Waspada, Kenali Penyebab dan Ciri-Ciri Gegar Otak pada Anak Balita

Jangan anggap remeh benturan di kepala anak

20 Agustus 2021

Waspada, Kenali Penyebab Ciri-Ciri Gegar Otak Anak Balita
Pexels/Cleyder Duque

Setiap orang tua pasti berusaha untuk melindungi anaknya agar tidak celaka, namun Mama tak bisa menghindari musibah yang bisa menimpa anak sewaktu-waktu, meski Mama sudah melakukan penjagaan terbaik.

Kecelakaan yang banyak dialami anak saat sedang aktif-aktifnya bermain adalah benturan yang mengenai kepalanya. Benturan yang dialami anak tidak bisa disepelekan, bahkan bisa menyebabkan gegar otak atau cedera otak yang serius.

Sangat penting bagi Mama untuk mengetahui dan ciri anak yang mengalami gegar otak, agar cedera otak tersebut bisa ditangani dengan cepat.

Gegar otak menyebabkan otak berhenti berfugsi secara normal untuk sementara atau permanen. Terkadang gejala gegar otak tidak langsung muncul setelah cedera. Butuh setidaknya beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah cedera terjadi.

Popmama.com telah merangkum beberapa penyebab dan ciri-ciri gegar otak pada anak. Sangat penting bagi Mama untuk mengetahui hal ini, agar tidak panik saat anak mengalami cedera otak. Simak penjelasannya ya, Ma!

1. Kepala mengalami benturan keras

1. Kepala mengalami benturan keras
Freepik/master1305

Mama tidak bisa menyepelekan apabila terjadi benturan yang keras pada kepala anak. Benturan ini bisa memicu cedera pada kepala, bahkan bisa sampai gegar otak. Gegar otak masih terbilang cedera otak yang ringan jika dibandingkan dengan tipe cedera otak lainnya.

Benturan keras yang terjadi pada anak bisa disebabkan saat ia sedang aktif bermain, lalu kepalanya menghantam dinding yang tebal, sehingga menimbulkan memar atau pusing saat mengalaminya.

Meski hanya terbentur, Mama jangan mengabaikan kondisi seperti ini, karena gegar otak dapat menimbulkan perubahan kimiawi di dalam otak. Dokter anak spesialis neurologi Attila Dewanti mengatakanbahwa Mama tak perlu panik jika benturan keras menimbulkan benjol memar, berdarah pada kepala anak

 "Benjol, memar, berdarah, relatif tidak berbahaya, asal anak sadar penuh, tidak muntah, tidak pusing, dan tidak tampak mengantuk terus,"

2. Terjatuh dari tangga

2. Terjatuh dari tangga
Unsplash/arwanod

Mama tak jarang merasa kesulitan dalam mengikuti pergerakan anak yang sedang aktif-aktifnya berlarian. Biasanya saat anak melihat sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya akan membuat rasa penasarannya meningkat.

Ketika anak melihat tangga, ia akan penasaran untuk menaikinya dan mencoba turun kembali sambil berpegangan pada pembatas tangga. Rasa senang anak yang tak terbendung ini terkadang membuatnya menaiki tangga dengan cepat, hingga membuatnya terjatuh.

Terjatuh dari tangga saat berlarian mungkin sudah menjadi hal yang biasa terjadi pada anak-anak. Mama harus mewaspadainya bila anak terjatuh dan membentur bagian kepala. Bila benturan tersebut sangat keras, maka bisa menyebabkan gegar otak.

3. Kecelakaan saat naik kendaraan bermotor

3. Kecelakaan saat naik kendaraan bermotor
Unsplash/Kjstyles

Sering kali orang tua mengajak anaknya untuk sekadar jalan-jalan keluar rumah naik kendaraan bermotor. Meski dengan perlindungan yang ekstra, tidak memungkinkan bagi Mama untuk mencegahnya terjatuh.

Kecelakaan bisa datang kapan saja dengan waktu yang tak disangka. Kondisi seperti ini bisa menyebabkan peregangan dan kerusakan sel-sel otak apabila kepala anak membentur aspal atau bebatuan.

Biasanya saat terjatuh, pada bagian kepala akan tersentak ke belakang, depan, atau ke samping yang membuat terjadinya cedera otak.

