9 Cara Mengobati Panas Dalam pada Balita Secara Alami

Meski susah saat menelan, kebutuhan cairan anak tetap perlu diperhatikan

27 Mei 2022

9 Cara Mengobati Panas Dalam Balita Secara Alami
Freepik/Dwiputras

Mama mungkin sudah tak asing lagi dengan gangguan panas dalam. Tak hanya pada orang dewasa saja, panas dalam juga bisa menyerang balita. 

Panas dalam sering muncul dengan gejala sakit di bagian tenggorokan, kemudian juga ada rasa gatal atau iritasi pada tenggorokan yang sering memburuk pada saat anak menelan.

Panas dalam disebabkan karena terjadi radang tenggorokan (infeksi streptokokus) yang muncul akibat adanya bakteri. Selain itu panas dalam bisa disebabkan oleh alergi, kurangnya cairan, polusi udara, hingga ketegangan otot.

Untuk mengatasinya, ada beberapa cara yang bisa Mama lakukan di rumah dengan mudah.

Berikut Popmama.com telah merangkum sembilan cara mengobati panas dalam pada balita secara alami. Yuk simak cara-caranya di bawah ini!

1. Berkumur dengan air garam

1. Berkumur air garam
Freepik/anuta23

Berkumur air garam telah dikenal lama dalam mengobati keluhan panas dalam. Garam membantu mengikat cairan yang terkumpul di tenggorokan. Tak hanya itu saja, air garam juga membantu membasmi mikroba yang menyebabkan sakit pada tenggorokan balita.

Untuk mengajarkan anak melakukannya, Mama bisa melatih anak untuk berkumur dengan air biasa terlebih dahulu.

Kemudian setelah anak terbiasa, campurlah segelas air hangat dengan 1 sendok teh garam. Minta si Kecil untuk berkumur selama kurang lebih 30 detik. Cara ini bisa diulang setiap satu jam sekali.

2. Memberikan anak air lemon

2. Memberikan anak air lemon
Freepik/Mdjaff

Mama mungkin sudah mengenal air lemon yang digunakan sebagai bahan utama infused water. Selain memiliki rasa yang segar dan menarik untuk balita, air lemon juga bisa mengatasi panas dalam yang biasanya melanda anak saat sakit flu atau batuk.

Kandungan Vitamin C dan antioksidan dalam lemon akan meningkatkan jumlah produksi air liur sehingga membran mukosa akan terjaga kelembabannya. Mama bisa mencampur lemon dengan air hangat serta menambahkan madu, ini akan menjadi cara untuk memaksimalkan khasiat dari air lemon.

3. Perhatikan kebutuhan asupan cairan anak

3. Perhatikan kebutuhan asupan cairan anak
Freepik/nunezimage

Wajar jika si Kecil rewel dan menolak minum ketika sedang panas dalam. Karena panas dalam dapat membuatnya sulit menelan, terlebih lagi jika harus makan atau minum.

Meski demikian, memerhatikan asupan cairan balita sangatlah penting untuk memastikan lapisan dalam di tenggorokan tetap terhidrasi.

Mama dapat menyajikan cairan dalam bentuk air putih, teh, atau minuman lain dengan suhu yang nyaman untuk tenggorokan. Memastikan tenggorokan terhidrasi dapat mempercepat proses penyembuhan panas dalam.

Editors' Picks

4. Memberikan sup ayam

4. Memberikan sup ayam
Freepik/azerbaijan_stockers

Pemberian asupan cairan tak hanya dari minuman saja, karena bisa dari makanan seperti sup hangat.  Selain melezatkan dan mengenyangkan, semangkuk sup hangat juga bisa jadi obat panas dalam alami.

Sup hangat juga bisa menggantikan makanan goreng-gorengan dan keripik yang dapat memperparah panas dalam anak. Tips tambahan, Mama sebaiknya juga menambahkan bawang putih pada sup untuk si Kecil, karena kandungannya dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh. 

5. Minum dan mengoleskan madu

5. Minum mengoleskan madu
Freepik/Racool-studio

Bukan rahasia umum lagi jika madu memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Termasuk ampuh untuk melegakan berbagai masalah tenggorokan.

Jadi, jika si Kecil mengeluhkan tenggorokan yang mulai terasa sakit atau kering, segera berikan ia minum madu murni. Mama bisa mencampurnya dengan teh, air hangat, atau diminum begitu saja.

Madu juga bisa jadi solusi bibir kering sampai pecah-pecah akibat panas dalam. Jika ini terjadi pada anak, mama dapat mengoleskan madu pada bibirnya untuk menjaga kelembapan alaminya.

6. Mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan

6. Mengonsumsi sayur-sayuran buah-buahan
Freepik/Gpointstudio

Selain sebagai salah satu bentuk pengobatan, mengonsumsi sayur dan buah juga dapat mencegah panas dalam dan meningkatkan kesehatan tubuh.

Sayur dan buah kaya akan kandungan serat, vitamin, dan mineral yang berkhasiat untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, sayur dan buah juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Mama dapat memilih sayur dan buah yang warnanya terang dan pekat untuk kandungan nutrisi terbaik.

Misalnya sayur bayam, kangkung, wortel, terong, dan brokoli. Buah seperti stroberi, pepaya, apel, dan anggur juga baik untuk mengobati panas dalam. Untuk menambah asupan serat dan vitamin, biarkan si Kecil mengonsumsi buah-buahan seperti apel dan anggur dengan kulitnya.

7. Kompres sariawan dengan es atau air dingin

7. Kompres sariawan es atau air dingin
Freepik/Racool_studio

Selain bibir pecah-pecah, panas dalam juga bisa menimbulkan sariawan yang mengganggu anak ketika berbicara dan makan. Hal ini karena sariawan yang muncul di area mulut bisa terasa nyeri.

Karena itu, Mama bisa mengatasinya dengan mengompres bagian yang nyeri dan sariawan dengan es batu yang sudah dibungkus dengan kain lembut yang steril. Mama juga bisa mencelupkan kain bersih ke air dingin sebagai kompres.

8. Pastikan anak mendapatkan cukup waktu istirahat

8. Pastikan anak mendapatkan cukup waktu istirahat
Freepik/Gpointstudio

Untuk mengobati panas dalam, penting bagi Mama untuk memastikan agar si Kecil beristirahat dengan cukup. Pasalnya, jika balita kurang beristirahat, maka ia akan lebih rentan terkena berbagai penyakit.

Seorang balita membutuhkan 11-14 jam tidur setiap 24 jam. Biasanya ini adalah tidur 10-12 jam di waktu malam, dan tidur 1-2 jam di siang hari. 

Untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas, ajak anak untuk mandi air hangat, dan membaca cerita. Kemudian hindari penggunaan gagdet atau menonton televisi di malam hari agar ia bisa terlelap lebih cepat dan tidur nyenyak. 

9. Menggunakan humidifier

9. Menggunakan humidifier
Freepik/rawpixel.com

Ketika balita mengalami panas dalam, maka cobalah gunakan humidifler untuk membuat udara di ruangan menjadi lebih lembab. Penggunaan humidifier akan membuat udara yang lebih lembab sehingga mampu membuat saluran pernapasan menjadi lebih nyaman tenggorokan.

Nah itulah beberapa cara mengobati panas dalam pada balita secara alami. Panas dalam dalam berlangsung selama beberaha hari, dan juga membaik dalam hitungan hari. 

Namun jika panas dalam terasa semakin mengganggu dan timbul gejala lain, segera konsultasikan kesehatan anak diri ke dokter anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk