Ketahui Apa Penyebab Anak Suka Gagap saat Berbicara

Gagap dapat berkurang seiring bertambahnya usia si Kecil

28 Maret 2021

Ketahui Apa Penyebab Anak Suka Gagap saat Berbicara
Freepik/User12006472

Gagap merupakan gangguan bicara yang umunya ditandai dengan kata, suara, atau suku kata berulang, terhenti-henti saat berbicara, dan kecepatan bicara yang tidak merata.

Menurut National Institute of Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), gagap mempengaruhi sekitar 5 hingga 10 persen dari semua anak, dan paling sering terjadi antara usia 2 hingga 6 tahun.

Umumnya, seiring perkembangan anak kegagapan akan berhenti. Mengatasi dini juga dapat membantu mencegah gagap di masa dewasa. Meskipun sebagian besar anak berhasil mengatasi gagap, NIDCD menyatakan bahwa hingga 25 persen anak yang tidak sembuh akan terus gagap saat dewasa.

Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasi dini gagap pada anak, berikut Popmama.com akan membahasnya di bawah ini.

1. Gagap menyebabkan anak mengalami masalah pada kefasihan pengucapan kalimat

1. Gagap menyebabkan anak mengalami masalah kefasihan pengucapan kalimat
Freepik/Gelpi

Gagap merupakan gangguan kefasihan pada masa awal kanak-kanak, gangguan bicara ini menyebabkan anak mengalami masalah pada kefasihan pengucapan kalimat dan aliran bicara yang normal. Anak yang gagap tahu apa yang ingin dikatakan, tetapi sulit mengatakannya.

Misalnya, si Kecil dapat mengulangi atau memperpanjang sebuah kata, suku kata, atau bunyi konsonan atau vokal. Atau ia mungkin berhenti saat berbicara karena mereka telah mencapai kata atau suara yang bermasalah.

Gagap umum terjadi pada anak kecil sebagai bagian normal dari belajar berbicara. Si Kecil mungkin gagap ketika kemampuan bicara dan bahasanya belum cukup berkembang, untuk mengatakan apa yang ingin dikatakan. Kebanyakan anak dapat mengatasi kegagapan seiring pertumbuhan usianya.

2. 3 jenis utama pada gagap yang mungkin dialami oleh anak

2. 3 jenis utama gagap mungkin dialami oleh anak
Freepik

Menurut Raisingchildren.net.au, Ada tiga jenis utama pada gagap. Anak yang gagap mungkin memiliki satu atau lebih dari jenis berikut ini:

Pengulangan

Ini terjadi ketika suara, bagian dari kata, seluruh kata, atau frase diulang terus menerus. Sebagai contoh:

  • "a a a aku ingin yang itu."
  • “d d d dan aku ingin yang itu.'
  • "Dan dan dan aku menginginkan yang itu."
  • “Dan aku, dan aku, dan aku menginginkan yang itu.”

Perpanjangan

Ini adalah saat suara dipanjangkan, misalnya, “daaaaaaaan aku mau yang itu'.

Blok

Ini adalah saat seorang anak mencoba berbicara tetapi tidak ada suara yang keluar.

3. Tanda-tanda atau gejala anak yang mengalami gangguan gagap

3. Tanda-tanda atau gejala anak mengalami gangguan gagap
Freepik

Gagap ditandai dengan kata, suara, atau suku kata yang berulang dan gangguan pada kecepatan bicara normal. Misalnya, anak mengulangi konsonan yang sama, seperti "K", "G," atau "T." Mereka mungkin mengalami kesulitan mengucapkan suara tertentu atau memulai kalimat.

Selain itu, gagap juga dapat muncul dalam gejala berikut:

  • Perubahan fisik seperti wajah tics, bibir gemetar, mata berkedip berlebihan, dan ketegangan di wajah dan tubuh bagian atas
  • Frustrasi saat mencoba berkomunikasi
  • Ragu-ragu atau berhenti sebelum mulai berbicara
  • Penolakan untuk berbicara
  • Menambahkan kata ekstra ke dalam kalimat, seperti "uh" atau "um"
  • Pengulangan kata atau frasa
  • Ketegangan dalam suara
  • Penataan ulang kata-kata dalam sebuah kalimat
  • Membuat suara panjang dengan kata-kata
  • Beberapa anak mungkin tidak menyadari bahwa dirinya gagap.

