Tips Bantu Anak Jadi Lebih Komunikatif dan Ekspresif a la Tasya Kamila

Sudah ajak anak untuk berinteraksi sejak 3 bulan dalam kandungan

14 November 2021

Tips Bantu Anak Jadi Lebih Komunikatif Ekspresif a la Tasya Kamila
Instagram.com/Tasyakamila

Setiap orangtua memiliki kiat tersendiri untuk membantu perkembangan si Kecil. Berbagai jenis pola asuh dan kebiasaan baik dilakukan dan diajarkan pada anak untuk bisa lebih komunikatif dan juga ekspresif. 

Mantan artis cilik Tasya Kamila yang kini sudah menjadi orangtua juga melakukan hal yang sama. Arrasya Wardhana Bachtiar yang merupakan anaknya dikenal cukup komunikatif ketika berkomunikasi dengannya.

Tasya dalam acara 'Sharing Session bersama Early Learning Centre dengan tema Give the Joy of Play this Holiday' yang diadakan pada Kamis (11/11/2021), berbagi tips seputar hal yang dilakukan dirinya untuk membantu si Kecil menjadi lebih komunikatif. 

Walaupun baru belajar menjadi orangtua, Tasya memiliki cara ataupun tips yang dilakukan untuk bantu anak jadi lebih komunikatif dan ekspresif. Di bawah ini Popmama.com rangkum informasi selengkapnya. 

1. Sering diajak berdialog

1. Sering diajak berdialog
Instagram.com/Tasyakamila

Memiliki anak yang komunikatif serta ekspresif dalam menyampaikan emosinya tentunya tidak datang begitu saja, banyak hal yang dilakukan Tasya untuk bantu tumbuh kembang anaknya.

Salah satunya ialah dengan mengajak anak berbicara sedini mungkin. 

"Yang selama ini aku usahakan, dari Arrasya baru lahir atau bahkan dari dalam perut ketika usia kandungan masih 3 bulan, itu sudah sering aku ajak ngomong. Bahkan ketika dia lahir juga masih aku ajak ngomong, aku tatap mata dia," tutur Tasya. 

Terbiasa diajak berdialog sejak kecil membuat Arrasya menjadi tahu cara berkomunikasi dengan mamanya. 

Editors' Picks

2. Story time saat bermain atau menjelang tidur

2. Story time saat bermain atau menjelang tidur
Instagram.com/Tasyakamila

Mendongeng sebelum tidur mungkin sudah dilakukan beberapa orangtua dalam mendidik anak ya, Ma.

Menceritakan beberapa cerita menarik yang membuat anak jadi memiliki rasa ingin tahu dan akan bertanya. 

Tasya juga kerap melakukan story time sebelum tidur. Kegiatan menjelang tidur menjadi semakin menyenangkan untuk anak ketika Mama bersedia mendongeng dengannya. 

"Bacakan buku ke anak, dengan ekspresi dan suara yang berbeda. Dari buku juga banyak memiliki tema yang bisa kita ceritakan. Jadi itu salah satu caranya juga," ucap Tasya. 

3. Memahami ekspresi dan emosi si Kecil

3. Memahami ekspresi emosi si Kecil
Instagram.com/Tasyakamila

Anak kecil mungkin belum bisa mengekspresikan emosi mereka dengan baik. Mereka hanya bersikap apa yang tidak membuatnya nyaman tanpa bisa mengutarakannya. Di sinilah peran orangtua sangat penting dalam memahami kondisi anak. 

Tasya berusaha untuk memahami kondisi anak dengan bertanya pada si Kecil tentang apa yang sedang dirasakan. Ini membantu Arrasya untuk bisa berterus terang ketika ia senang ataupun sedang marah. 

"Dengarkan maunya anak. Kita bisa lihat dari ekspresinya, misalnya ketika lagi tantrum dan sebagainya, maka tanya kondisinya. Dulu Arrasya juga belum paham, tapi karena aku sering tanya, sekarang dia bisa menyampaikan ketika sudah mau marah dia akan bilang, dan ketika happy dia juga bilang," ucap Tasya.

Tidak ada salahnya ketika anak sedang dalam keadaan tantrum, Mama tanya bagaimana kondisinya, apa yang sedang dia rasakan dan sebagainya. Pahami mereka agar mereka juga menyampaikan emosinya dengan baik. 

4. Interaksi tanya jawab dengan anak

4. Interaksi ta jawab anak

Tasya yang saat itu dibantu oleh salah satu psikolog anak yaitu Anastasia Satriyo, M. Psi, juga menambah tips dengan cara mengajak anak untuk berinteraksi tanya jawab. 

Interaksi orangtua juga diperlukan. Interaksi yang dimaksud ialah tidak mendominasi percakapan sehingga tidak memberikan kesempatan pada anak untuk berbicara dan menyampaikan pendapatnya. 

Beri jeda pada anak ketika mama menanyakan sesuatu ke mereka, supaya anak juga memiliki kesempatan untuk menjawab apa maunya. 

Anak kecil juga butuh didengarkan walaupun sepatah dua kata saja. Ini bisa membuat mereka merasa didengarkan dan diakui keberadaannya. 

5. Berikan mainan seusianya

5. Berikan mainan seusianya

Mainan pada anak tentunya sudah dibuat dan diriset sesuai umur dan kemampuan anak di umur tersebut. Lewat mainan yang diberikan, itu bisa membantu perkembangan anak. 

Tasya pernah melakukan kekeliruan dalam memberi mainan untuk Arrasya yang kini menjadi pengalaman untuknya memberikan mainan yang sesuai dengan usia anak. 

"Aku menyarankan sekali untuk memberikan mainan sesuai usianya, karena dulu awalnya aku tidak paham ya, aku tahunya anak aku suka baca buku, jadi pinter kalau dikasih buku. Tapi ternyata anak di bawah umur satu tahun mungkin cocoknya dengan soft book, buku dengan warna yang kontras, buku-buku yang gambarnya besar," tuturnya.

Mainan yang sesuai untuk anak akan melatih motorik dan sensor anak, sehingga memang perlu untuk memilih mainan yang tepat. Terutama tingkat keamanan pada mainan juga harus diperhatikan. 

Itulah tadi informasi mengenai tips bantu anak jadi lebih komunikatif dan ekspresif a la Tasya Kamila. Mama bisa juga coba dengan hal yang sama untuk si Kecil. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.