Bolehkah Balita Makan Sop Kambing? Cari Tahu Faktanya!

Sop kambing merupakan salah satu olahan daging kambing yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat

5 Oktober 2021

Bolehkah Balita Makan Sop Kambing Cari Tahu Faktanya
Instagram.com/kembangkirana

Kambing merupakan salah satu daging yang dapat dikonsumsi oleh orang-orang selain daging sapi. Daging kambing ini juga dapat diolah dengan berbagai macam jenis masakan, mulai dari gulai kambing, sate kambing hingga sop kambing.

Sop kambing merupakan hidangan yang tentunya sudah tidak asing lagi ada di Indonesia. Biasanya, sop kambing diolah bersama seledri, tomat, daging kambing, daun bawang, jahe, kemiri serta daun jeruk. 

Tidak hanya itu, sop kambing biasanya juga menggunakan kuah dari kaldu daging yang memiliki warna bening kekuningan.

Sop kambing ini memiliki rasa yang sangat gurih karena ditambah dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah khas Indonesia beserta dengan kaldunya.

Bumbu sop kambing ini diketahui juga memiliki bumbu yang hampir mirip dengan sop buntut sapi.

Namun, apakah sop kambing boleh dikonsumsi oleh balita?

BerikutPopmama.comsudah merangkum informasinya untuk Mama. Simak penjelasannya yuk, Ma!

1. Keistimewaan sop kambing

1. Keistimewaan sop kambing
Instagram.com/sateutami

Di Indonesia sudah tidak aneh lagi jika melihat banyak masyarakat yang menjadikan kambing sebagai hewan ternak. Hal ini karena daging kambing sendiri empuk dan memiliki banyak manfaat untuk dikonsumsi.

Karena hal ini pula membuat daging kambing dapat diolah dengan berbagai macam hidangan, salah satunya dijadikan sop dengan isian sayur wortel dan kentang selain daging dan tulang kambing.

Sop kambing terbuat dari kaldu dan bumbu khas dari berbagai rempahan di Indonesia. Itulah yang membuat sop kambing memiliki rasa yang gurih serta enak disantap. 

Sop kambing erat kaitannya dengan hidangan betawi dan melayu. hal yang menjadi keistimewaan dari makanan ini yaitu kerap menjadi pilihan makanan utama yang selalu dibuat di Indonesia pada saat Hari Raya Idul Adha.

Sop kambing merupakan sebuah hidangan yang memiliki daging kambing sebagai bahan utamanya, bahkan tidak jarang juga termasuk pada bagian iganya. Namun, di Indonesia sendiri ternyata sop daging bermacam-macam, yaitu sop kaki kambing dan sop kepala kambing.

Editors' Picks

2. Kandungan yang terdapat dalam sop kambing

2. Kandungan terdapat dalam sop kambing
Instagram.com/kembangkirana

Mengonsumsi daging kambing tentu memiliki berbagai manfaat yang terkandung didalamnya. Berbagai kandungan tersebut tentunya bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan tersebut mulai dari kalori, kandungan lemak, lemak jenuh serta kolesterol yang lebih rendah dibandingkan dengan daging pada umumnya. Sehingga baik untuk dikonsumsi.

Nilai gizi, kandungan dari sop kambing terdiri dari:

  • Energi 34 kkal
  • Lemak total 0,80 gram
  • Karbohidrat 1,10 gram
  • Protein 5,50 gram
  • Natrium 348 miligram

Berbagai kandungan yang berada pada daging kambing ini tentunya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh apabila dikonsumsi.

3. Manfaat yang didapatkan ketika mengonsumsi sop kambing

3. Manfaat didapatkan ketika mengonsumsi sop kambing
Instagram.com/abuyyakambingbakar

Memiliki berbagai kandungan yang cukup tinggi tentu membuat makanan ini dapat dikonsumsi dengan baik. Salah satu kandungan yang memiliki nilai gizi tertinggi adalah kandungan lemak vitamin.

Vitamin B12 memiliki peran penting dalam memproduksi sel darah merah, memiliki fungsi saraf serta sangat diperlukan pula dalam metabolisme homocysteine. 

Tidak hanya itu, makanan ini juga mengandung vitamin B3 dan dapat melepaskan energi yang penting untuk sistem saraf dalam tubuh. Selain itu, vitamin B2 juga memiliki manfaat bagi kesehatan mata.

Kandungan lain yang terdapat pada kambing adalah zat besi yang berperan dalam perkembangan otak serta melancarkan peredaran oksigen ke seluruh tubuh.

4. Efek samping dari memakan sop kambing yang terlalu banyak

4. Efek samping dari memakan sop kambing terlalu banyak
Instagram.com/mega_dingding

Walaupun memiliki berbagai macam manfaat yang baik bagi tubuh, mengonsumsi makanan ini juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Hal ini karena daging kambing memiliki thermogenic effect yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging lainnya.

Thermogenic effect ini merupakan efek panas yang keluar dari sistem metabolisme ketika mencerna makanan. Karena dapat menimbulkan efek panas pada sistem pencernaan anak-anak, maka tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan.

Kambing mengandung lemak jenuh yang cukup banyak, sehingga dengan mengonsumsi daging kambing dengan porsi yang lebih banyak tidak baik untuk kesehatan. Selain itu, hal ini juga merupakan musuh yang paling utama bagi pembuluh darah dan juga jantung.

Orang yang terlalu banyak mengonsumsi daging kambing akan mengalami penyakit kardiovaskuler.

5. Bolehkah balita memakan sop kambing?

5. Bolehkah balita memakan sop kambing
halodoc.com

Berdasarkan penjelasan tersebut, maka balita dapat mengonsumsi daging kambing, khususnya sop kambing. Namun, balita belum boleh mengonsumsinya dengan jumlah yang terlalu banyak karena akan berdampak pada kesehatan anak.

Mama dapat memilih bagian daging yang tidak memiliki kandungan lemak yang tinggi seperti paha atas dan bahu. Selain itu pastikan juga untuk memisahkan bagian babat, otak, jeroan, serta usus.

Bagian jeroan ini tidak boleh diberikan pada anak karena pencernaannya belum bisa mencerna beragam makanan secara sempurna.

Hal ini karena tidak semua bagian daging dapat dikonsumsi dengan baik, terutama untuk anak balita. Pastikan daging kambing yang ingin diberikan pada si Kecil sudah benar-benar empuk ya, Ma.

Coba kuahnya terlebih dulu. Apakah anak mama menyukai rasanya yang sudah tercampur dengan rempah?

Nah, itulah berbagai informasi mengenai sop kambing yang dapat dikonsumsi anak. Ingatlah untuk selalu memperhatikan porsi yang cukup dalam memberikan daging kambing pada anak agar tidak terlalu berlebihan.

Serta jangan lupa juga menambahkan sayuran agar dapat memperlancar pencernaan pada anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.