Keadaan sosial dan lingkungan yang menyebabkan stres tinggi juga dapat meningkatkan kemungkinan anak akan gagap. Bagi anak yang gagap, berbicara di depan umum dapat menjadi tantangan yang berat sehingga perlu diberikan dukungan lebih.

Editors' Picks

4. Kemungkinan yang menyebabkan gagap pada anak

4. Kemungkinan menyebabkan gagap anak
Freepik/gpointstudio

Dilansir dari Healthline.com, ada beberapa kemungkinan penyebab gagap. Beberapa diantaranya:

  • Riwayat keluarga gagap
  • Dinamika keluarga
  • Neurofisiologi yang berkaitan dengan sistem saraf anak
  • Perkembangan selama masa kanak-kanak
  • Cedera otak akibat stroke dapat menyebabkan kegagapan neurogenik (Kelainan sinyal antara otak dan saraf atau otot.)
  • Trauma emosional yang parah dapat menyebabkan gagap psikogenik (Gangguan yang berasal dari bagian otak yang mengatur pemikiran dan penalaran.)

Gagap juga dapat diturunkan dalam keluarga karena kelainan bawaan di bagian otak yang mengatur bahasa. Jika Mama atau Papa, atau anggota keluarga lainnya memiliki riwayat gagap, mungkin juga dapat berdampak pada anak.

5. Gagap pada anak seringkali dimulai pada masa prasekolah, yaitu usia 2-4 tahun

5. Gagap anak seringkali dimulai masa prasekolah, yaitu usia 2-4 tahun
Freepik/Wavebreakmedia

Gagap pada anak seringkali dimulai pada masa prasekolah, di usia 2-4 tahun. Ini adalah waktu ketika anak mulai mencoba menggabungkan kata-kata dan membuat kalimat yang lebih panjang. Namun beberapa anak tidak mengalami gagap sampai di kemudian hari.

Gagap dapat muncul secara tiba-tiba. Misalnya, seorang anak mungkin suatu hari bangun dengan gagap. Penyebab gagap yang muncul tiba-tiba juga bisa meningkat seiring waktu. Dilansir dari Mayoclinic.org, laki-laki lebih cenderung gagap daripada perempuan.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko gagap meliputi:

  • Perkembangan masa kecil yang terlambat. Anak yang mengalami keterlambatan perkembangan atau masalah bicara lainnya mungkin lebih cenderung gagap.
  • Memiliki riwayat keluarga yang gagap karena cenderung diturunkan dalam keluarga.
  • Tertekan. Stres dalam keluarga, ekspektasi orang tua yang tinggi, atau jenis tekanan lainnya dapat memperburuk gagap yang sudah ada.
  • Komplikasi

6. Dampak gangguan gagap yang dirasakan oleh anak

6. Dampak gangguan gagap dirasakan oleh anak
Freepik/Pvproduction

Jika anak mama memiliki gangguan gagap, ia mungkin merasa frustrasi atau malu karena cara anak lain bereaksi terhadap caranya berbicara. Anak bahkan mungkin menghindari berbicara, atau mengubah apa yang ingin dikatakan.

Namun perlu diketahui, bahwa gagap sebenarnya tidak memengaruhi perkembangan anak prasekolah. Anak prasekolah yang gagap dapat memiliki keterampilan sosial yang sama dengan anak yang tidak gagap.

Tetapi mungkin anak cenderung menjadi pemalu atau penyendiri dibandingkan dengan anak-anak seusianya yang tidak gagap. Tetapi jika gagap terus berlanjut hingga sekolah dasar, itu bisa menjadi masalah.

