Jangan Salah, Ma! Ini 9 Cara Mendidik Anak Laki Laki Menurut Islam

Terapkan sejak dini agar terbiasa dikemudian hari

7 November 2020

Jangan Salah, Ma Ini 9 Cara Mendidik Anak Laki Laki Menurut Islam
Pexels/Abdullah Ghatasheh

Anak adalah anugerah terindah yang telah Allah SWT titipkan bagi para orangtua untuk dididik dan diasuh sejak dini. Sebagaimana pepatah mengatakan, kehadiran anak menjadi keberkahan dan membawa rezeki luar biasa untuk pasangan suami istri.

Baik anak laki-laki maupun perempuan, keduanya memiliki keistimewaan fisik maupun psikis. Namun untuk urusan mendidik anak laki-laki, terdapat sedikit cara yang berbeda dengan mendidik anak perempuan.

Kali ini Popmama.com akan membahas bagaimana cara mendidik anak laki-laki menurut syariat Islam yang telah dirangkum dari berbagai sumber yang ada. Meski Mama adalah orang yang melahirkan buah hati, tetapi menurut syariat Islam, Papa memiliki kedudukan yang penting dan mulia dalam keluarga.

Papa yang memimpin Mama serta anak-anak memiliki tanggung jawab penuh di dunia dan akhirat, terlebih kepada Allah SWT.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya, "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan dimintai pertanggungjawabab terhadap apa yang kamu pimpin. Seorang suami (ayah) adalah pemimpin bagi anggota keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawabbannya terhadapa apa yang telah dipimpinnya atas mereka." (HR Muslim)

Nah, bagi Mama dan Papa yang memiliki anak laki-laki, yuk simak cara mendidik anak laki-laki yang sesuai dengan syariat Islam. Semoga dapat diterapkan dan membawa berkah bagi keluarga kita ya, Ma!

1. Membiasakan bacaan Al-Quran sejak dini

1. Membiasakan bacaan Al-Quran sejak dini
Popmama.com/Novy Agrina

Langkah satu ini menjadi hal penting agar anak terbiasa dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT. Biasanya dimulai sejak anak baru lahir ke dunia, Papa akan mengumandangkan adzan pada telinga anak.

Hal ini bertujuan untuk mengajarkan tauhid kepada anak pertama kalinya sebelum ia mendengar ucapan lainnya. Ini juga mejadi tradisi yag dilakukan orangtua sejak dulu untuk mengusir setan yang biasanya berkumpul di sekitar bayi yang baru lahir.

Ketika anak terbiasa dengan lafaz Al-Quran sejak dini, maka ini akan membuatnya lebih mudah memahami nilai-nilai kehidupan berdasarkan syariat agama Islam yang tertanam dalam dirinya.

2. Menjadi tauladan yang baik bagi anak

2. Menjadi tauladan baik bagi anak
Freepik

Sejak usia anak memasuki usia dua tahun ke atas, ia akan mulai menjadi seorang peniru akan apa yang ia lihat disekitarnya. Untuk itu para orangtua diharapkan menjadi tauladan atau contoh yang baik bagi anak-anaknya.

Jika Mama dan Papa menginginkan anak yang berbudi baik dan memiliki pribadi yang positif, maka ini bisa dimulai dari Mama dan Papa terlebih dahulu. Sebab keteladanan orangtua sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak. Orangtua adalah cermin bagi anak-anaknya.

Mama dan Papa mengininkan anak yang rajin dalam beribadah? Maka lakukan terlebih dahulu pada diri sendiri. Jadi saat anak diperintah untuk menjalankan ibadah, ia akan melihat apakah orangtuanya melakukan hal serupa atau tidak. 

Terlebih untuk anak laki-laki yang akan menjadi calon imam bagi keluarganya kelak, untuk itu peran Papa dalam memberikan contoh yang baik pada anak laki-lakinya sangatlah penting.

3. Menanamkan tauhid dan aqidah yang kuat

3. Menanamkan tauhid aqidah kuat
Pixabay/freebiespic

Menanamkan dasar aqidah bisa dimulai sejak usia dini, sehingga saat ia mulai memahami tentang dirinya dan siapa Tuhannya, maka ia tak merasa kebingungan.

Mama dan Papa bisa memulainya dengan memberikan pengetahuan mengenai rukun Islam, rukun iman, dan beribadah atas dasar kecintaan dan ketaatan kepada Allah sangat penting. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh an-Nasa-i dalam ‘Isyratun Nisaa’ dan Ibnu Hibban dari Shahabat Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu:

“Sesungguhnya Allah akan bertanya kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya. Apakah ia pelihara ataukah ia sia-siakan, hingga seseorang ditanya tentang keluarganya.”

Serta sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

Editors' Picks

4. Menanamkan kewajiban agama

4. Menanamkan kewajiban agama
Zakat.or.id

Sebagai pemimpin dalam keluarga, Papa juga berkewajiban mengajarkan Mama serta anak-anak khususnya anak laki-laki untuk menanamkan kewajiban dalam agama. Seperti beribadah salat 5 waktu, membaca Al-Quran, berpuasa, serta berzakat.

