TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Infeksi Saluran Kemih: Gejala dan Penyebab pada Anak Balita

Gejala ISK seringkali sulit terdeteksi pada anak balita

16 Februari 2022

Infeksi Saluran Kemih Gejala Penyebab Anak Balita
health.clevelandclinic.org

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi di setiap bagian dari sistem kemih, yang meliputi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Meskipun Mama mungkin pernah mendengar orang dewasa terkena ISK, anak-anak, termasuk balita dan bayi, juga bisa mendapatkannya.

Sayangnya, ISK tidak sembuh dengan sendirinya. Infeksi ini memerlukan perhatian medis dan obat resep, tetapi kabar baiknya adalah mereka biasanya cukup mudah diobati.

Yang paling penting adalah mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu, karena jika tidak diobati, ISK dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal atau menyebabkan infeksi yang lebih serius.

Jika Mama mencurigai si Kecil mengalami ISK, ada beberapa hal yang perlu diketahui, termasuk gejala dan penyebabnya. Berikut Popmama.com telah merangkum informasi seputar penyebab dan gejala infeksi saluran kemih pada anak balita. 

Yuk simak!

1. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang meliputi ginjal, ureter, dan uretra

1. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi meliputi ginjal, ureter, uretra
holistichomeopathic.in

Saluran kemih membuang cairan dan limbah ekstra dari tubuh. Ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra adalah organ yang membentuk saluran.

Ginjal menyaring darah dan membuat urin, urin mengalir melalui ureter ke kandung kemih yang menyimpan urin, dan kemudian urin melewati uretra dan keluar dari tubuh.

Sedangkan infeksi pada saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang meliputi ginjal, ureter, dan uretra.
Bakteri (kuman) masuk ke saluran kemih anak melalui kulit di sekitar dubur dan alat kelamin, atau melalui aliran darah dari bagian tubuh (yang jauh lebih jarang).

ISK diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu ISK atas, yang merupakan Infeksi pada ginjal, baik satu ginjal atau keduanya. Atau ISK bawah, yang merupakan infeksi di kandung kemih.

2. Gejala ISK pada anak balita berbeda dari pada orang dewasa

2. Gejala ISK anak balita berbeda dari orang dewasa
smartparenting.com.ph

Gejala ISK pada balita mungkin terlihat berbeda dari pada orang dewasa, terutama jika anak belum dapat mengekspresikan diri secara verbal. Terkadang, tidak ada gejala sama sekali, terutama jika balita masih berusia di bawah dua tahun

Namun, American Academy of Pediatrics mengatakan bahwa demam yang tidak dapat dijelaskan adalah salah satu gejala ISK yang paling umum pada anak-anak sejak lahir hingga usia dua tahun.

Dilansir dari Very Well Family, gejala ISK lain pada anak-anak dapat meliputi:

  • Urine keruh, gelap, berdarah, atau berbau tidak sedap
  • Diare atau muntah
  • Demam
  • Sering ke kamar mandi
  • Rewel
  • Kurang nafsu makan
  • Sakit punggung atau perut bagian bawah
  • Nyeri atau terbakar saat buang air kecil
  • Mengalami kesulitan saat buang air kecil terutama pada balita yang sudah dilatih menggunakan toilet

Editors' Picks

3. Beberapa penyebab ISK pada anak balita

3. Beberapa penyebab ISK anak balita
Freepik/Pvproduction

ISK lebih sering terjadi pada anak perempuan, karena uretra anak perempuan lebih pendek dan lebih dekat ke anus atau tempat keluarnya kotoran. Namun anak laki-laki yang tidak disunat di bawah satu tahun juga memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk ISK.

Dilansir dari Kids Health, ada beberapa penyebab untuk ISK pada anak balita. Yaitu sebagai berikut:

  • Adanya masalah pada saluran kemih, misalnya, ginjal yang cacat atau penyumbatan di suatu tempat di sepanjang saluran aliran urin normal.
  • Aliran balik abnormal (refluks) urin dari kandung kemih ke ureter dan menuju ginjal. Ini dikenal sebagai Vesicoureteral Reflux (VUR) atau refluks vesikoureteral, dan banyak anak dengan ISK ditemukan memilikinya.
  • Kebiasaan toilet dan kebersihan yang buruk
  • Riwayat keluarga ISK

ISK mudah diobati, tetapi penting untuk mengetahuinya lebih awal. ISK yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati, dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

4. Cara dokter untuk mendiagnosis ISK pada balita

4. Cara dokter mendiagnosis ISK balita
Freepik

Jika Mama menduga si Kecil mungkin mengalami ISK, bawalah balita ke dokter anak sesegera mungkin. Diagnosis dan pengobatan yang cepat penting untuk menghindari infeksi yang lebih serius.

