Penting untuk Diperhatikan, BAB Normal Anak 2 Tahun

BAB adalah salah satu hal yang menandakan kesehatan si Kecil, Ma

26 Maret 2021

Penting Diperhatikan, BAB Normal Anak 2 Tahun
Freepik

Mama mungkin bingung jika si Kecil beberapa kali buang air besar (BAB) dalam sehari, atau malah tidak BAB sama sekali selama beberapa hari.

BAB merupakan hal yang berkaitan dengan kesehatan Ma, dengan mengenal ciri BAB normal pada si Kecil sama dengan Mama memastikan bahwa anak mama tumbuh dengan sehat setiap harinya.

Setiap bayi maupun balita memiliki frekuensi yang berbeda-beda untuk melakukan BAB. Ada yang hanya sekali sehari, ada yang dua kali sehari, atau malah ada yang dua kali atau lebih dalam sehari.

Untuk membantu Mama mengetahui kondisi kesehatan si Kecil, berikut Popmama.com telah merangkum berapa kali BAB normal untuk anak umur 2 tahun

1. Ciri BAB normal

1. Ciri BAB normal
Pexels/elly-fairytale

Salah satu faktor yang merupakan ciri dari BAB normal yang terjadi pada anak adalah frekuensi waktu BAB si kecil. Umumnya  dapat menjadi ciri dari BAB normal pada anak adalah seberapa sering hal ini terjadi.

Frekuensi BAB dapat bervariasi, bisa 3 kali per minggu, atau 3 kali per hari. Frekuensi seringnya BAB ini umumnya sama setiap waktunya, dan biasanya terjadi di waktu yang sama. Untuk anak usia 1-3 tahun, umumnya frekuensi BAB yaitu sekitar empat kali dalam satu minggu.

Selain melihat waktu BAB, Mama bisa melihat dari warna feses si Anak. Normalnya warna feses, ciri hasil BAB anak yang normal yaitu meliputi variasi warna dari kuning, hijau, atau coklat. Mama harus waspada jika feses si Kecil berwarna hitam atau putih.

Editors' Picks

2. BAB lebih sering

2. BAB lebih sering
Unsplash/markus-spiske

Jika si Kecil mengalami BAB yang lebih sering daripada biasanya. Mama tidak perlu khawatir karena hal tersebut tidak berbahaya.

BAB yang lebih sering dapat terjadi karena si Kecil memakan makanan yang tidak bisa ditoleransi oleh perut, atau dapat juga disebabkan oleh penggunaan obat tertentu yang si Kecil sedang konsumsi atau perubahan pola makan si Kecil, Ma.

Pola BAB yang lebih sering ini biasanya akan kembali normal setelah si Kecil beradaptasi dengan pola makan barunya.

3. Kesulitan BAB

3. Kesulitan BAB
Unsplash/charles-deluvio

Mama juga tidak perlu khawatir jika frekuensi BAB si Kecil berbeda dibandingkan saat bayi. Saat bayi mungkin si Kecil akan BAB 5-6 kali per hari, dengan tekstur yang encer. Namun, ketika bertambah usia si Kecil frekuensi BAB akan berkurang.

Jika BAB si Kecil kurang dari 3 kali, maka mungkin si Kecil mengalami sembelit, yang harus ditangani, karena akan sangat menganggu.

Ciri-ciri dari sembelit pada anak adalah , perut bisa terasa sakit dan si Kecil mengalami kesulitan untuk mengeluarkan feses yang sudah menumpuk dan keras.

Apabila tidak ada tanda-tanda bahwa si Kecil mengalami sembelit, maka yang perlu Mama lakukan hanyalah mengingatkan dan melatih si Kecil untuk BAB setiap harinya.

4. Gangguan saluran pencernaan

4. Gangguan saluran pencernaan
Unsplash/troy-t

Gangguan saluran pencernaan adalah salah satu hal yang berhubungan dengan BAB si Kecil.

Jika BAB si Kecil lebih sering terjadi dari biasanya disertai gejala lain, si Kecil mungkin mengalami gangguan pada saluran pencernaannya.

Mama harus memperhatikan apakah terdapat darah pada feses yang dikeluarkan atau ada penurunan berat badan yang signifikan pada si Kecil. Jika hal tersebut terjadi, Mama sebaiknya segera memeriksakan si Kecil ke dokter anak.

5. Perhatikan makanan

5. Perhatikan makanan
Unsplash/kyle-nieber

Penting untuk Mama mengingat bahwa pola BAB si  Kecil bergantung pada apa yang dikonsumsinya, Maka dari itu Mama harus mengamati pola makan dan makanan yang diterima tubuh si Kecil setiap harinya.

Itulah informasi mengenai frekuensi BAB yang normal untuk anak umur 2 tahun. Semoga informasi di atas dapat membantu Mama, jangan lupa untuk terus memperhatikan kesehatan anak dari berbagai hal ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.