Editors' Picks

Ciri-ciri gegar otak yang mudah dikenali

Ciri-ciri gegar otak mudah dikenali
Freepik

Setelah mengetahui apa saja yang menyebabkan anak mengalami gegar otak, Mama perlu mengenali ciri-ciri anak yang mengalami gegar otak.

dr Attila menjelaskan bahwa gegar otak bisa langsung terlihat atau bisa juga tertunda hingga 72 jam. Penting bagi Mama untuk memantau kondisi anak yang terbentur hingga 72 jam pertama

1. Menangis saat kepalanya disentuh

1. Menangis saat kepala disentuh
Unsplash/Marcospauloprado

Ciri pertama yang bisa Mama kenali adalah saat memegang kepalanya dan anak menunjukkan reaksi dengan cara menangis. Terdapat dua kemungkinan apabila Mama menemukan kondisi seperti ini.

Anak yang kesakitan disekitar area kepala karena terkena benturan atau bisa jadi karena anak mengalami gegar otak. Mama bisa mengenali satu ciri yang terlihat dari fisiknya, yaitu dengan munculnya benjolan pada kepala anak.

Munculnya benjolan tidak selalu identik dengan gegar otak, bisa saja itu merupakan benjolan biasa. Oleh sebab itu, Mama harus memeriksanya lebih teliti lagi.

2. Perubahan pola tidur

2. Perubahan pola tidur
Pexels/Yankrukov

Anak yang mengalami gegar otak akan mengalami perubahan pada waktu tidurnya. Pola tidur yang berubah bisa membuat anak tidur lebih lama atau lebih sebentar dari biasanya.

Selain itu saat Mama mengira anak sedang tertidur pulas dan sulit untuk dibangunkan, itu bisa menjadi pertanda bahwa sebenarnya anak sadang pingsan, sehingga sulit untuk dibangunkan.

Jika Mama menemukan pola tidur yang berubah dan anak sulit untuk dibangunkan, sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit terdekat.

3. Lebih sering melamun

3. Lebih sering melamun
Unsplash/vansbumbeers

Perhatikan perilaku anak belakangan ini apakah lebih sering melamun atau justru lebih aktif. Jika anak terlihat melamun atau cenderung diam, biasanya ia mengalami gejala gegar otak.

Pada masa pertumbuhan, seharusnya anak lebih aktif melakukan kegiatan. Namun jika anak Mama terlalu pendiam tak lama setelah benturan keras menimpa kepalanya, maka bisa menjadi tanda tanya yang besar.

4. Anak terlihat lesu

4. Anak terlihat lesu
Freepik/user18526052

Ciri yang satu ini tidak jauh berbeda dengan ciri sebelumnya, dimana anak akan lebih banyak diam dan terlihat lesu. Anak yang biasanya ceria dan aktif justru tiba-tiba tidak memiliki semangat sama sekali menjadi sebuah pertanda bahwa anak mengalami gegar otak.

Tak hanya itu, lesu disertai dengan respon muntah saat diberikan makanan menjadi pertanda bahwa anak merasakan pusing pada kepalanya yang membuat ia akan merasakan mual dan menolak makanan yang diberikan.

Jika anak mengalami muntah terus menerus saat diberikan makanan, maka hal ini menunjukkan anak mengalami gejala gegar otak yang cukup parah.

5. Emosi tidak stabil

5. Emosi tidak stabil
Freepik/freepik

Anak akan merasakan suasana hati yang tidak stabil, sehingga mudah menangis dan mudah pula tertawa menjadi salah satu tanda ada yang tidak beres dengan otak anak.

Mama harus mengetahui bahwa otak anak masih dalam masa pertumbuhan. Jika anak mengalami gangguan tumbuh kembang, seperti gegar otak, maka akan mempengaruhi perilaku anak.

Saat Mama menemukan anak dengan sikap yang tidak wajar dalam kesehariannya, Mama perlu segera melakukan pengecekan lebih lanjut ke dokter yang lebih ahli. Jangan sampai membiarkan perubahan perilaku anak dengan begitu saja.

Nah itu tadi beberapa penyebab dan ciri-ciri gegar otak pada anak yang wajib diwaspadai. Jika Mama menemukan ciri-ciri yang sama dengan penjelasan di atas, segera lakukan langkah yang tepat dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.