Dengan membiasakan kewajiban ini sejak usia dini, anak akan terbiasa saat besar nanti untuk melakukannya tanpa harus diperintah lagi oleh Mama dan Papa. Sebagai orangtua, Mama dan Papa juga bisa memberikan hukuman jika anak enggan melakukan kewajibannya, hal ini seperti sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

"Perintahlah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun dan pukullah mereka jika enggan melakukannya pada usia sepuluh tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka.” (HR. Ahmad).

5. Mengajarkan berbakti kepada orangtua

5. Mengajarkan berbakti kepada orangtua
freepik/lifeforstock

Seperti yang sudah diketahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengajarkan kepada anak-anaknya tentang keutamaan berbakti kepada orangtua. Sebab dalam Islam, anak yang durhaka kepada orangtua adalah perbuatan dosa besar, Ma.

Jadi, sebagai orangtua harus mengajarkan kebaktian anak kepada Mama dan Papa agar kelak anak selalu berbakti dan menghormati kita sebagai orangtuanya.

Mulailah dari hal ringan yang bisa dilakukan sehari-hari di rumah. Misalnya saat Papa pulang kerja, Mama dan anak bisa membiasakan diri untuk mencium tangan Papa sebagai sambutan. Atau bisa juga dengan tidak membentak serta melawan perintah yang dianjurkan oleh orangtua.

6. Menanamkan kebiasaan bersyukur

6. Menanamkan kebiasaan bersyukur
Freepik

Cara mendidik anak laki-laki agar memiliki hati yang lebut dan bersahaja adalah dengan menanamkan kebiasaan bersyukur atas apa yang ia miliki sejak dini. Mama dan Papa bisa memberi tahu kepada anak siapa Tuhannya dan segala pemberian-Nya yang tidak akan pernah bisa kita balas.

Ajarkan pada anak satu kata mudah yang seringkali sulit sekali diucapkan seperti, Alhamdulillah. Kata ini menjadi doa serta rasa syukur kita atas apa yang dimiliki dan diberikan oleh Allah SWT.

Mama juga bisa mengajak anak untuk membiasakan diri dalam mengerjakan salat malam sebagai salah satu cara lain dalam menanamkan kebiasaan bersyukur. Tak hanya menanamkan rasa syukur pada anak, ini juga bisa membangun kedisplinan dan kebiasaan baik yang akan berguna sampai dewasa nanti.

7. Mengajarkan tanggung jawab sejak dini

7. Mengajarkan tanggung jawab sejak dini
Freepik

Sebagai calon pemimpin keluarga kelak nanti, anak laki-laki juga perlu ditanamkan rasa tanggung jawab sejak dini. Tujuannya adalah agar ia memahami kewjaiban dan kodratnya sebagai laki-laki yang mampu memberikan kebahagiaan terhadap keluarganya kelak.

Tak hanya dalam berkeluarga, anak yang memiliki rasa tanggung jawab juga menjadi orang yang lebih dipercaya orang lain dalam memimpin suatu organisasi atau sebuah lembaga dalam kemasyarakatan.

8. Mengajarkan sikap mandiri

8. Mengajarkan sikap mandiri
Freepik

Baik anak perempuan maupun laki-laki, setiap anak harus dibekali sikap mandiri sejak usia dini. Terlebih bagi anak laki-laki, ini akan membantunya dalam bersikap mandiri ketika bekerja nanti.

Memberikan hadiah atau sesuatu yang diinginkan anak memang tak ada salahnya, namun jangan sampai membuatnya terlena dan terus membanggakan harta orangtuanya tanpa bisa melakukannya sendiri.

Ketika anak mandiri, maka ia juga akan bertanggung jawab atas keinginan dan kebutuhan yang harus ia penuhi tanpa terus meminta kepada orangtuanya. Ini juga berlaku dalam mengatur keuangan agar anak bisa berhemat guna kehidupannya kelak yang harus lepas dari tanggungan orangtua.

9. Biarkan anak laki-laki diberikan tantangan

9. Biarkan anak laki-laki diberikan tantangan
Freepik

Sebagai anak laki-laki, tentunya diharapkan dapat menjadi pribadi yang tangguh dan pemberani. Salah satu cara yang bisa Mama lakukan dan sesuai dengan ajaran Islam adalah dengan memberikan tantang pada anak.

Menjaga anak agar tetap aman dan nyaman memang baik, namun jika terus membiarkan anak terbiasa dalam panduan orangtua tanpa berani melakukan hal lebih, itu akan membuat anak tak bsia mengeksplor dirinya lebih dalam.

Jadi, biarkan anak mendapatkan dan menyelesaikan tantangan yang ia hadapi ya, Ma, Pa. Mama dan Papa sebagai orangtua bisa membantunya dengan memberikan dukungan dan masukan agar ia dapat menyelesaikan tantang tersebut.

Dengan begitu diharapkan anak dapat menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri untuk bisa menjalankan kehidupannya tanpa bantuan orangtua maupun orang lain.

Nah, itu dia cara-cara yang bisa Mama dan Papa lakukan dalam mendidik anak laki-laki berdasarkan ajaran agama Islam. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan kepada anak di rumah ya, Ma, Pa!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.