Anak sekolah dasar yang gagap, memiliki kemungkinan kecil diangkat sebagai ketua kelas atau ketua kelompok oleh teman-temannya. Anak sekolah dasar dan remaja yang gagap mungkin tidak ingin ikut serta dalam diskusi kelas dan juga lebih cenderung di-bully dibandingkan dengan anak-anak yang tidak gagap.

7. Waktu yang tepat untuk memeriksakan kondisi anak ke dokter

7. Waktu tepat memeriksakan kondisi anak ke dokter
Freepik/Studiopeace

Sangat umum bagi anak berusia antara 2 dan 5 tahun untuk mengalami gagap. Karena kebanyakan anak, gagap adalah bagian dari belajar berbicara, dan akan menjadi lebih baik dengan sendirinya. Namun, jika gagap terus berlanjut, mungkin memerlukan pengobatan untuk meningkatkan kelancaran bicara.

Hubungi dokter anak untuk rujukan atau hubungi ahli patologi wicara-bahasa secara langsung untuk membuat janji jika gagap pada anak terus berlanjut seperti berikut:

  • Berlangsung lebih dari enam bulan
  • Terjadi dengan masalah bicara atau bahasa lain
  • Menjadi lebih sering atau berlanjut seiring bertambahnya usia anak
  • Terjadi dengan pengencangan otot atau terlihat kesulitan untuk berbicara
  • Mempengaruhi kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif di sekolah atau dalam interaksi sosial
  • Menyebabkan kecemasan atau masalah emosional, seperti ketakutan atau penghindaran situasi di mana berbicara diperlukan
  • Berkembang hingga dewasa

8. Cara mengatasi dini gagap pada anak

8. Cara mengatasi dini gagap anak
Freepik/Stasykid

Tidak semua anak yang gagap membutuhkan pengobatan, karena sesuai perkembangan usia biasanya gagap menjadi hilang. Namun jika masih terus berlanjut maka, terapi wicara adalah pilihan bagi beberapa anak.

Terapi wicara

Terapi wicara dapat mengurangi gangguan dalam berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri anak. Terapi berfokus pada pengendalian pola bicara dengan mendorong anak untuk memantau kecepatan bicara, dukungan napas, dan ketegangan laring.

Terapi wicara dapat dilakukan pada anak yang telah memiliki kondisi berikut:

  • Gagap selama tiga sampai enam bulan
  • Mengalami kesulitan emosional karena gagap
  • Memiliki riwayat keluarga gagap

Mama juga dapat menggunakan teknik terapeutik untuk membantu anak yang masih merasa kurang sadar diri tentang kondisinya. Mendengarkan dengan sabar itu penting, seperti menyisihkan waktu untuk berbicara.

Seorang ahli terapi wicara dapat membantu Mama untuk belajar kapan waktu yang tepat untuk memperbaiki gagap anak.

Perangkat elektronik 

Perangkat elektronik dapat digunakan untuk mengatasi gagap. Perawatan ini mendorong anak untuk berbicara lebih lambat dengan cara memutar rekaman suaranya yang telah diubah saat anak berbicara dengan cepat.

Perangkat lain seperti alat bantu dengar, dapat menimbulkan kebisingan suara yang mengganggu. Perangkat ini diketahui dapat membantu mengurangi gagap.

Perawatan lainnya

Belum ada obat yang terbukti dapat mengurangi gagap. Meskipun tidak terbukti, penelitian terbaru menunjukkan adanya hiperaktivitas otot yang mempengaruhi kemampuan bicara dan obat-obatan untuk memperlambat hiperaktif dapat membantu.

Jika Mama memutuskan untuk mencari pengobatan atau tidak, sebaiknya atasi gagap pada anak dengan menciptakan lingkungan yang tidak stres untuk anak. Selain itu, cari kelompok dukungan untuk Mama dan anak yang tersedia.

Terus berikan semangat pada anak agar kekurangannya bisa membawa anak tetap maju untuk menggali potensi dan bakat yang dimilikinya. Mama juga dapat mengatakan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, yang membuat setiap anak menjadi lebih unik dan berbeda.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.