Eutanasia pada Anak Sudah Legal di Belanda, Apa Itu Eutanasia?

Praktik eutanasia diketahui legal di Belanda sejak 2002, tahun ini mereka mulai melegalkan pada anak

18 April 2023

Eutanasia Anak Sudah Legal Belanda, Apa Itu Eutanasia
Freepik/DCStudio

Pemerintah Belanda mengumumkan akan memperluas peraturan eutanasia untuk anak-anak yang sakit parah antara usia 1 hingga 12 tahun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Belanda Hugo de Jonge. Hugo berkata bahwa perubahan peraturan itu dilakukan demi menghindari anak-anak dari 'penderitaan tanpa harapan dan tak tertahankan'.

Tindakan eutanasia sendiri diketahui sebagai tindak kematian yang dibantu oleh dokter. Meski demikian, pelegalan eutanasia untuk anak ini mengundang banyak perdebatan.

Apakah Mama sendiri sudah tahu pengertian dari eutanasia?

Jika masih bingung, berikut telah Popmama.com rangkum apa itu eutanasia pada anak yang dilegalkan oleh Belanda dan mengundang banyak pro-kontra. Yuk, dibaca!

1. Eutanasia pada anak dilegalkan oleh Belanda

1. Eutanasia anak dilegalkan oleh Belanda
Pixabay/Victoria_rt

Melansir dari Reuters, peraturan eutanasia pada anak akan berlaku untuk sekitar 5 sampai 10 anak per tahun.

Peraturan baru ini melibatkan bayi yang sakit parah sampai usia 1 tahun dan juga anak-anak berusia lebih dari 12 tahun.

Eutanasia hanya boleh dilakukan pada anak yang menderita penyakit yang menderita, tidak memiliki harapan untuk disembuhkan dan perawatan paliatif tidak dapat memberikan bantuan.

Sebelumnya, Belanda menjadi negara pertama yang melegalkan eutanasia pada 2002. Namun, peraturan ini memiliki persyaratan yang ketat dan semua kasus harus dilaporkan ke dewan peninjau medis.

Editors' Pick

2. Apa itu eutanasia?

2. Apa itu eutanasia
Freepik/Lifeforstock

Eutanasia merupakan prosedur mengakhiri hidup pasien yang tengah mengalami penderitaan hebat dengan tujuan untuk mengakhiri penderitaannya.

Kata “eutanasia ” sendiri berasal dari kata Yunani “eu” (baik) dan “thanatos” (kematian). Praktik eutanasia biasanya dilakukan di rumah sakit atau fasilitas medis sesuai dengan ketentuan tertentu, bersama dokter.

3. Jenis-jenis eutanasia

3. Jenis-jenis eutanasia
Pexels/RF._.studio

Mengutip laman University of Missouri School of Medicine, terdapat 7 jenis praktik yang berada di bawah label eutanasia, antara lain:

  1. Eutanasia aktif, yang membunuh pasien dengan cara aktif, misalnya dengan menyuntik pasien menggunakan dosis obat yang mematikan.
  2. Eutanasia pasif, sengaja membiarkan pasien mati dengan menahan alat bantu hidup buatan seperti ventilator atau feeding tube.
  3. Eutanasia sukarela, yang dilakukan dengan persetujuan pasien.
  4. Involuntary eutanasia, dilakukan tanpa persetujuan pasien, contohnya saat pasien tidak sadar dan keinginannya tidak diketahui.
  5. Self-administered eutanasia, pasien yang mengelola upaya kematian.
  6. Other-administered eutanasia, seseorang selain pasien mengatur upaya kematian.
  7. Assisted, pasien mengelola sarana kematian tetapi dengan bantuan orang lain, seperti misalnya dokter.

4. Undang Undang tentang Eutanasia

4. Undang Undang tentang Eutanasia
Freepik/Racool_studio

Mengutip Very Well Health, setiap negara memiliki Undang Undang yang berbeda tentang peraturan praktik eutanasia.

Di Amerika Serikat, eutanasia dengan bantuan dokter diperbolehkan di sejumlah negara bagian seperti California, Colorado, Hawaii, New Jersey, dan beberapa negara bagian lainnya.

Negara-negara lain yang memperbolehkan eutanasia, yaitu Belgia, Kanada, Kolombia, Luksemburg, dan Belanda. Meski demikian, masih banyak pula yang tidak setuju akan praktik ini.

Kritik terhadap eutanasia biasanya didasari berpendapat bahwa membunuh dalam cara apapun itu salah.

Perdebatan eutanasia yang disengaja atau tidak disengaja adalah melanggar hak pasien atau berupa tindakan bunuh diri yang dibantu dokter. Dalam hal ini dokter juga disebut melanggar kewajiban untuk tidak menyakiti pasien.

5. Eutanasia di Indonesia, apakah legal?

5. Eutanasia Indonesia, apakah legal
Freepik/wirestock

Di Indonesia sendiri praktik eutanasia ilegal, alias tidak diizinkan.

Hal ini disebutkan secara tidak langsung dalam Kitab Hukum Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 344.

“Barang siapa merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun.”

Selain itu, dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) pasal 11 tentang Pelindung Kehidupan disebutkan bahwa seorang dokter dilarang terlibat, melibatkan diri, atau diperbolehkan mengakhiri kehidupan seseorang yang menurut ilmu dan pengetahuan tidak mungkin akan sembuh.

Demikian penjelasan tentang apa itu eutanasia pada anak. Apa Mama mendukung tindak eutanasia pada anak yang menderita penyakit berat?

Baca juga:

The Latest