Cara Mengatasi GMT pada Anak Usia 2 Tahun

Jangan langsung dimarahi, atasi dengan cara yang tepat

17 September 2021

Cara Mengatasi GMT Anak Usia 2 Tahun
Freepik/ asier_relampagoestudio

Untuk mendapatkan pertumbuhan yang maksimal, si Kecil perlu makan makanan dengan gizi yang seimbang. Namun, tak jarang anak-anak melakukan gerakan tutup mulut (GTM). 

Tak dapat dipungkiri hal itu kadang membuat Mama menjadi pusing bahkan terkadang kehilangan kesabaran dan memaksa anak untuk makan. 

Padahal, cara tersebut bisa jadi penyebab anak melakukan GTM lagi dilain waktu. 

Untuk membantu Mama menghadapi anak yang melakukan GTM, Popmama.comtelah merangkum berbagai cara yang dapat Mama lakukan di rumah. Simak yuk, Ma! 

1. Perhatikan dan kenali penyebab anak tidak mau makan

1. Perhatikan kenali penyebab anak tidak mau makan
Freepik/User18526052

Sebelum mencari jalan keluar agar anak menjadi nafsu makan, cobalah untuk kenali penyebab anak Mama menjadi susah makan. 

Bisa jadi, si Kecil tak ingin makan karena masih merasa kenyang, tidak suka dengan menu makanannya, sedang asik bermain dan lain sebagainya. 

Jika sudah mengetahui penyebabnya, maka Mama bisa mencoba berbagai cara untuk mengatasi anak yang melakukan GTM. 

2. Ciptakan lingkungan yang menyenangkan 

2. Ciptakan lingkungan menyenangkan 
Freepik/tirachardz

Salah satu cara menciptakan lingkungan makan yang menyenangkan yakni dengan makan bersama. Cara ini mungkin akan memacu anak akhirnya untuk makan juga karena orang-orang disekitarnya sedang makan. 

Selama makan bersama, jauhkan gadget, TV dan alat elektronik lainnya. Hal itu agar anak Mama fokus dengan makannya. 

Editors' Picks

3. Sediakan menu makanan yang bervariasi

3. Sediakan menu makanan bervariasi
Freepik/jcomp

Cara kedua yakni menyediakan beragam jenis makanan yang ada di atas meja makan. Misalnya, ada sayur bayam, sayur buncis, ayam, dan telur. Biarkan anak-anak memilih makanannya sendiri.

Cara ini mungkin akan terdengar seperti serakah karena membuat banyak makanan. Lalu bagaimana jika tidak habis? pasti akan dibuang. 

Maka dari itu, Mama bisa mencoba memasak sedikit-sedikit setiap menunya agar tetap habis dimakan. 

Namun, jika nyatanya dari banyak menu anak hanya mengambil lauk saja tanpa sayur, cobalah untuk memberinya pengertian agar tetap ingin makan sayur. 

Di hari pertama, Mama bisa memberinya dua helai daun bayam terlebih dahulu. Kemudian ditambah saat jam makan berikutnya hingga akhirnya anak terbiasa makan sayur. 

Hal itu pun berlaku untuk lauk, Ma. Cobalah beri anak lauk sedikit demi sedikit.

4. Hindari makan yang terlalu lama 

4. Hindari makan terlalu lama 
Freepik/master1305

Menurut Student Health Service of the Department of Health di Hong Kong, waktu makan yang realistis adalah sekitar 30-45 menit.

Jadi, Mama harus mengusahakan anak tidak makan lebih dari 30 menit. Sebab, makan yang terlalu lama merupakan kebiasaan yang tidak baik. 

Selain itu, makan lebih dari 30 menit juga akan membuat makanan terasa kurang enak. Salah satu alasannya karena makanan menjadi dingin sehingga membuat makanan tidak lezat untuk disantap. 

Jika sudah tidak lezat maka anak sudah pasti tidak ingin makan kembali. 

Contohnya, saat Mama memberi makan anak sayur sop dengan campuran daging, biasanya jika sudah dingin dan terlalu lama jadi muncul gajih. Atau, nasi yang diberi kuah lama kelamaan akan mengembang sehingga tidak nikmat lagi untuk disantap. 

Agar anak cepat dalam makan, Mama dapat mengajaknya makan sambil duduk di meja makan, hindari gadget dan televisi, serta siapkan makanan yang tak terlalu keras sehingga anak tidak mengunyah terlalu lama. 

5. Buat jadwal makan

5. Buat jadwal makan
Pexels/Kaboompicscom

Salah satu alasan lain anak tidak ingin makan bisa jadi karena merasa kenyang baru makan camilan atau jajanan. Maka, alangkah baiknya jika Mama membuat jadwal makan untuk si Kecil. Mulai dari makanan berat, camilan, hingga susu semuanya terjadwal. 

Mama dapat mencoba mengikuti jadwal makan untuk anak batita seperti berikut ini: 

06.00: ASI atau susu formula 
08.00: Sarapan
10.00: Camilan
12.00: Makan siang
14.00: ASI atau susu formula 
16.00: Camilan 
18.00: Makan malam
20.00: ASI atau susu formula 

6. Buat menu makanan menjadi lebih menarik 

6. Buat menu makanan menjadi lebih menarik 
Instagram.com/mamadiahdee

Cara lain agar meningkatkan nafsu makan anak yakni dengan menyajikan makanan yang menarik dengan cara menghias makanan. 

Menghias makanan merupakan salah satu langkah membuat anak tertarik terhadap makanan. Selain itu, menghias makanan bisa membuat si Kecil menyantap seluruh makanan, sekali pun yang tadinya tidak ia sukai. 

Ada banyak sekali cara menghias makanan. Misalnya, membuat makanan menjadi seperti wajah hewan, kartun hingga tumbuhan. 

Untuk mempermudah Mama dalam proses pembuatan, Mama dapat melihat tutorial cara menghias makanan melalui YouTube. 

7. Coba konsultasikan ke dokter anak

7. Coba konsultasikan ke dokter anak
Freepik/bearfotos

Jika ternyata GTM yang Mama prediksi pada anak salah dan telah mencoba berbagai cara di atas, alangkah baiknya untuk membawa si Kecil ke dokter anak untuk melakukan konsultasi lebih lanjut. 

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan oleh Mama di rumah ketika menghadapi anak yang melakukan Gerakan Tutup Mulut. Semoga cara tersebut mampu membuat anak-anak tak melakukan GTM di kemudian hari. Semangat terus ya, Ma! 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.