Ketika pergi ke dokter, umumnya dokter akan mengajukan pertanyaan tentang riwayat kesehatan anak dan gejala yang ada, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Meskipun semua itu akan membantu, satu-satunya cara pasti untuk mengetahui apakah anak mengalami ISK adalah dengan kultur urin.

Jika balita belum terlatih menggunakan toilet, dokter mungkin akan menggunakan kateter untuk mengeluarkan sedikit urin. Ini melibatkan memasukkan tabung yang sangat tipis ke dalam uretra dan naik ke kandung kemih.

5. Perawatan ISK pada balita umumnya diberikan antibioik untuk membunuh bakteri

5. Perawatan ISK balita umum diberikan antibioik membunuh bakteri
Parents.com

Dilansir dari WebMD, perawatan untuk mengobati ISK yang terutama adalah antibiotik. Obat-obatan ini membunuh bakteri. Anak-anak biasanya meminumnya selama 3 hingga 10 hari (paling sering 7-10 hari). Pastikan Mama memberikan dosis sesuai yang dianjurkan oleh dokter.

Setelah obat habis, dokter anak mungkin melakukan tes urin lagi untuk melihat apakah infeksi telah sembuh. Pastikan anak menghabiskan semua obatnya, bahkan jika ia mulai merasa lebih baik.

Menghentikan terlalu cepat dapat membuat kuman kebal terhadap antibiotik dan menyebabkan infeksi lain.

Sebagian besar ISK sembuh dalam waktu sekitar seminggu. Beberapa anak akan memiliki gejala selama beberapa minggu. Hubungi dokter jika gejala si Kecil tidak mulai membaik setelah tiga hari sejak mulai meminum antibiotik, atau jika gejalanya memburuk.

6. Waktu yang tepat untuk segera menghubungi dokter

6. Waktu tepat segera menghubungi dokter
chop.edu

Jika Mama telah memberikan antibiotik penuh dan balita masih menunjukkan gejala, segera hubungi dokter. Dokter mungkin ingin menguji ulang urin dan/atau melakukan tes lain untuk melihat apakah ada masalah medis mendasar yang menyebabkan gejalanya.

Selain itu, penting untuk menghubungi dokter segera jika anak mengalami:

  • Demam 38 derajat Celcius atau lebih
  • Demam dengan menggigil kedinginan
  • Sakit saat buang air kecil
  • Urine berbau tidak sedap atau berdarah

Sementara ISK bisa menyakitkan, diagnosis dan pengobatan yang cepat akan membantu meringankan gejala.

7. Tindakan pencegahan ISK yang bisa dilakukan

7. Tindakan pencegahan ISK bisa dilakukan
babycarementor.com

Untuk balita, sering mengganti popok celana dapat membantu mengurangi risiko ISK, karena membatasi penyebaran bakteri yang dapat menyebabkan infeksi.

Jika anak terlatih menggunakan toilet, ajari ia kebersihan yang benar, terutama untuk anak perempuan, termasuk pentingnya mengelap dari depan ke belakang.

Mengenakan pakaian dalam katun dan menghindari mandi busa juga dapat membantu mengurangi pertumbuhan bakteri dan iritasi. Penting juga untuk memberi tahu si Kecil untuk tidak menahan kebelet ketika harus buang air kecil.

Ketika urin tinggal di kandung kemih untuk waktu yang lama, itu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan bakteri.

Kemudian, pastikan untuk memberikan balita minum banyak air, yang membantu mengeluarkan bakteri dari saluran kemih. Air ekstra juga mencegah sembelit, yang dapat membuat penyumbatan di saluran kemih yang memungkinkan bakteri tumbuh.

Nah itulah beberapa informasi seputar gejala dan penyebab infeksi saluran kemih pada balita. Meskipun infeksi saluran kemih bukanlah kondisi yang mengancam jiwa, hal ini dapat mengganggu kualitas hidup  dan aktivitas anak.

Pastikan balita diperiksa oleh penyedia layanan kesehatan segera setelah menunjukkan gejala di atas ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk