada orang lain.

Selain gejala mirip flu, beberapa anak juga dapat mengalami tanda khas berupa bintik putih kecil di dalam mulut yang disebut koplik spots, biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum ruam kulit terlihat.

4. Bukan sekadar ruam kulit biasa

gambar anak berfoto menolak
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Sebagian orangtua sering kali mengira campak hanya sekadar ruam merah di kulit seperti biduran atau alergi. Namun, campak merupakan infeksi virus serius yang dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh anak Ma. Virus ini disebabkan oleh measles virus yang menyerang saluran pernapasan, kemudian menyebar melalui aliran darah ke berbagai organ.

Oleh karena itu, campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini dapat memicu berbagai komplikasi yang berdampak pada kesehatan anak.

Saat anak menunjukkan gejala dan mengalami kondisi yang semakin memburuk, orangtua disarankan segera membawa anak ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, guna mendapatkan penanganan yang tepat sedini mungkin.

5. Menyebabkan komplikasi serius pada anak

gambar anak sedang sakit demam
Freepik/user18526052

Tak sebatas pada penyakit kulit saja, diketahui campak juga dapat mengakibatkan efek yang cukup panjang jika dibiarkan terlalu lama Ma. Dalam beberapa kasus, campak dapat menimbulkan komplikasi serius.

Salah satunya adalah peradangan otak atau ensefalitis. Suatu kondisi yang menyebabkan gangguan neurologis berbahaya. Meskipun jarang terjadi, risiko ini menunjukkan bahwa campak bukanlah penyakit yang ringan.

Menurut laman World Health Organization, komplikasi campak diketahui dapat muncul, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh yang lemah atau tidak mendapatkan perlindungan imunisasi sejak dini.

6. Campak menyebabkan kondisi Amnesia Imun

gambar Dokter sedang memeriksa anak sakit
Freepik/jcomp

Campak tidak hanya menyebabkan demam dan ruam merah pada kulit Ma. Studi menunjukkan, bahwa virus ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut immune amnesia.

Artinya, infeksi campak dapat merusak sebagian sistem kekebalan tubuh dan menghapus antibodi terhadap penyakit lain yang sebelumnya pernah dimiliki tubuh.

Akibatnya, setelah sembuh dari campak, anak dapat menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi lain karena sistem kekebalan tubuhnya perlu membangun kembali perlindungan untuk tubuh.

7. Dianjurkan untuk berada di rumah

gambar anak sedang bermain di rumah
Freepik/pch.vector

Ketika anak terkena campak, sering kali orangtua bertanya apakah si Kecil boleh bermain dan beraktivitas di luar rumah. Para ahli kesehatan, menyarankan agar anak sementara waktu tetap berada di rumah sampai masa penularan benar-benar selesai.

Hal ini dikarenakan virus campak sangat mudah menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin, bahkan ketika gejalanya belum terlihat jelas. Selain mencegah penularan, berada di dalam rumah juga membantu tubuh anak memulihkan diri dengan lebih baik sehingga proses penyembuhan dapat berjalan dengan baik.

Itulah Ma, informasi penting mengenai anak saat sedang terkena penyakit campak. Mari untuk terus memberikan wawasan yang tepat untuk anak sehingga meminimalisir dampak buruk kedepannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More