9 Kesalahan yang Sering Dilakukan Mama dengan 2 Balita

Mungkin Mama takkan menyadarinya sebelum membaca ini

12 Mei 2021

9 Kesalahan Sering Dilakukan Mama 2 Balita
rawpixel.com/Teddy Rawpixel

Anak adalah rezeki dari Tuhan yang tak boleh ditolak. Termasuk saat dikaruniai anak-anak dengan jeda umur yang berdekatan. 

Jarak umur yang dekat membuat Mama selalu sibuk, baik pikiran maupun fisik. Keduanya masih butuh pengawasan dan pelayanan penuh dari Mama. 

Tak heran jika banyak Mama dengan anak balita yang umurnya berdekatan sering melakukan kesalahan. Mungkin sebagian besar kesalahan ini tidak Mama sadari. 

Disusun Popmama.com, inilah 9 kesalahan yang sering dilakukan Mama dengan anak balita yang umurnya berdekatan.

1. Sering melewatkan waktu makan

1. Sering melewatkan waktu makan
soposted.com

Menyiapkan makan untuk satu anak saja sudah menyita waktu, apalagi 2 anak balita sekaligus. Ada yang baru belajar makan MPASI, ada pula yang baru belajar makan sendiri. 

Sesi makan jadi lebih panjang dan sesi membereskan setelah makan pun jadi tak kalah panjang. Tanpa disadari, waktu makan Mama terlewat. 

Padahal, Mama masih butuh asupan yang teratur karena masih menyusui. 

Dari sekarang, usahakan untuk menyiapkan makanan dan meluangkan waktu untuk makan. Jika Mama sakit, segalanya akan berantakan, kan?

2. Terlalu banyak screen time

2. Terlalu banyak screen time
Freepik

Saat si adik memasuki waktu tidur, sudah tentu butuh suasana tenang agar cepat lelap. Salah satu cara paling ampuh membuat sang kakak tenang adalah dengan memberikan gadget, contohnya memberikan kesempatan untuk nonton TV. 

Begitu juga saat Mama harus membereskan rumah, memberikan anak nonton TV sering jadi solusi agar mereka bisa tenang sejenak. 

Agar tidak terlalu sering nonton TV, ada baiknya Mama memikirkan permainan lain agar mereka bisa terhibur dan tenang. 

3. Mudah marah

3. Mudah marah
momsmagazine.com

Hanya karena masalah sepele, Mama bisa langsung emosi ke anak-anak. Ini dikarenakan anak balita memang cenderung menantang saat diurus. 

Untuk itu, lebih baik ketahui lagi apa penyebab Mama marah dan kesal. Sebelum melemparkan kemarahan ke anak, tarik nafas dan pikir kembali mengapa Mama emosi ke anak-anak. 

Mama yang sering marah-marah akan menghasilkan anak yang mudah emosi. Tidak mau kan mereka mencontoh hal tidak baik dari orangtuanya?

Editors' Picks

4. Lebih banyak perhatian ke adiknya

4. Lebih banyak perhatian ke adiknya
Freepik/prostooleh

Saat memiliki 2 balita dengan jarak umur yang dekat, seringnya Mama lupa bahwa si kakak juga masih kecil. Sang kakak sering dimintai tolong dan disuruh melakukan semuanya sendiri karena dianggap sudah lebih besar dari adiknya. 

Perhatian pun dicurahkan ke adik karena dianggap belum bisa mandiri. Seperti contoh, Mama akan menomorduakan kakak saat waktunya menyusui adik. Begitu juga saat adik harus tidur, tentu akan meninggalkan kakak sejenak. 

Agar tidak timpang, ada baiknya Mama memulai untuk bertindak seadil-adilnya pada kedua anak. Mereka masih balita yang butuh perhatian besar dari orangtua. 

5. Tidak meminta pertolongan

5. Tidak meminta pertolongan
Freepik

Entah karena terlalu sibuk atau merasa masih mampu, banyak Mama dengan anak balita yang umurnya berdekatan tak mau meminta pertolongan. 

Baik itu pertolongan pada orang terdekat atau keluarga saat kerepotan mengurus anak. Padahal, ini bisa membantu Mama bisa lebih tenang dalam mengurus anak.

Menitipkan anak ke orangtua saat harus mengajak pergi kakaknya bukanlah hal yang buruk, Ma. 

6. Mengalami kurang tidur

6. Mengalami kurang tidur
Pexels/Ivan Oboleninov

Memiliki jam tidur yang cukup seperti sebuah hal yang mustahil bagi Mama dengan 2 anak balita. Selalu ada hal yang harus dilakukan dan diurus. 

Tidur siang pun sulit, tidur malam pun harus mundur untuk membereskan ini itu. Padahal tidur cukup sangat penting untuk mengurus anak dengan maksimal. 

Saat terlalu lelah, minta pasangan untuk bergantian menjaga anak. Ambillah beberapa jam untuk tidur dengan tenang dan tanpa gangguan. 

7. Membiarkan anak lepas dari aturan

7. Membiarkan anak lepas dari aturan
Rawpixel/Jira

Karena kerepotan atau lelah berargumen, Mama jadi sering membiarkan anak lepas dari aturan. 

Seperti contoh, membiarkan anak makan camilan sebelum jam makan, atau membiarkan anak melewati jam tidur siang karena terlalu asyik bermain. 

Anak tumbuh dengan rutinitas, membiarkan mereka lepas aturan tidak baik bagi kesehariannya. Meski repot dan sulit, usahakan untuk tetap mengikuti aturan yang telah dibuat ya, Ma. 

8. Kekurangan waktu untuk sosialisasi

8. Kekurangan waktu sosialisasi
Pexels/Tirachard Kumtano

Baik itu menjaga pertemanan melalui ponsel, atau bertemu langsung, bersosialisasi dengan orang lain saat memiliki 2 balita rasanya melelahkan. 

Ingin mengobrol yang tenang pun sulit karena ada dua anak kecil yang butuh ruang gerak cukup luas agar mereka tetap terhibur. Begitu juga saat ingin mengobrol di sosial media, seperti bersalah jika memegang ponsel terlalu lama.

Namun bukan berarti Mama harus mengesampingkan hal itu. Pastikan untuk tetap menjaga pertemanan selama masa-masa menantang ini. 

Bukan apa-apa, bertemu teman dan mengobrol bisa membuat suasana hati lebih senang dan Mamapun lebih gembira mengurus anak. 

9. Lupa akan aktualisasi diri

9. Lupa akan aktualisasi diri

Mengurus dua anak balita dengan umur berdekatan artinya mereka akan selalu butuh Mama. Apakah itu saat mereka harus buang air kecil, meminta ambil minum, atau meminta buka camilan. 

Begitu banyak hal yang diurus sampai-sampai Mama melupakan aktualisasi diri. Dahulu, mungkin Mama masih ada waktu untuk membaca buku saat malam hari. Sekarang, mungkin sudah kelelahan menjaga anak. 

Tak perlu khawatir dan menyesal, karena semua pasti ada waktunya. Lupa aktualisasi diri bukan berarti melupakan dan meninggalkannya. Selalu ada waktu untuk melakukannya kembali. 

Saat anak-anak sudah cukup mandiri, Mama bisa kembali mengejar mimpi. 

Yang terpenting adalah bagaimana tetap tenang dan sabar menghadapi keseharian bersama dua balita yang jeda umurnya berdekatan. Mama yang bahagia akan menghasilkan anak-anak yang gemilang. 

Semangat ya, Ma!

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.