Cara Menenangkan Anak Tantrum tanpa Memberikannya Gadget

Ini dia tips yang bisa Mama terapkan pada si Kecil yang sedang tantrum

3 Mei 2021

Cara Menenangkan Anak Tantrum tanpa Memberikan Gadget
Pexels/allan-mas

Saat si Kecil mengalami tantrum, biasanya orangtua akan memberikan sesuatu yang bisa mengalihkan perhatian si Kecil agar tenang.

Tidak jarang orangtua akan memberikan gadget sebagai alternatif.

Namun, cara ini akan memicu anak jadi memiliki ketergantungan pada gadget, Ma. Pemakaian gadget yang berlebihan juga dapat berakibat buruk pada perkembangan emosional anak.

Untuk menghindari pemberian gadget pada anak, ada metode lain yang bisa Mama coba dalam membuat anak tenang saat sedang mengalami tantrum.

Berikut Popmama.com telah merangkum cara menenangkan anak tantrum tanpa memberikan gadget berdasarkan penjelasan para ahli.

1. Beri dukungan melalui kata-kata

1. Beri dukungan melalui kata-kata
Pexels/anna-shvets

Menurut ahli ilmu perilaku, yaitu Robin Gurwitc seornag professor dari Duke University School Medicine. Salah satu tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh Mama adalah merespon anak secara tepat ketika anak mulai merengek.

Tunjukan bahwa Mama mengakui rasa kecewa anak melalui kalimat yang dapat mendorong anak mandiri dan percaya diri, cara ini berguna agar anak tidak haus perhatian dan menyalurkannya dengan mengamuk.

Editors' Picks

2. Ajak bernyanyi

2. Ajak bernyanyi
Pexels/tatiana-syrikova

Menurut blog parenting yang ditulis dalam MessyMotherhood.com, orangtua disarankan untuk mengajak anak melakukan sesuatu yang spontan ketika anak mulai mengamuk atau rewel.

Ajak anak bernyanyi atau melakukan permainan yang bisa membuat bagian emosional di otak anak beralih ke area yang logis dan akan membuat si Kecil mulai tenang.

Selain itu, dengan menyanyikan anak sebuah lagu, atau mengajak anak bernyanyi akan membangkitkan perasaan damai.

Hal ini menurut seorang ahli yoga, Shakta Khalsa, yang mengatakan bahwa setiap suara akan membawa getaran yang memengaruhi area tertentu.

3. Ajarkan si Kecil bernapas dengan perut

3. Ajarkan si Kecil bernapas perut
Pexels/yan-krukov

Tips ini diberikan oleh ahli yoga, anak diminta menerapkan metode pernapasan ketika sedang emosional.

Bernapas dalam-dalam dapat menyebabkan ketenangan, secara emosional bernapas berarti melepaskan apa pun yang membuat si Kecil kesal.

Untuk anak yang masih balita, Mama bisa mengajarkan anak dengan mengangkat satu jari dan minta si Kecil membayangkan menarik napas panjang seperti sedang meniup gelembung.

4. Ajarkan melakukan pelukan kupu-kupu

4. Ajarkan melakukan pelukan kupu-kupu
Pexels/vlada-karpovich

Tips dari terapis kecemasan untuk menenagkan anak yang sedang tantrum yaitu melalui metode memeluk, karena pelukan dari Mama dan Papa adalah hal terbaik yang bisa menenangkan anak.

Namun, ada saat Mama tidak bersama si Kecil dan tidak bisa memberikan pelukan pada anak saat anak merasa sedih atau cemas.

Untuk mengatasi hal tersebut, Mama bisa membantu anak dengan mengajarkan anak memeluk dirinya sendiri.

Dengan cara silangkan tangan anak di dadanya dengan ujung jari berada tepat di bawah tulang selangkah dan diarahkan ke lehernya. Bantu anak mengaitkan ibu jari dan membuat tubuh kupu-kupu.

Minta si Kecil menutup mata, dan kibaskan jari perlahan bergantian dari kanan ke kiri sambil menarik napas perlahan.

Memeluk diri sendiri akan membantu jaringan otak untuk mengurangi tekanan emosi, Ma.

5. Tenangkan si Kecil menggunakan air

5. Tenangkan si Kecil menggunakan air
Pexels/edneil-jocusol

Tips ini dari seorang psikolog klinis Rumah Sakit anak St. Louis, Amerika Serikat, yaitu Ilana Luft, Ph.D. Disarankan pada orangtua untuk memberikan percikan air yang lembut agar anak lebih tenang.

Dengan cara menggunakan lap basah yang dingin atau mencelupkan jari-jari anak ke dalam air, berikan sentuhan air pada wajah anak dengan lembut.

Cara ini dapat membuat suhu tubuh anak lebih dingin dan detak jantungnya melambat, juga napas yang menjadi tenang.

Itulah cara menenangkan anak yang sedang tantrum tanpa memberikan mereka gadget. Semoga informasi di atas dapat membantu Mama belajar dalam tumbuh kembang si Kecil yah, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.