5 Alasan ini Bikin Kamu Berhenti Hakimi Orangtua dengan Anak Tantrum

Menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah, terlebih sering mendapat pemikiran buruk terhadap dirinya

18 Januari 2019

5 Alasan ini Bikin Kamu Berhenti Hakimi Orangtua Anak Tantrum
pxhere.com

Hal ini pasti pernah terjadi pada diri kita sendiri, saat melihat seorang anak yang mengalami tantrum di tempat umum seperti pusat perbelanjaan, angkutan umum atau taman bermain.

Ketika hal itu terjadi biasanya kita langsung menatap heran sampil berpikir atau mengatakan “itu gimana sih orangtuanya bukannya dibilangin” atau “udah tahu anaknya nakal, ngapain sih diajak”. Bahkan beberapa orang juga ada yang mengansumsikan “pasti orangtuanya dulu juga seperti itu”.

Mungkin semua itu terjadi karena kamu belum mengerti dan belum pernah memiliki seorang anak yang mengalami tantrum. Padahal langsung menghakimi seseorang tanpa mengetahui kondisi yang sebenarnya itu tidak baik.

Dilansir dari scarymommy.com dan parenting.com, berikut alasan mengapa kamu harus berhenti menghakimi orangtua yang memiliki anak tantrum.

1. Orangtua semakin depresi

1. Orangtua semakin depresi
flickr.com/Francisco Carbajal

Sebelum memberi tatapan risih dan asumsi yang tidak baik, sebaiknya kamu mencoba untuk mengerti bagaimana rasanya menjadi orangtua yang memiliki anak tantrum.

Percayalah, menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah terlebih jika harus mengasuh anak dengan masalah seperti tantrum.

Orangtua bisa semakin depresi ketika terlalu sering mendapatkan perlakuan atau pemikiran buruk terhadap anak maupun dirinya.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Anak yang Tantrum di Depan Umum

2. Gelisah dan Khawatir

2. Gelisah Khawatir
maxpixel.net

Seorang anak yang mengalami tantrum memiliki kesulitan untuk megontrol emosinya.

Ia akan bertindak dengan keras kepala, terikakan, tangisan bahkan dalam beberapa kasus anak bisa saja melakukan kekerasan kepada teman atau orang disikitarnya.

Anak yang memiliki tantrum akan lebih sering membuat masalah. Sehingga orangtua selalu gelisah dan khawatir jika anaknya menggangu orang lain di tempat umum.

Kehawatiran orangtua juga semakin bertambah jika banyak orang yang merasa terganggu dengan anaknya.

Editors' Picks

3. Kehilangan kepercayaan diri

3. Kehilangan kepercayaan diri
Pixabay/mgallon mgallon

Ketika semuanya menghakimi orangtua yang memiliki anak tantrum dengan asumsi kesalahan pola asuh, orangtua akan kehilangan kepercayaan dirinya dalam mengasuh anak.

Hal ini dapat menyebabkan kurangnya perhatian dan rasa kasih sayang pada anak. Jika sudah begitu, perkembangan emosional anak juga akan terganggu hingga ia dewasa nanti.

4. Semakin dijauhi dari lingkungan

4. Semakin dijauhi dari lingkungan
pexels.com/Pixabay

Karena sering membuat masalah dan melukai orang disekitanya, anak yang mengalami tantrum akan dihindari atau dijauhkan dari lingkungan sekitar.

Sebenarnya itu bukanlah cara yang baik. Karena anak tidak bisa menyalurkan emosinya. Anak akan merasa lebih tertekan dan semakin sulit untuk beradaptasi.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Stres Setelah Menghadapi Anak Tantrum

5. Rasa putus asa

5. Rasa putus asa
pxhere.com

Tak jarang beberapa orangtua merasa putus asa dengan masalah yang sering terjadi pada anaknya.

Jika orangtua sudah putus asa dan kehilangan rasa percaya diri dalam mengasuh dan membesarkan anak, biasanya anak akan dititipkan atau dipercayakan kepada orang lain.

Seperti menitipkannya kepada nenek dan suster atau mempercayai orang lain yang lebih memahami dan bisa mengatasi masalah pada anak.

Namun, ada juga orang yang menganggap masalah psikologis anak ini sebagai masalah serius yang bisa mengganggu kehidupan keluarga.

Padahal, kepribadian anak belum tentu sepenuhnya cerminan dari orangtua. Selain keluarga, lingkungan sekitar dan faktor biologis juga bisa menjadi pengaruh dalam perkembangan anak.

Jadi apakah kamu masih berpikir itu semua kesalahan orangtua?

Yuk berpikir positif sebelum menghakimi seseorang, karena kamu belum tentu tahu, mengerti dan merasakan apa yang sedang dialami.

Baca juga: Jangan Langsung Kesal Ya Ma, Tantrum Ternyata Punya Manfaat Baik Lho

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;